33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Komitmen Entaskan Kemiskinan

Desa Getasan, Kecamatan Getasan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

GETASAN – Sebagai Ibu Kota Kecamatan, Desa Getasan optimistis untuk bisa menjadi Desa yang mandiri. Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Desa untuk membuat kesejahteraan warga semakin meningkat.

Kepala Desa Getasan, Widodo mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong warga untuk lebih mandiri melalui usaha. Caranya, dengan memberikan modal usaha berupa pinjaman sapi dengan sistem bagi hasil.

“Pemerintah Desa harus mengetahui kemampuan dari warga. Karena mereka rata-rata adalah petani dan peternak, maka kami beri bantuan berupa modal usaha sapi. Nanti ketika sudah beranak, mereka mengembalikan 1,5 anak kepada Pemerintah Desa,” cerita Kades yang ramah ini saat menerima kedatangan Jawa Pos Radar Semarang.

Kades Getasan : Widodo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kades Getasan : Widodo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dengan meminjamkan modal berupa sapi ini, Pemerintah Desa berharap warga bisa terpancing untuk ‘obah’. Sehingga, mereka bisa meningkatkan pendapatan untuk mencukupi kebutuhan hidup. “Dalam memberikan bantuan, kita juga harus mengetahui kebutuhan mereka. Jangan sampai kita memberikan bantuan tapi tidak sesuai kebutuhan mereka,” ujar Widodo.

Dengan sapi yang dipinjamkan ini, selain bisa memiliki sapi indukan ketika sudah mengembalikan anakan ke Pemerintah Desa, warga juga bisa menghasilkan susu perahan setiap harinya. Selanjutnya, susu yang dihasilkan ini dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Susunya saja, setiap hari bisa digunakan untuk membeli pakan dan untuk memenuhi kebutuhan. Dari sini kami berharap warga bisa lebih mandiri. Jadi kami tidak memberikan bantuan yang dalam bentuk uang, tapi kami bantu mereka untuk mau bekerja,” jelas Widodo.

Sementara itu, peningkatan perekonomian dari bidang pertanian dilakukan Pemerintah Desa Getasan melalui pembangunan infrastruktur pertanian. Pembangunan yang sudah dilakukan adalah pembangunan jalut dan jitut untuk memperlancar kegiatan pertanian. “Dengan perbaikan akses ini setidaknya selain bisa memperlancar kegiatan, juga bisa memotong pengeluaran para petani,” kata dia.

Supaya bisa mendorong warga untuk dapat maju bersama, Widodo selalu melakukan pendekatan dengan warganya. Salah satu bukti keberhasilan dari pendekatan yang dilakukan adalah ketika dia mampu menyulap lahan di depan Kantor Kepala Desa yang sebelumnya digunakan untuk berjualan dengan tenda menjadi ruko yang lebih tertata rapi.

“Awalnya di situ banyak sampah. Ada lahan sekitar 6 meter itu kami gunakan untuk membangun toko yang lebih rapi dan tertata. Yang bawah untuk berjualan makanan anak-anak sekolah, yang atas untuk berjualan kebutuhan sehari-hari,” kata dia.

Seperti di daerah lain, dirinya juga mendapat penolakan dari para pedagang kala itu. Namun dengan cara komunikasi yang tepat, ia berhasil membangun toko yang ke depan rencananya juga akan dimanfaatkan untuk men-display produk umkm warga. “Yang jualan di situ harus warga Getasan. Karena memang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian warga sini,” kata pria asli Getasan itu.

Ke depan, Widodo berharap Getasan sebagai ibu Kota kecamatan yang letaknya ada di tengah-tengah bisa menjadi Desa yang mandiri dalam hal perekonomian. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bupati Mirna Bagikan Bantuan Beras

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Cuaca buruk perairan laut utara Jawa mengakibatkan para nelayan di Kendal tak berani melaut. Hal ini mengakibatkan para nelayan kesulitan untuk mencari nafkah....

Transfer Caleg Jelang Final Piala Dunia

Oleh: Dahlan Iskan Ini bukan sepakbola. Yang tiap menjelang musim kompetisi terjadi transfer pemain. Klub kuat mengincar-incar: di klub mana ada pemain jadi. Yang bisa...

Portal Berita Diedit, Grace Natalie Disasar Hoax soal LGBT

JawaPos.com - Hoax kembali menyasar tokoh parpol. Kali ini, yang menjadi korban adalah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Si pembuat hoax...

Lima Proyek Dipastikan Molor

SEMARANG-Sedikitnya lima proyek infrastruktur di Kota Semarang terancam molor alias tidak bisa selesai sesuai kontrak waktu yang ditetapkan. Proyek tersebut rata-rata memiliki kontrak waktu...

Jelang Imlek, Kelenteng Dibersihkan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Tempat Ibadah Tri Darma Hok Tek Bio Salatiga mulai dibersihkan jelang perayaan Tahun Baru Imlek. Sebelum dilangsungkan kegiatan bersih-bersih kelenteng, pada...

Longsor Susulan, 33 Rumah Warga Rusak

KAJEN-Setelah seminggu sebelumnya terjadi tanah bergerak di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (3/1) kemarin, terjadi longsor susulan. Setelah hampir...