33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Disembelih, Ayam Tak Mati

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

PEKALONGAN – Peristiwa unik terjadi pada seekor ayam milik warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini. Ayam milik Budi Santoso, 34 masih berdiri kokoh dan tidak mati-mati, meskipun sudah disembelih untuk kepentingan hajatan. Bahkan, pemotongan tersebut sudah dilakukan sejak sepekan terakhir, tepatnya Selasa pekan lalu.

Sepintas, ayam jago milik Budi ini tampak normal-normal saja. Ayam ini masih bisa beraktivitas seperti biasanya. Mulai makan, minum hingga berlari. Namun, ada garis bekas parang di lehernya.

Budi Santoso mengatakan, satu dari empat ayamnya yang seharusnya dijadikan menu dalam acara keluarga untuk hajat pernikahan, kini masih hidup. Padahal ayam tersebut sudah disembelih.  “Sejak serahan ayam besan ke keluarga besar Budi Santoso, pada Selasa pekan lalu, satu ayam tidak mati-mati setelah dilakukan pemotongan. Sedangkan tiga ayam lainnya mati dalam sekali potong,” jelas Budi, Selasa (14/11).

Dia menerangkan, ayam unik ini padahal menjadi urutan pertama saat dilakukan pemotongan. “Tapi, tiga ayam lainnya justru mati duluan. Sedang yang ini masih hidup sampai sekarang. Walaupun sudah berjalan waktu hampir seminggu ini,” kata dia sambil menunjuk ayam tersebut.

“Ini ayam pemberian dari Watugajah. Meski sudah dipotong, ayam ini masih terlihat sehat seperti biasanya, jalan-jalan makan dan minum, tapi ya keluar lagi dari tenggorokannya yang putus itu,” kata Budi.

Kesaksian pemotongan ayam unik pun dikatakan oleh Ciswoyo, petugas potong ayam di Dusun setempat. Dari empat ayam, ia mengaku masih ingat bahwa ayam unik ini adalah yang pertama kali dipotong. Uniknya, ketiga ayam justru mati duluan, sedangkan satu ayam tersebut belum juga mati.

Menurutnya, tidak ada masalah pada pisau yang ia gunakan dalam memotong ayam. “Semua ayam sekali potong, mati. Ini potongan yang pertama belum mati. Pisaunya masih (tajam). kita sudah memenuh syarat dan sudah dibiarkan supaya matinya karena tinggal tulangnya tok di leher,” paparnya.

Peristiwa unik tersebut mendapat tanggapan dari pihak dokter hewan Kabupaten Pekalongan, Mutasin Billah. Menurut Mutasin, kejadian ayam yang sudah dipotong namun sampai beberapa hari belum mati kemungkinan dikarenakan saat proses pemotongan belum sempurna.

“Dalam artian harusnya tiga saluran yang dipotong, mungkin saja pembuluh darahnya tidak terpotong sempurna, sehingga ayam masih bisa bertahan walaupun kerongkongan terpotong. Hal ini memang jarang dijumpai. Namun demikian, ayam ini dengan sendirinya akan mati karena asupan makan yang tidak ada,” tandasnya. (yan/jpnn/ric)

Berita sebelumyaCuri Beras, Babak Belur
Berita berikutnyaSejumlah ABK Hilang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...