33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Anggarkan DD Untuk Kampung KB

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DEMAK– Keberadaan kampung keluarga berencana (KB) di Demak dinilai sangat membantu capaian Pemkab Demak dalam menekan angka penduduk yang cenderung meningkat tiap tahun. Karena itu, Pemkab Demak melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinpermadesP2KB), dengan serius meminta setiap pemerintah desa (pemdes) di 243 desa yang tersebar di 14 kecamatan pada 2018 agar memberikan anggaran yang cukup melalui dana desa (DD) untuk mendukung operasional kegiatan kampung KB.

Hal ini disampaikan Kabid Pengendalian Penduduk DinpermadesP2Kb, Sukardjo, disela sosialisasi integrasi kampung KB bersama anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Ir Ali Mahir di Desa Merak, Kecamatan Dempet, Senin (13/11) lalu.

Menurutnya, dengan DD itu, kampung KB akan turut mempercepat kesadaran warga dalam ber-KB. “Desa yang belum ada kampung KB, maka dengan DD itu dapat menyusul menjadi kampung KB. Sebab, 2019 semua desa ditargetkan sudah menjadi kampung KB. Intinya, harus ada operasional utnuk kegiatan kampung KB,” katanya.

Anggota DPR RI Ir Ali Mahir menyampaikan, intergasi kampung KB dapat mendorong warga menjadi melek (mengetahui dan mempraktikkan) ber-KB. Menurutnya, banyak alternatif alat kontrasepsi yang dapat dipilih untuk perempuan maupun laki laki. Paling aman misalnya, ibu ibu dapat melakukan steril atau memakai alat kontrasepsi IUD atau spiral.

“Jangan sampai pakai IUD dalam artian iki ucul dadi (alat kontrasepsi lepas langsung jadi),” ujar wakil rakyat dari dapil 2 Jateng meliputi Demak, Kudus dan Jepara itu sembari guyonan dihadapan ibu ibu PKK Desa Merak.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jateng, Wagino mengatakan, dalam menekan angka kelahiran, Pemprov Jateng punya istilah gayeng nginceng wong meteng (hamil). Melalui gerakan itu, BKKBN berharap, ibu ibu hamil dapat mengatur jarak kehamilan serta membatasi kelahiran anak.

Menurutnya, di Jateng ada beberapa masalah yang telah diidentifikasi. Yaitu, masih tingginya angka kematian ibu. Untuk di Demak sendiri ada 15 kasus kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Kemudian, masalah anak terlalu banyak lebih dari dua, angka kemiskinan yang masih 14 persen, 7,2 persen menikah diusia muda (16 tahun), tingginya penularan HIV/AIDS di Pantura, gizi buruk, dan lainnya.

“Karena itu, kampung KB ini diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut,”katanya.

Kris Saputra dari BKKBN Pusat, menyampaikan, pemerintah pusat melalui Kementerian Desa telah menganggarkan kegiatan KB melalui dana desa. Antara Rp 70 juta hingga Rp 100 juta perdesa. Ini berdasarkan Permendes Nomor 19 Tahun 2017. Penganggaran itu untuk mencapai target 2019 kampung KB dapat dibentuk disemua desa. “Didesa desa tertinggal dan terpencil utamanya diluar Jawa perlu perhatian khusus hingga perlu ada kampung KB. Meski demikian, kampung KB harus berbasis data,” katanya. (hib/sct/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gelar Pameran Kearsipan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga Selasa (24/7) lusa mengadakan Pameran Kearsipan Kota Salatiga untuk ke-8 kalinya. Kegiatan ini mengambil tema...

Rumah Ghozi

"Ini pasti Ghozi," kata saya dalam hati. "Ting... ting..", berbunyi lagi ponsel saya setengah tidak terdengar. Saya pun menatap jam di dinding: pukul 02.51. "Kok senyum-senyum...,"...

Ancam Kader yang Tidak Militan

SEMARANG – Seluruh kader partai Demokrat di Jateng diminta untuk aktif dan memiliki militansi tinggi. Sebab, jika ketahuan tak militan, karinya sebagai pengurus Dewan...

Mesum, Mahasiswa PTN Terjaring Razia

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Belasan pasangan tak resmi terjaring operasi penyakit masyarakat (Pekat) oleh petugas Polrestabes Semarang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota...

Blog Ustad Somad Palsu Sebar Isu PKI

JawaPos.com - ULAH penyebar hoax yang membawa-bawa nama Islam makin meresahkan. Terutama para pelaku bisnis yang menjadi publisher dari iklan berbasis CPM (cost per...

Hendi Bantah Pemprov Ambil Alih Wonderia

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wacana Dinas Kepemudaan, Pariwisata, dan Olahraga (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah yang akan mengambilalih lahan eks Taman Hiburan Keluarga Wonderia membuat kaget...