33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

201 Bencana Terjang Jateng

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Jateng mulai dilanda cuaca ekstrim. Karena itu, masyarakat diimbau terus meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi terjadinya bencana. Informasi kejadian bencana pun harus cepat disampaikan kepada pihak berwenang, agar dapat segera ditangani.Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana menjelaskan, selama Oktober 2017 telah terjadi 201 bencana alam di berbagai daerah di Jateng. Yakni, 116 kejadian tanah longsor, 37 angin kecang, 23 kejadian banjir, serta 25 kejadian kebakaran.

Berbagai upaya dilakukan BPBD Jateng dalam rangka penanggulangan bencana. Antara lain menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, menyebarkan nomor telepon posko dan informasi kepada masyarakat tentang kebencanaan melalui berbagai media termasuk media sosial, serta kesiapan logistik.

“Tidak kalah penting adalah memerintahkan para bupati berkoordinasi dengan berbagai pihak, melakukan resik-resik sungai, serta menyampaikan nomor kontak posko sampai ke tingkat masyarakat. Sehingga informasi dapat cepat tersebar dan warga bisa bersiap,” terangnya.

Sarwa mencontohkan hasil sebuah survei di Jepang menyatakan yang pertama dapat menyelamatkan saat terjadi bencana adalah diri sendiri. Sebab, upaya masyarakat untuk sampai ke lokasi kejadian kerapkali terkendala medan yang sulit dilalui. “Intinya kalau mau selamat maka peran diri sendiri sangat diperlukan. Karenanya, pengetahuan tentang bencana bagi setiap orang itu menjadi penting,” imbuhnya.

Ditambahkan, agar masyarakat bisa melakukan antisipasi terhadap risiko bencana yang akan terjadi, pemprov juga telah membentuk Desa Tangguh Bencana. Melalui program tersebut, masyarakat terutama yang bermukim di daerah rawan bencana, mendapat pelatihan cara menghadapi saat terjadi bencana hingga pascabencana.

“BPBD juga melakukan sosialisasi di area bencana, peningkatan kapasitas relawan dan selalu bergerak bersama-sama antara pemerintah, organisasi, relawan, serta komunitas peduli yang ada,” bebernya.

Senada disampaikan petugas BMKG Semarang I, Widya Harmoko. Dia mengingatkan agar masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan saat terjadi perubahan cuaca ekstrim. Misalnya suhu udara tiba-tiba menjadi panas atau naik lima derajat celcius, angin bertiup kencang dan tanda-tanda alam lainnya, maka masyarakat harus cepat tanggap.

Saat musim hujan seperti sekarang, warga harus selalu waspada. Apalagi sampai beberapa bulan ke depan curah hujan mulai tinggi dengan puncaknya terjadi pada Januari 2018. Karenanya jika terjadi potensi bencana masyarakat diimbau bersiap menyelamatkan diri dan mencari tempat perlindungan yang aman. Seperti saat hujan lebat jangan berteduh di bawah pohon atau bangunan tua.

“Jika ada informasi mengenai peningkatan cuaca ekstrim dari BMKG, masyarakat segera siap siaga dan waspada. Perhatikan juga informasi-informasi dari kami tentang prakiraan cuaca yang disampaikan lewat media sosial maupun lainnya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo menambahkan, saat curah hujan tinggi seperti sekarang dan air tidak dikelola dengan baik, dapat berpotensi menjadi bencana. Berbagai penyakit akan muncul akibat genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Belum lagi bermacam kotoran yang masuk dan mencemari sumber-sumber air minum dan makanan, yang kemudian menimbulkan penyakit diare, tipes, kolera, dan lainnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, selalu ada laporan yang masuk ke pemprov, baik melalui kanal Lapor Gub maupun media sosial. Berbagai laporan itu cukup efektif untuk bisa merespon dan mengetahui kejadian di masyarakat. Misalnya informasi dari akun twitter Zon Mation yang melaporkan terjadi banjir lengkap dengan foto kondisi bencana banjir di Kedungbener, Kebumen. Atas informasi tersebut, BPBD setempat dan OPD terkait langsung merespon dan menindaklanjuti laporan bencana dari warga tersebut. “Saya berterima kasih kepada semua, karena saat terjadi bencana birokrasi ini bisa berjalan, tanggap, merespon menggunakan teknologi-teknologi digital, jadi ini disebut juga birokrasi zaman now,” ungkapnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kedepankan Teknologi Furnitur

SEMARANG – Produsen furnitur HÄFELE terus mengedepankan riset di bidang teknologi furnitur, sehingga setiap meter persegi dari ruang yang tersedia dapat mereprentasikan inovasi dan...

Penasaran dengan KRI Dewaruci

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kapal latih bagi taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), KRI Dewaruci singgah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sejak Minggu (25/2) sore. Dalam persinggahannya,...

UM Magelang Kirim 105 Atlet

MAGELANG—Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang yang menjadi tuan rumah Pekan Olah Raga Mahasiswa (POM) Rayon III mengirimkan 105 atlet. Mereka dilepas oleh Wakil Rektor III...

4 Toko Modern Akan Ditutup Paksa

KAJEN- Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan sudah menentukan waktu penutupan 4 toko modern berjejaring nasional yang melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan No 1...

Guru SD sekaligus Model

APRILIANA Ajeng Kusuma Putri tak hanya guru SD. Gadis kelahiran Semarang, 21 April 1994 ini juga seorang model. Selama setahun, ia pernah belajar di...

Terapkan E-Retribusi Tekan Kebocoran

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Pemkab Kendal akan mulai memberlakukan E-Retribusi atau penarikan retribusi secara non tunai di pasar-pasar tradisional. Kepala Bakeuda Kendal Tri Marti Andayani mengatakan, rencananya E-Rertribusi...