33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Launching E-Logis dan Puskesmas 24 Jam

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaunching aplikasi Elektronik Logistik Obat (E-Logis) di Puskesmas dan Layanan Puskesmas 24 jam.

Kepala Dinkes Batang dr Hidayah Basbeth, menjelaskan bahwa E-Logis ini merupakan aplikasi untuk melihat ketersedian obat di pusat kesehatan di Kabupaten Batang, khususnya Puskesmas.

“Aplikasi ini, tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat. Bagi kami sendiri, sangat bermanfaat,” ucap dokter ramah ini setelah kegiatan HUT ke 53 HKN di Alun-alun Batang, Senin (13/11).

Diceritakan Basbeth, awal mula terciptanya aplikasi ini karena pelaporan obat di Puskesmas cukup kacau. Selain laporan sering terlambat, juga dalam bentuk laporan tulis yang cukup tebal. Sehingga tidak efektif.

Kemudian, mulai bertahap dibuat laporan secara paperless. Selain efektif juga lebih mudah saat diperiksa. Dengan laporan digital pemeriksaan dan pelaporan juga lebih mudah dan up to date.

“Dengan cara ini ternyata kami lebih mudah mengetahui obat mana yang akan segera kedaluarsa. Karena tidak semua obat expired -nya lama, ada sebagian yang berukuran pendek,” jelasnya.

Dengan E-Logis, lanjutnya, maka obat yang akan habis masa berlaku agar segera dikeluarkan. Selain itu, obat yang habis stok bisa segera diisi ulang, sehingga stok akan selalu tersedia.

“Bahkan kami juga sudah ada sistem SMS langsung ke petugas obat. Yang mengingatkan obat mana yang akan expired atau yang akan habis. Sehingga semua bisa berjalan lancar,” tandasnya.

Pihaknya juga terus berupaya terus melakukan pelayan medis secara maksimal. Utamanya untuk mengawasi angka kematian ibu (AKI) di Batang. Karena hingga bulan ini, sudah ada 16 kasus, bukan 17 kasus seperti diberitakn sebelumnya. Sehingga Batang masuk 3 besar peringkat tertinggi Ibu meninggal saat melahirkan.

“Hingga kini tingkat kematian ibu meninggal masih 16 kasus, bukan 17. Namun kami sudah berusaha maksimal, namun kendala juga amsih ada, terutama saat berurusan dnegan Rumah Sakit,” ucapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah layanan bidan stand by 24 jam di Puskesmas di setiap Kecamatan yang ada. Sehingga kapanpun, bidan bisa melakukan pelayanan kesehatan, tidak hanya bagi ibu hamil dan melahirkan, namun juga bisa pada kasus kesehatan lain.

“Dengan stand by 24 jam, maka Puskesmas bisa melakukan pengawalan sejak dini bagi kesehatan masysrakat, bahakn tidak hanya ibu hamil saja, namun layana kesehatan lain,” serunya.

Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya juga berikan kemudahan komunikasi kepada semua Puskesmas. Yang mana mereka bisa mudah berkomuniaksi dengan pihak Rumah Sakit terdekat, sehingga bagi daerah yang sinyal komunikasi susah, diberikan Handy Talky (HT).

“Bagi daerah yang sulit sinyal, kami beriakn HT, agar mudah komunikasi dengan RS terdekat, sehingga mudah dalam informasi pelayana kesehatan pasien,” ujarnya lagi. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

AJB Siap Sukseskan Sistem E-Court

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sekitar 500 advokat dan hakim di Jawa Tengah bersatu dalam Sosialisasi dan Simulasi e-Court, yang diselenggarakan delapan organisasi advokat yang tergabung dalam Advokat...

VIVA LOYOLA!

SOLO – Tim cewek SMA Kolese Loyola Semarang sukses menuntaskan misi mereka menjadi yang terbaik di Jawa Tengah setelah sukses merebut gelar Champion Honda...

Sudirman Belum Tentukan Pendamping

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Bakal Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said belum juga menentukan pasangan yang akan diajak bertarung dalam Pilgub Jateng. Mantan Menteri ESDM tersebut...

Dua Bulan, 15.318 GTT dan PTT Belum Gajian

SEMARANG - Sebanyak 7.768 guru tidak tetap (GTT) dan 7.550 pegawai tidak tetap (PTT) di lingkup SMA/SMK se-Jateng, hingga Rabu (1/2) kemarin belum menerima...

Bukan Bahasa Mandarin, melainkan Huruf Kanji

JawaPos.com - Nomor WhatsApp tim Jawa Pos Clearing House of Information kebanjiran pertanyaan tentang kontainer berlabel bahasa Mandarin yang mengangkut logistik pemilu. Kabar yang...

Inquiry Tingkatkan Belajar Biologi Siswa

RADARSEMARANG.COM - Gagal paham sering dirasakan siswa saat menerima materi pelajaran sains, terutama mata pelajaran biologi. Pun hal ini menjadikan keluhan sebagian guru mata...