33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Budayakan Literasi, Gelar Bedah Buku

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MUNGKID—Universitas Muhammadiyah Magelang melalui Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) mengadakan bedah buku berjudul “Etika Muhammadiyah dan Spirit Peradaban” di Aula Rektorat Kampus 2 UM Magelang, Sabtu (11/11). Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan budaya literasi di lingkungan kampus.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr Purwati MKons yang membuka acara tersebut dalam sambutannya mengatakan, buku merupakan jendela dunia. “Artinya bahwa mencintai dan membaca buku dapat memahamkan wawasan yang seluas-luasnya. Dengan ketahanan ilmu yang luas otomatis dapat mengubah dan mempengaruhi perilaku seseorang,“ jelasnya.

Ketua LP2SI UM Magelang M Tohirin MAg mengatakan, bedah buku dilakukan untuk menghidupkan budaya literasi baik dari aspek membaca buku, menuliskan, mendiskusikan dari karya-karya baru khususnya tokoh Muhammadiyah. “Selain itu kegiatan bedah buku akan dilaksanakan dalam skala kecil yaitu dua minggu sekali.”

Dalam acara yang diikuti 150 peserta itu, dua narasumber dihadirkan. Mereka adalah M Tohirin serta Prof Dr Zakkiyuddin Baidhawy (Direktur Pasca Sarjana IAIN Salatiga dan penulis buku).

Zakkiyuddin mengungkapkan, etika spirit peradaban sangat penting dalam peran di bidang ekonomi untuk membangun keswadayaan. “Muhammadiyah membangun cita-cita Lembaga Amal Zakat Infaq dan Sodaqoh (LazizMu) menjadi baitul mal. Muhammadiyah menciptakan tujuan yang abstrak maka dibutuhkan transformasi kepada suatu yang konkret. Maka dibutuhkan konsep yang lebih terstruktur yang bisa memainkan peran actor republic yang berbasis pada moralitas,” katanya.

Adapun Tohirin dalam pemaparannya menuturkan, dalam buku Etika Muhammadiyah dan Spirit Peradaban ini, ada beberapa tingkat pemahaman di dalam Muhammadiyah. Yaitu ada nilai-nilai atau etos-etos yang perlu dikembangkan. Menurut Tohirin yang telah menulis beberapa buku tentang Kemuhammadiyahan, dalam Muhammadiyah ada etos Al-Ashri yaitu ketika beragama tidak untuk memuaskan diri sendiri tapi juga kehidupan masyarakat. Dipahami juga Islam berkemajuan dan progresif, ciri-cirinya adalah Muhammadiyah yang memiliki tradisi ijtihad. “Artinya Muhammadiyah tidak berpangku tangan pada hasil-hasil pemikiran yang sudah melembaga, tapi bagaimana ijtihad ini dikembangkan,” papar Tohirin. (vie/sct)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Cantik Berbatik di Hari Raya

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Batik kian luwes dikenakan dalam berbagai suasana, termasuk sebagai salah satu busana untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, mendatang. Motif-motif unik...

Sabet 5 Penghargaan

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan saat menerima 5 Penghargaan Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2017 dan daulat menjadi juara umum dalam penganugrahan IRSA 2017,...

Tak Bisa Mengganti Pejabat Pensiun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Enam pejabat di lingkungan Pemprov Jateng memasuki masa pensiun. Adalah Eddy Djoko Pramono (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat), Bambang Nugroho Kristiadji...

Orangtualogy Ajak Anak Belajar Padamkan Api

SEMARANG- Puluhan anak-anak terlihat antusias ketika mendapat pelatihan memadamkan api di markas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut digelar oleh...

Ruang Rawat Inap Kelas III Terbatas Jadi Kendala

Sejak 1 November lalu, Pemkot Semarang meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC). Jaminan kesehatan gratis bagi warga Kota Atlas ini bekerjasama dengan Badan Penyelenggara...

 Wali Kota Semarang Digugat ke PTUN

SEMARANG-PT Havindo Pakan Optima menggugat Wali Kota Semarang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Wali kota digugat karena menerbitkan Surat Keputusan (SK)...