33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Warga Demak Jadi Sandera di Papua

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

DEMAK-Kasus penyanderaan terhadap 1.300 orang warga di dua desa di wilayah Tembagapura, Mimika, Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), ternyata tidak hanya menimpa warga setempat. Namun, aksi kriminal tersebut juga menimpa warga pendatang, termasuk dari Demak yang merantau ke Papua.

Puluhan warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota misalnya, sempat mendatangi balai desa setempat guna melaporkan anggota keluarga mereka yang merantau ke Papua. Mereka di Papua sebagai pendulang emas di sekitar  PT Freeport. Diduga menjadi korban penyanderaan.

Warga Kedondong yang ke balai desa tampak bersedih. Sebab, keluarga mereka yang bekerja di Papua sulit dihubungi. Sejumlah ibu-ibu menangis karena belum mengetahui nasib suami dan anak-anak mereka yang sekarang diduga masih dalam sekapan KKB. Pihak keluarga di Demak sudah tidak dapat berkomunikasi lagi. Melalui kepala desa setempat, ibu-ibu ini berharap keluarga mereka yang saat ini menjadi korban penyanderaan dapat dipulangkan dengan selamat.

Berdasarkan keterangan warga, setidaknya ada sekitar 40 orang warga Desa Kedondong yang bekerja sebagai pendulang emas di areal tambang emas PT Freeport. Tri Atmi, 45, warga Desa Kedondong menuturkan, pihak keluarga kesulitan menghubungi keluarga mereka yang bekerja di Papua tersebut. “Tidak dapat berkomunikasi lagi,” ujarnya.

Senada disampaikan Hilda, 35, warga lainnya. Dia juga berharap, keluarganya yang bekerja di Papua dapat dibebaskan oleh pemerintah dan memulangkannya ke daerah asal. “Kami berharap segera ada pembebasan. Keluarga di rumah menunggu,” ujarnya.

Kepala Desa Kedondong, Sistianto mendapati laporan warga tersebut, pihaknya telah melaporkan ke kepolisian. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi atau perkembangan yang terjadi. “Kami masih menunggu informasi dari Polres,” katanya.

Menurutnya, warga Desa Kedondong yang bekerja mendulang emas tersebut ada yang sudah 5 tahun, 1 tahun, 3 bulan dan ada pula yang baru 1 bulan. Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan mengatakan, pihaknya telah menerima laporan warga dan telah berkoordinasi dengan Polda dan Mabes Polri. “Kami berharap, para sandera termasuk yang dari Demak bisa segera dibebaskan,” ujar Kapolres. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...