33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Tradisi Iriban Tanam Ribuan Pohon

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN–Ratusan warga Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat melaksanakan tradisi Iriban sebagai bentuk menjaga kelestarian alam, Minggu (12/11) kemarin. Tradisi yang dimulai sejak pukul 07.00 tersebut dimulai dengan penanaman ribuan pohon yang dilakukan oleh warga beserta ratusan siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kalisidi 2.

Kades Kalisidi, Dimas Prayitno mengungkapkan Iriban merupakan tradisi tahunan yang diisi dengan kegiatan pembersihan dan penanaman pohon di beberapa titik sumber mata air. “Kegiatan ini sekaligus merupakan ungkapan syukur warga atas melimpahnya sumber air di desa mereka,” ujarnya.

Dikatakan Dimas, penanaman pohon di sekitar sumber air ini sudah berlangsung sejak tahun 1960. Berada di kaki Gunung Ungaran, Desa Kalisidi memiliki 39 sumber mata air yang mereka manfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih dan irigasi.

Satu per satu bibit pohon dibagikan kepada para siswa untuk ditanam di sekitar sumber-sumber air di Desa Kalisidi dengan didampingi beberapa perangkat dan warga desa. Bersama warga desa, para siswa menanam aneka jenis bibit pohon. Seperti sengon, beringin, jambu, dan kalpataru. Sekitar seribu bibit pohon sudah disiapkan untuk ditanam para siswa bersama warga. “Sejak kecil anak-anak ini sudah diajarkan pentingnya merawat sumber-sumber air, karena kelak mereka sendiri yang akan memetik hasilnya,” kata Dimas.

Usai penanaman dan pembersihan sumbermata air, ratusan warga tumpah ruah di sekitar sumber mata air untuk makan bersama. Makanan yang dihidangkan yaitu ayam bakar beserta pirantinya lengkap.

Dikatakan Dimas, sebagai bentuk rasa syukur kepada alam masing-masing warga secara sukarela membawa seserahan berupa ayam bakar. “Secara sukarela warga menyumbangkan ayam yang mereka pelihara untuk dimakan bersama,” ujarnya.

Sedikitnya seratus ekor ayam diolah dengan cara dibakar disajikan warga dan dimakan bersama-sama di dekat lokasi sumber mata air. “Masing-masing rumah ke sumber air ini membawa makanan berupa ayam, nasi, klubanan, sambal, untuk dimakan bersama-sama setelah orang bekerja bakti merawat sumber mata air ataupun saluran-saluran yang ada,” katanya.

Tradisi tersebut juga diartikan sebagai upaya warga untuk selalu guyup antara satu dengan yang lain. “Mendapatkan ayam ini mudah, mereka rata-rata memiliki di tiap rumahnya,  mereka membawa untuk dibakar untuk dimakan mereka sendiri,” ujarnya.

Saat penanaman, ratusan siswa dari MI Kalisidi 2 terlihat antusias. Masing-masing siswa diberikan satu bibit pohon untuk ditanam dalam tradisi tersebut. salahsatu dari siswa tersebut yaitu Vanessa Syahrin Serlian.

Selain MI, pada kesempatan itu warga setempat juga menggandeng pihak lain. Salah satunya yaitu Transform Mercy Corps Indonesia (TMCI). Koordinator TMCI, Nyimas Wardah menganggap apabila tradisi seperti ini perlu dilestarikan, karena merupakan salah satu upaya pendidikan dini buat anak-anak kecil menanam. “Sekarang mereka menanam, dewasa memanen, memanen di sini dalam artian bahwa mereka bisa merasakan manfaat karena jenis-jenis tanaman yang kita,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Peroleh Hibah Rp 10 Juta

UNGARAN–Sebanyak seribu kelompok kesenian di Kabupaten Semarang mendapat dana hibah senilai masing-masing Rp 10 juta dari APBD tahun 2017. Pemberian hibah tersebut dimaksudkan untuk...

Perwira Wajib Menulis Nilai Kediponegoroan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Prihatin dengan mulai lunturnya penghayatan nilai-nilai Kediponegoroan di lingkungan jajaran Kodam IV Diponegoro, Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto mewajibkan...

Menulis Perlu Jadi Kebiasaaan

MAGELANG – Kondisi industri perfilman Indonesia yang mulai kehilangan ide dan terkesan monoton, merupakan peluang besar yang bisa dimanfaatkan kaum muda dalam menyalurkan idenya....

Stok Jaring Pengganti Cantrang Kurang

SEMARANG - Peraturan Menteri (Permen) Nomor 2 tahun 2015 tentang larangan penggunaan cantrang dinilai tidak konsekuen. Sebab, hingga kini, pemerintah belum menyiapkan stok alat...

Batang Siap Menuju Smart City

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menjadi salah satu bagian daerah yang akan menjadi smart city. Sebagai bentuk implementasi smart city, Bupati Batang...

Developer Masih Terkendala Harga Tanah yang Tinggi

Proyek pembangunan sejuta rumah untuk rakyat telah dimulai pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) bertepatan dengan peringatan Hari Buruh pada...