33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Segera Batasi Aktivitas Perokok

Pemkot Ajukan Raperda Kawasan Bebas Rokok

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

MAGELANG—Perokok di Kota Magelang bakal dibatasi saat beraktivitas merokok di tempat-tempat umum. Sebab, kini Pemkot Magelang berupaya menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Bebas Rokok. Tujuannya, menciptakan kondisi udara kota yang sehat dan bersih dari asap rokok.

Wali Kota Sigit Widyonindito menyampaikan, pihaknya segera mengkaji penyusunan Raperda Kawasan Tanpa Rokok. Sehingga regulasi yang membatasi aktivitas merokok di tempat-tempat umum, bisa segera terwujud. “Kami akan kaji kembali, sehingga dapat ditertibkan soal itu (aktivitas merokok),” kata Sigit, Minggu (12/11) kemarin.

Sigit menyampaikan, penyusunan Raperda Kawasan Tanpa Rokok diperlukan untuk mengatur aktivitas merokok serta kawasan-kawasan bebas rokok secara tertib.

Regulasi akan mengatur secara spesifik kawasan bebas rokok di Kota Sejuta Bunga. Yakni, pelarangan merokok di fasilitas umum dan hanya diperbolehkan merokok di titik-titik tertentu.

“Dalam aturan tersebut, nantinya juga disusun pembatasan merokok di tempat-tempat tertentu, fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan yang lain. Artinya, merokok hanya boleh di tempat khusus saja.”

Aturan tersebut, lanjut Wali Kota Sigit, juga mengatur sanksi dan penindakan bagi yang melanggar. Sanksinya, bisa berupa teguran, sanksi moral, atau sanksi dalam bentuk lain. “Termasuk PNS, kalau merokok sembarangan, ya harus ditegur,” ucap Sigit.

Rencana Pemkot Magelang mengajukan Raperda Kawasan Bebas Rokok, disikapi kalangan DPRD setempat. DPRD menilai, Pemkot selama ini tidak sepenuhnya serius merancang regulasi yang mengatur terkait pembatasan aktivitas merokok dan kawasan bebas rokok di Kota Magelang. Padahal, regulasi yang membatasi rokok sudah ada pada Perda Nomor 6 Tahun 2015. Hanya saja peraturan tersebut, tidak mengatur secara spesifik. Yang terjadi selama ini, penerapan tertib kawasan merokok hanya sekadar wacana, tanpa realisasi nyata.

Anggota Komisi B DRPD Kota Magelang, Waluyo kepada wartawan menyampaikan, rencana penyusunan peraturan kawasan tertib merokok sebenarnya sudah lama. “Namun, hingga kini, tidak ada Raperda Kawasan Tanpa Rokok yang diajukan oleh eksekutif. Padahal, rencana ini sudah ada sejak beberapa tahun silam.”

Jika dirasa Perda tersebut sangat penting, Waluyo menyarankan Pemkot memasukkannya ke Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2018. “Silakan dimasukkan ke pembahasan tahun depan. Ini adalah inisiatif dari eksekutif, silahkan segera mengajukan.”

Rencana Pemkot Magelang mengajukan Raperda Kawasan Bebas rokok mendapat dukungan dari sejumlah warga. Rachmawati, 43, warga Potrobangsan mengapresiasi rencana tersebut. “Baguslah, kalau sudah mau dibuat. Karena merokok sembarangan, sangat mengganggu hak orang lain untuk mendapatkan udara bersih dan sehat.” Ia mencontohkan, perokok bisa leluasa menyedot asap rokok di kafe atau resto, meski di sebelahnya ada ibu-ibu maupun anak-anak sesama pengunjung kafe atau resto. “Perda itu nantinya juga harus bisa mewajibkan pemilik kafe atau resto untuk membuat tempat khusus bagi perokok.”

Andi, 35, warga Potrosaran, Kota Magelang juga mendukung upaya wali kota segera menyusun Raperda Kawasan Bebas Merokok. “Saya usul saja, Perda itu nantinya juga mengatur awak angkutan umum untuk tidak boleh merokok di dalam angkutan, termasuk penumpang juga tidak boleh merokok di dalam angkutan umum.” (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lilik Setiawan Terpilih dalam Seleksi Perangkat Desa

BATANG - Untuk mengisi formatur Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan yang kosong, Panitia Penjaringan Perangkat Desa Sumurbanger, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, menggelar ujian untuk mendapatkan...

Penyebaran Hoax semakin Masif dan Mengkhawatirkan

JawaPos.com - Fenomena berita bohong (hoax) begitu ramai di jagat maya. Kabar hoax itu pun kerap disebarkan secara teroganisir oleh kelompok tertentu dan menyasar...

Temukan Handphone di Sel Lapas Kedungpane

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Kedungpane Semarang melakukan penggeledahan seluruh sel yang dihuni warga binaan pemasyarakatan (WBP). Razia kali ini...

Konstruksi Tol Bawen- Salatiga Kurang 1,8 Km

SEMARANG - Pengerjaan jalan tol Semarang-Solo ruas Bawen-Salatiga terus dikebut agar bisa dioperasikan saat arus mudik Lebaran mendatang. Saat ini, progres konstruksi jalan tol...

Semarang Dinobatkan Jadi Kota Cerdas Indonesia 2017 !

SETELAH melalui survei rating kota cerdas kepada 93 kota di Indonesia, Kota Semarang akhirnya dinobatkan sebagai salah satu Kota Cerdas di Indonesia pada tahun...

BPJSK Bayar Klaim Rp 1,4 M

SEMARANG- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSK) secara simbolis menyerahkan klaim sebesar Rp 1,4 miliar kepada ahli waris Stephen Harso Budi, di PT New...