33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Pengguna BPJS Kesehatan Naik Tajam

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KEPALA BPJS Kesehatan Kota Semarang, Bimantoro, mengatakan dalam pelaksanaan program  UHC ini pihaknya tidak mendapatkan banyak kendala. Justru, menurutnya, kendala yang utama tentunya dihadapi oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Semarang, dalam hal ini sebagai penyelenggara UHC.

Untuk pertambahan pengguna BPJS Kesehatan sebelum dan setelah diluncurkannya program UHC sendiri, menurut Bimo –sapaan akrabnya- memang naik tajam. Di mana terhitung 1 November, hampir 100 orang per harinya. Namun jumlah tersebut diyakini olehnya akan menurun.

“Karena kan semua sudah mendaftar, jadi nggak mungkin terus-terusan setiap hari sampai 100 orang. Mungkin di minggu ketiga sudah mulai menurun angkanya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (12/11).

Bahkan, sambungnya, program UHC oleh Pemerintah Kota Semarang ini sangat didukung oleh BPJS Kesehatan lantaran satu-satunya di Jateng-DIJ. Bimo mengapresiasi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang memperhatikan dengan baik rakyatnya.

“Ini kan pertama dan satu-satunya program Universal Health Coverage (UHC) di Jateng-DIJ, sebuah bentuk di mana pemda benar-benar hadir untuk masyarakat bisa dilihat dari deklarasinya yang luar biasa,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya belum dapat menyebutkan secara pasti angka pengguna BPJS Kesehatan dengan program UHC. Pasalnya, pihaknya belum melakukan rekap terhadap hasil data yang diterimanya melalui DKK Semarang.

Salah satu kendala yang dirasakan oleh BPJS Kesehatan adalah ketika pihaknya harus dengan tiba-tiba mengurus UHC dari peserta yang mendaftar saat sedang sakit. Menurutnya, akan lebih memudahkan dan nyaman untuk seluruh pihak terkait jika pendaftaran program UHC dilakukan sebelum sakit.

“Ini kan syaratnya hanya KK dan Kartu Tanda Penduduk, tapi masih ada dan banyak masyarakat yang daftar saat sudah sakit. Ini agak menyulitkan, karena prosedurnya kan tetap harus dipenuhi,” bebernya.

Hal ini, lanjut Bimo, terjadi karena sosialisasi yang belum merata dari pemerintah. Meskipun pada saat awal program ini diluncurkan, banyak masyarakat yang mendaftar hingga membludak di Dinas Kesehatan Kota Semarang. Namun hal itu masih belum meng-cover semua masyarakat di Kota Semarang.

Menurutnya, sosialisasi harus dilakukan dari lapisan pemerintah yang paling bawah. Misalnya, kecamatan dan kelurahan, khususnya kelurahan bisa membantu Dinkes untuk melakukan pendataan masyarakat kurang mampu untuk didaftarkan ke program UHC.

“Selain KK dan KTP kan syarat lainnya harus mau berobat di tingkat pertama Puskesmas serta layanannya kelas 3 baik untuk rumah sakit swasta maupun negeri. Jadi, kasarnya memang dikhususkan bagi masyarakat tidak mampu, dan kalaupun kita pelaksanaannya pasien harus naik kelas (kelas 2 berjenjang ke atas) maka UHC-nya akan gugur dan kembali ke tarif umum,” terangnya.

Bimo berharap kepada seluruh masyarakat baik yang sudah terdaftar maupun belum untuk selalu menjaga kesehatannya. “Di mana-mana yang namanya sehat kan enak, bisa bebas beraktivitas,” tandasnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ada Kebanggaan di Simpang Lima

RADARSEMARANG.COM - KAMIS malam lalu saya ditugasi Manajer Iklan Jawa Pos Radar Semarang Sugiyanto ke Simpang Lima Semarang. Persisnya ke toko Istana Brilian di...

Menyikapi Pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah

RADARSEMARANG.COM - BANYAK cara dilakukan guru bahasa Inggris untuk menyampaikan materi kepada siswa-siswinya. Di antaranya, melalui program English Day, English Club, Extra Conversation, studi...

Angkat Potensi Wisata Kandri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Potensi yang ada di Desa Wisata Kandri coba diangkat oleh 8 pemuda perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Para pemuda...

Perpustakaan Dilengkapi Bioskop

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Pengunjung perpustakaan Temanggung kini bisa menikmati fasilitas di luar membaca buku. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupataten Temanggung menyiapkan fasilitas bioskop yang...

Cegah Pungli, Kenalkan Sistem Pelayanan Jempol Satu

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak melalui Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DinPMPTSP) me-launching program pelayanan rekomendasi teknis  melalui sistem jemput bola satu pintu (jempol...

Pameran Buku Murah Dipadati Pengunjung

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Pameran buku murah yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpus Arsip) di Alun-alun Kota Demak dipadati pengunjung. Mereka tidak hanya para pelajar sekolah...