33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Modifikasi Bergaya Stance Lebih Diminati

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Gaya modifikasi mobil dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan. Mulai dari bergaya ekstrim, elegan, street racing dan yang lainnya. Namun tahun ini aliran modifikasi yang paling dilirik adalah stance, dimana modifikator mengganti bagian kaki-kaki agar tunggangan jadi lebih gagah dan keren. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya animo peserta Hyperfest 2017 yang digelar di Halaman Balaikota Semarang, Sabtu (11/11).

Panitia Hyperfest 2017, Sindhu Poernomo mengatakan antusiasme modifikator di Semarang dan sekitarnya sangat tinggi. Khusus acara yang diselenggarakan kemarin total ada 137 peserta yang ikut serta dengan berbagai gaya aliran modifikasi. “Kalau tahun ini alirannya lebih ke stance, soalnya modifikasi ini bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari,” katanya.

Pria yang akrab disapa Sindhu ini menerangkan kontes mobil yang mengangkat tema Car Meet Up tersebut sengaja diselenggarakan untuk mengakomodir pencinta modifikasi dan penghobi otomotif sebagai wadah dan memamerkan hasil karyanya. “Kategorinya dibagi menjadi 59 kategori, 50 kategori car meet up dan 9 games. Nanti diambil pemenang yakni King dan King Nominations,” jelasnya.

Dari total 137 mobil, lanjut Sindhu, mayoritas mengikuti nomor car meet up atau gaya stance. Ia menerangkan jika modifiksi tersebut hanya menyentuh beberapa variabel ubahan, yakni bagian per, velg dan kaki-kaki. “Banyak mobil yang ceper, namun bisa digunakan harian. Mereka mengganti part bagian per dengan air suspension, jadi bisa disesuaikan kebutuhan. Pemilihan velg pun dinilai, apakah matching dengan mobil,” ucapnya.

Salah satu juri asal Bandung, Willy mengaku kagum dengan modifikator asal Semarang. Bahkan aliran stance yang ada di Semarang pun cukup beragam dan tidak ketinggalan dengan kota lainnya. “Banyak konsep yang out of the box, namun modifikasinya tidak mengurangi kenyamanan dari mobil dan masih digunakan sehari-hari,” ujarnya. Ia berharap dengan digelarnya kontes di akhir tahun ini, akan membuat modifikator asal Semarang semakin berani dan berkembang untuk lebih maju. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemasaran sampai Bali, Datangkan Lidi dari Luar Daerah

RADARSEMARANG.COM - Ketika bertandang ke sejumlah rumah makan, biasanya akan dijumpai piring yang terbuat dari anyaman lidi. Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang adalah...

Betonisasi Jalan Mranggen Capai 85 Persen

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pembangunan infrastruktur betonisasi jalan di wilayah Kecamatan Mranggen dan Kecamatan Karangawen  mencapai 85 persen. Karena itu, proses pembangunan terus dijalankan agar semua...

Rem Blong Bus Seruduk Rumah dan Motor

MUNGKID--Jalur Jogjakarta - Magelang tepatnya di kawasan Artos Mall terganggu Jalan Mayjen Bambang Sugeng, Jumat (29/9) sekitar pukul 10.00. Penyebabnya kecelakaan tunggal bus Ramayana...

Tabrakan Karambol, Dua Tewas Tergencet

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kecelakaan karambol yang melibatkan dua truk dan satu mobil boks terjadi di Kawasan Industri Candi Jalan Gatot Subroto Blok 26 Semarang, Jumat (18/5)....

Saka Kalpataru Lestarikan Lingkungan Hidup

DEMAK-Kwarcab Gerakan Pramuka Satuan Karya (Saka) Kalpataru Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Demak telah melantik anggota baru. Pelantikan yang berlangsung di Desa Babat, Kecamatan Kebonagung...

Perangkat Desa Harus Jadi Teladan Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pemerintahan Desa Sendang Kecamatan Tersono Kabupetan bergerak cepat mengisi dua jabatan Perangkat yang kosong.  Kepada dua pejabat desa yang baru, diminta agar...