33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Modifikasi Bergaya Stance Lebih Diminati

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Gaya modifikasi mobil dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan. Mulai dari bergaya ekstrim, elegan, street racing dan yang lainnya. Namun tahun ini aliran modifikasi yang paling dilirik adalah stance, dimana modifikator mengganti bagian kaki-kaki agar tunggangan jadi lebih gagah dan keren. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya animo peserta Hyperfest 2017 yang digelar di Halaman Balaikota Semarang, Sabtu (11/11).

Panitia Hyperfest 2017, Sindhu Poernomo mengatakan antusiasme modifikator di Semarang dan sekitarnya sangat tinggi. Khusus acara yang diselenggarakan kemarin total ada 137 peserta yang ikut serta dengan berbagai gaya aliran modifikasi. “Kalau tahun ini alirannya lebih ke stance, soalnya modifikasi ini bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari,” katanya.

Pria yang akrab disapa Sindhu ini menerangkan kontes mobil yang mengangkat tema Car Meet Up tersebut sengaja diselenggarakan untuk mengakomodir pencinta modifikasi dan penghobi otomotif sebagai wadah dan memamerkan hasil karyanya. “Kategorinya dibagi menjadi 59 kategori, 50 kategori car meet up dan 9 games. Nanti diambil pemenang yakni King dan King Nominations,” jelasnya.

Dari total 137 mobil, lanjut Sindhu, mayoritas mengikuti nomor car meet up atau gaya stance. Ia menerangkan jika modifiksi tersebut hanya menyentuh beberapa variabel ubahan, yakni bagian per, velg dan kaki-kaki. “Banyak mobil yang ceper, namun bisa digunakan harian. Mereka mengganti part bagian per dengan air suspension, jadi bisa disesuaikan kebutuhan. Pemilihan velg pun dinilai, apakah matching dengan mobil,” ucapnya.

Salah satu juri asal Bandung, Willy mengaku kagum dengan modifikator asal Semarang. Bahkan aliran stance yang ada di Semarang pun cukup beragam dan tidak ketinggalan dengan kota lainnya. “Banyak konsep yang out of the box, namun modifikasinya tidak mengurangi kenyamanan dari mobil dan masih digunakan sehari-hari,” ujarnya. Ia berharap dengan digelarnya kontes di akhir tahun ini, akan membuat modifikator asal Semarang semakin berani dan berkembang untuk lebih maju. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sediakan Kantin dan MCK Keren

RADARSEMARANG.COM - SARANA dan prasarana (Sarpras) di SMAN 1 Boja Kabupaten Kendal benar-benar sangat representatif. Mulai dari kantin sekolah yang keren, MCK yang seperti hotel,...

KSPI Diminta Jadi Jembatan Pekerja-Pemerintah

SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jateng mengelar jalan sehat di halaman kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang,...

Kandang Sapi Ludes Dilalap Api

SALATIGA-Akibat lalai mematikan bara api dari tungku berbahan kayu bakar usai masak, kandang sapi dan dapur milik Kumeri ludes terbakar. Warga Ngrongo, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo,...

Penjualan Rumah Makin Merosot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasar properti, khususnya rumah komersial kian lesu. Terlihat dari hasil penjualan selama Property Expo Semarang ke-5 yang digelar di Mal Ciputra. “Hasil...

Pedagang Hewan Kurban Keluhkan Sepi Pembeli

SEMARANG- Hari Raya Idul Adha kali ini dirasakan berbeda oleh beberapa pedagang hewan kurban. Pasalnya, tahun ini penjualan hewan kurban menurun drastis dibandingkan tahun...

14 Tim Ramaikan Liga 3 Jateng

SEMARANG – Sebanyak 14 tim dipastikan ikut ambil bagian di ajang Liga 3 putaran Jateng 2017. Mereka akan bertarung di kompetisi yang musim lalu...