33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Dorong Peningkatan Perekonomian Warga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KALIWUNGU – Desa Rogomulyo berikan pelatihan tata cara beternak kambing kepada 20 warganya. Pelatihan ini dimaksudkan agar sejumlah warga ini bisa memperoleh pendapatan tambahan di samping pendapatan sehari-harinya sebagai petani.

Sekretaris Desa Rogomulyo Heru Waluyo menjelaskan, warga dari enam dusun yang mendapat pelatihan ini adalah mereka yang telah melalui sejumlah tahapan seleksi dengan beberapa kriteria. Diantaranya mereka haruslah warga asli Rogomulyo dengan pendapatan maksimal Rp 600 ribu.

Sekdes : Heru Waluyo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sekdes : Heru Waluyo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Setelah pelatihan ini, mereka akan diberikan kambing dari Dinas Tenaga Kerja untuk diternakkan. ”Nanti juga ada monitoring dari Dinas Tenaga Kerja ketika mereka sudah mulai beternak kambing yang mereka dapatkan,” ujarnya.

Pelatihan beternak kambing ini dipilih karena di Desa ini terdapat pakan ternak yang cukup melimpah. Sehingga oleh warga dapat dimanfaatkan untuk memberi makan hewan ternaknya.

Selain itu, yang tidak kalah penting pelatihan ini ditujukan untuk membuat anak-anak usia pendidikan di Desa ini untuk lebih fokus belajar. Sebab, diceritakan Heru, masih ada anak-anak, karena keterbatasan orang tuanya, membantu orang tua mencari nafkah sepulang sekolah.”Jadi ketika perekonomian orang tua mereka meningkat, kami harap anak-anak bisa lebih fokus untuk sekolah saja,” jelas Heru.

Menurut Heru, pendidikan merupakan hal yang dinilai sangat penting. Pendidikan, kata dia, adalah fondasi awal untuk mencapai keberhasilan di bidang lainnya.  Sebab itu, ke depan, di Desa ini juga akan dibuat taman pendidikan dan sejumlah tempat kursus, salah satunya kursus komputer. Tujuannya, agar anak-anak di Desa Rogomulyo lebih memiliki keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal di dunia kerja.

Heru menegaskan, pemanfaatan dana desa di Rogomulyo memang tidak sepenuhnya untuk pembngunan fisik saja. Dana Desa, jelasnya, juga dipergunakan untuk memberdayaan masyarakat agar dapat lebih mandiri dalam hal perekonomian.”Pembagunan sekitar 75 persen dan yang lain untuk pemberdayaan. Salah satunya dengan pelatihan-pelatihan seperti ini,” ujar Heru kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nantinya, kaitannya untuk meningkatkan perekonomian warga, dana desa juga akan digunakan untuk mengembangkan BUMDes Rogomulyo. Saat ini BUMDes ini sedang dirintis dengan sejumlah unit usaha seperti usaha simpan pinjam, pengelolaan sarana prasarana air bersih, dan sejumlah UMKM yan bergerak di pembuatan makanan berupa rengginang. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perekonomian Belum Berdasarkan Pancasila

SEMARANG – Sistem perekonomian yang diterapkan Indonesia saat ini dianggap belum sesuai Pancasila. Salah satu indikatornya, setelah sekian tahun merdeka, kesenjangan si kaya dan...

Warga Tegur Rekanan Pembangun Tol

KAJEN-Puluhan warga mendatangi base camp rekanan proyek pembangunan jalan tol Pemalang-Batang, PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) di Sragi, Kamis (23/2) kemarin. Mereka meminta pihak...

Pesan Ketertiban Melalui Wayang

TEMANGGUNG—Polres Temanggung menggelar pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk untuk menyampaikan pesan pentingnya pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat. Dalang pergelaran kali ini Ki Bambang Wiji Nugroho...

Jawa Tengah Berhasil Turunkan TFR

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Total Fertility Rate (TFR) atau jumlah anak rata-rata yang akan dilahirkan seorang perempuan pada akhir masa reproduksinya di Jawa Tengah pada...

Saatnya Tingkatkan Performa dan Kebersamaan

SEMARANG - Bagi JNE ada dua keistimewaan di internal manajemen pada bulan Ramadan dan Idul Fitri setiap tahun. Momen yang merupakan high season ini...

Tak Mau Merugi, Pedagang Pasar Yaik Tolak Relokasi

SEMARANG - Ratusan pedagang Pasar Yaik Baru di kawasan Pasar Johar Semarang Tengah menggelar aksi unjuk rasa menolak relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa...