33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

2 Ribu Km Jalan Provinsi Sudah Mulus

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Sejak kali pertama memimpin Jateng, Ganjar Pranowo langsung menggeber infrastruktur. Terhitung sejak 2014-2017, gubernur berambut putih ini telah membangun jalan provinsi sepanjang lebih dari 1.000 kilometer.

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng mencatat, ada peningkatan jalan provinsi hingga 1569,294 kilometer. Rinciannya, pembetonan jalan sepanjang 364,735 kilometer dan overlay serta pelebaran jalan sepanjang 640,209 kilometer.

Angka itu meningkat dibanding tahun 2013 silam yang pembetonannya 202,941 kilometer. Sedangkan overlay dan pelebaran hanya mencakup 361,409 kilometer. Jika ditotal, peningkatan jalan provinsi pada era Ganjar Pranowo saja tembus 1007,944 kilometer.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, Bambang NK, menjelaskan, jalan provinsi dalam kondisi baik kini telah mencapai 88,92 persen dari total panjang jalan 2.404,741 Km. “Ini sesuai target RPJMD, meningkat dari 86,5 persen pada 2013,” katanya, Minggu (12/11).

Tak sekadar mulus, jalan provinsi juga lebih lebar. Panjang jalan dengan lebar lebih dari enam meter kini mencakup 77,46 persen dari sebelumnya hanya 50,44 persen pada 2013. Sedangkan jalan kabupaten/kota, 62,76 persen dalam kondisi baik. Meningkat drastis dari 2013 yang hanya 50,48 persen. Sementara jalan nasional kondisi baik telah mencapai 92,03 persen.

Di samping itu, akses jalan penunjang pariwisata juga meningkat menjadi 71,04 persen. “Sepanjang 368,852 kilometer dari 519,223 kilometer jalan menuju lokasi wisata kini telah tertangani baik,” tegas Bambang.

Mengenai sarana prasarana untuk sanitasi juga meningkat pesat. Dari 64,50 persen pada 2013, menjadi 80 persen pada 2017. Sejalan dengan itu pemenuhan air bersih juga meningkat, yakni 72,5 persen untuk masyarakat pedesaan dan 79,5 persen untuk perkotaan. “Sejauh ini untuk infrastruktur sudah on the track dan kami optimistis dapat mencapai target RPJMD pada 2018 nanti,” tegasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, pihaknya juga terus mendorong pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan pusat serta kabupaten/kota. Untuk pusat terutama jalan tol Trans Jawa yang ditargetkan selesai pada 2018.

Progres jalan tol sejauh ini menurut gubernur berjalan baik. Dari laporan yang diterimanya, untuk Jalan Tol Pejagan-Pemalang mencapai 84,35 persen, Pemalang-Batang 27,25 persen, Batang-Semarang 33,85 persen, Semarang-Solo 76,25 persen, Solo-Ngawi 85,87 persen, dan Semarang-Demak yang baru proses pengadaan tanah. “Untuk Semarang-Solo sudah masuk seksi IV Salatiga-Boyolali 28 persen dan Seksi V Boyolali-Solo 30 persen,”jelas Ganjar.

Menurut Ganjar, infrastruktur memang menjadi fokus utama pada tahun-tahun awal dirinya menjabat. Ia mengapresiasi keseriusan jajaran pemprov yang merespons program Tahun Infrastruktur untuk memenuhi ekspektasi masyarakat.

“Sejak saya dilantik laporan dan pengaduan masyarakat paling banyak soal jalan rusak, sekarang dengan pembenahan maksimal keluhan-keluhan baik di Twitter maupun website Laporgub sudah jauh berkurang,” jelasnya.

Di masa kepemimpinan Ganjar, terhitung ada empat flyover yang digadang-gadang mampu mengurai kemacetan lalu lintas di sejumlah titik jalan raya di Jateng. Yakni, flyover Dermoleng Kabupaten Brebes dengan panjang jalan 500 meter dan lebar 11 meter. Flyover Klonengan Kabupaten Tegal dengan panjang 1.011 meter dan lebar 11 meter. Flyover Kesambi Kabupaten Tegal dengan panjang 470 meter, serta flyover Kretek Kabupaten Brebes dengan panjang 700 meter yang keduanya juga memiliki lebar 11 meter.

Pembangunan empat flyover itu tergolong cepat. Hanya memakan waktu 180 hari karena tanpa birokrasi yang bertele-tele. Ganjar pun memberikan ucapan terima kasih secara spesial pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) atas kerja cepat dan responsif.

Ganjar bercerita, pembangunan flyover itu terinspirasi dari kemacetan panjang yang terjadi saat arus mudik 2015 silam. Peristiwa itu, ungkap Ganjar, memberikannya inspirasi tentang pembangunan flyover. Sebab, jalur pantura merupakan jalur yang padat terutama saat arus mudik. Selain itu juga terdapat perlintasan kereta api dengan frekuensi kereta lewat hampir setiap 15 menit sekali yang tentu berakibat pada kemacetan panjang.

“Kami gerak cepat, rapat yang singkat. Dibutuhkan flyover, langsung saya telepon Menteri PU dan kebetulan waktu itu dekat dengan kunjungan presiden. Maka akhirnya kita duduk bersama bertiga dengan presiden,” cerita Ganjar.

Dari pertemuan itu, Ganjar menyampaikan pada presiden adanya usulan pembangunan flyover untuk mengurangi kemacetan parah di jalur pantura. Respons cepat dari presiden yang juga setuju agar proyek itu segera dilaksanakan, sehingga dalam waktu sekitar 4,5 bulan proyek ini seluruhnya rampung. (amh/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Musim Hujan, Waspadai Leptospirosis

MAGELANG – Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang meminta masyarakat waspada terhadap ancaman penyakit leptospirosis. Penyakit zoonosis ini disebarkan urine tikus yang...

Andrian

Oleh: Dahlan Iskan Saya sudah terlanjur meninggalkan Tainan. Sudah di dalam kereta. Menuju kota Kaoshiung. Kota paling Selatan di Taiwan. Tapi Adrian sempat menjawab WA saya....

Pentingnya Pemenuhan Kebutuhan Gizi di Tengah Kesibukan

RADARSEMARANG.COM - SEMUA orang tentu ingin sehat. Nah, kesehatan seseorang, salah satunya ditentukan oleh makanan. Sebab, makanan yang diproduksi, mengandung berbagai zat. Zat makanan...

Tim Saber Temukan Berbagai Pungutan

WONOSOBO—Satgas Pemberantasan Pungli Kabupaten Wonosobo menemukan berbagai pungutan yang dibebankan kepada pedagang yang berjualan di Alun-Alun Kota. Pungutan meliputi iuran kebersihan, parkir, dan iuran...

Prasasti Plumpungan Bisa Jadi Motif Batik

SALATIGA - Sejarah Prasasti Plumpungan diharapkan bisa masuk dalam kurikulum muatan lokal. Hal itu mengacu setelah Bahasa Jawa ditetapkan Gubernur Jawa Tengah menjadi muatan...

Pria Berpoligami Hanya Tercatat di Satu KK

UNGARAN – Bagi masyarakat yang melakukan poligami, namanya hanya tercatat di dalam satu nomor induk kependudukan. Sehingga tidak bisa tercantum di dalam dua Kartu...