33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Literasi Menulis Guru Semakin Meningkat

Bersama Guru MGMP Bahasa Jawa Kota Semarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG–Puluhan guru dari seluruh Jawa Tengah, menyimak penjelasan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Kota Semarang, Tukijo, Pemimpin Redaksi (Pimred) Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto dan Redaktur Pelaksana (Redpel) Jawa Pos Radar Semarang, Ida N Layla, saat acara pelatihan penulisan artikel dan opini di kantor Jawa Pos Radar Semarang jilid II yang digelar di kantor Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (11/11) kemarin. Acara tersebut diikuti sebanyak 54 guru dari berbagai mata pelajaran dari berbagai sekolah menengah di Jawa Tengah.

Ketua MGMP Bahasa Jawa Kota Semarang, Tukijo mengatakan jika digelarnya pelatihan yang kedua tersebut lantaran banyaknya animo anggota MGMP Bahasa Jawa dan maupun MGMP lainnya, untuk bisa menulis. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan menggerakkan literasi menulis di kalangan para guru. “Gerakan literasi ini merupakan bagian dari tantangan pemerintah atas dana sertifikasi guru untuk mengembangkan profesinya secara maksimal,” katanya kemarin.

Selain menjawab tantangan tersebut, lanjut dia, gerakan literasi untuk menulis adalah cara untuk merangsang para guru agar berani menuangkan ide, gagasan, opini hingga penelitian yang nantinya bisa memberikan manfaat kepada khalayak luas terutama dunia pendidikan. “Namun banyak guru yang menghadapi kendala terbatasnya waktu untuk menulis. Selain itu, masih belum adanya literasi serta acuan untuk menuangkan gagasan, opini bahkan ide yang ada,” jelasnya.

Setelah pelatihan, katanya, guru dapat menuliskan publikasi ilmiah di media massa sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat. Meski begitu, kata Tukijo, tanggung jawab seorang guru yang memiliki banyak tugas, harus bisa menyelaraskan antara tugas sekolah dan menulis publikasi ilmiah. “Untuk golnya, karya para guru bisa dimuat, follow up-nya tulisan yang telah dimuat di media massa akan kami bukukan. Dengan ada buku cetak terbit dari penerbit dan mendapat ISBN,” bebernya.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan menulis, para guru bisa memiliki kemampuan menyangkan ide atau opini terkait proses belajar mengajar ke dalam bentuk tulisan. Dengan begitu, guru semakin terdorong untuk melakukan inovasi di dunia pendidikan.

Melihat peserta pelatihan yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Tukijo mengaku bersuka cita dengan semakin meningkatnya kesadaran para guru untuk literasi menulis. “Pelatihan ini melibatkan guru dari berbagai wilayah di Provinsi Jawa Tengah, ada yang dari Brebes, Banyumas, Batang, Pati, Purwokerto, maupun dari dalam Kota Semarang,” ucapnya.

Materi pelatihan yang diberikan dibagi menjadi dua yaitu prosedur pengiriman tulisan ke media massa dan teori tentang penulisan artikel itu sendiri, seperti jenis-jenis tulisan dan karakteristiknya. Kedua materi tersebut disampaikan oleh Ida Nor Layla dan Arif Riyanto. Di tengah-tengah penyampaian materi, narasumber tanpa lelah memberikan dorongan bagi para guru yang hadir untuk secara aktif melakukan kegiatan menulis. “Tulisan kita bisa menjadi warisan bagi anak cucu kita kelak,” tutur Ida. (den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bantuan Baru Tuntas Tahun Depan

SEMARANG - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan 6.400 alat tangkap pengganti cantrang untuk kapal di bawah 30 GT bagi nelayan Jateng. Hingga...

Sejarah Singkat SMKN 7 Purworejo

RADARSEMARANG.COM - SMK Negeri 7 Purworejo merupakan sekolah yang berada di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Awal mula berdiri sekolah ini pada 2004. Waktu...

AHM Luncurkan Skutik Penjelajah Jalanan, Honda ADV150

RADARSEMARANG.COM, Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan Honda ADV150, skutik penjelajah jalanan yang canggih untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang memilki aktivitas tinggi...

Hindari Pemilih Ganda, Terapkan Sistem Online

SEMARANG – Proses pemilihan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang digelar dengan cara yang berbeda. Pesta demokrasi di kampus yang...

Pengurus Departemen Wanita PDIP Dikukuhkan

SEMARANG – Masih dalam kaitan Apel Siaga ”Setia Megawati, Setia NKRI, DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Semarang juga menggelar Pelantikan Pengurus Departemen...

Kades Klaim SDM Rendah Menjadi Lalai

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Batang, Kepala Desa Simbangdesa, beralasan bahwa, bisa terjadinya kasus laporan korupsi tersebut akibat faktor sumber daya...