33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Disesuaikan dengan Postur Pengendara

Modifikasi Yamaha Scorpio Berkonsep Flat Tracker

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Berawal dari bosan dengan bentuk standar Yamaha Scorpio tahun 2007, Artema Supriyatin mengubah motor kesayangannya dengan konsep yang berbeda. Pria yang akrab disapa Yatin ini memilih konsep modifikasi Flat Tracker dengan paduan warna hitam orange agar tampak garang dan berbeda.

Motor standar milik Yatin pun mengalami ubahan modifikasi dari jengkal ke jengkal alias hampir 100 persen dari bentuk awal. Sebelum dimodifikasi, agar motor tetap nyaman sengaja dilakukan pengukuran tinggi badan dengan tinggi kendaraan, jarak tangki dan jok, serta jarak setang untuk kemudi. “Bisa dibilang motor ini cocok hanya untuk saya, karena khusus dibuat menyesuaikan postur tubuh saya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Yatin mengaku harus mengeluarkan budget yang tidak sedikit untuk mengubah motor sesuai konsep awalnya. Sekitar Rp 10 juta ia gelontorkan untuk menyulap wajah motor lamanya mulai dari body, engine, knalpot, tangki, roda dan velg hingga detail terkecil. “Pengennya modifikasi motor yang bisa digunakan di jalan kampung, aspal ataupun segala medan,” jelas anggota club 7 Brothers ini.

Untuk engine misalnya, ia meng upgrade dengan melakukan beberapa modifikasi dan pergantian part. Perubahan karburator menjadi hal yang wajib dilakukan. Sementara beberapa part mesin lainya diganti sehingga motor memiliki kapasitas mesin 250 cc. “Kapasitas mesin standarnya cukup besar, namun karena saya juga pencinta kecepatan dan butuh power yang besar maka mesin standar di upgrade,” bebernya.

Dari segi bodi, tangki misalnya Yatin menggunakan tangki custom yang ia pesan dari temannya. Emblem pun ia membuatnya berbeda dengan tulisan Alice In Wonderland. Sementara dari segi penerangan lampu depan, seins, hingga stop lamp pun  tak mau sama persis dengan motor pada umumnya. Ia pun meng custom sistem penerangan agar terlihat lebih garang. “Lampu bulat untuk menegaskan kesan jadul, dengan ornamen garis agar lebih beda dan prestisius. Rangka asli dipotong-potong dan hanya disisakan dudukan mesin untuk menyesuaikan dengan tangki dan jok,” bebernya.

Berpindah ke sisi kaki-kaki, ia menggunakan velg racing bawaan Yamaha Scorpio yang dicat ulang dengan warna hitam. Sistem pengereman menggunakan cakram depan  dan tromol untuk bagian belakang. Sementara untuk sistem peredam kejut depan masih mengandalkan bawaan pabrik pun dengan bagian belakang. “Ban diganti ban dengan pacul, tujuannnya agar bisa untuk on road dan off road. Karena motor ini juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari,” ucapnya.

Pada bagian knalpot, Yatin menggunakan knalpot free flow yang dimodifikasi dari knalpot CB Monster. Bagian kemudi atau stang, ia menggunakan stang asli. Selain itu ia juga menggunakan gas spontan agar tarikan motor lebih kencang.

Untuk memperkuat konsep awal, Yatin menggunakan jok kulit. Secara kesuluruhan, motor tersebut diguyur cat warna hitam yang berkesan liar namun tetap elegan dengan paduan warna orange sebagai pembeda dengan motor lainnya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penegakan Hukum Masih Abaikan Keadilan

SEMARANG - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antazari Azhar menilai penegakan hukum di Indonesia selama ini masih mengabaikan nilai-nilai keadilan. Bahkan, dalam beberapa...

SMK Kesdam IV/Diponegoro Raih Prestasi Nasional

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG –SMK Kesdam IV/Diponegoro Magelang menggelar apel luar biasa dipimpin Kepala SMK Kesdam IV/Diponegoro Magelang Lilis Susiati SKM MKes. Apel pagi yang diikuti...

Hotel Amantis Peduli Anak Yatim

RADARSEMARANG.COM, DEMAK- Bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk lebih menyayangi anak anak yatim. Inipula yang dilakukan Hotel Amantis Demak. Melalui acara  berbagi dan...

4 Bulan, Kades Belum Gajian

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Sejumlah kepala desa (kades) di Kabupaten Magelang belum menerima penghasilan tetap (siltap) sampai bulan April ini. Padahal gaji tersebut biasanya diterima...

Nelayan Tetap Diminta Tempati Rusunawa Kudu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tuntutan nelayan yang meminta pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Tambaklorok, belum bisa dipenuhi tahun ini. Sebagai solusi sementara, warga...

Tiga Kapal Ikan Dikerahkan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Muhammad Fauzan, 9, warga Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring yang tenggelam di Sungai Kalibodri hingga kini belum ditemukan. Tim Search and...