33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Teruskan Jasa Pahlawan, Berikan Layanan Optimal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN – Perjuangan para pahlawan harus tetap diteruskan. Salah satunya sebagai kepala daerah, harus bisa melayani masyarakat sebaik-baiknya. Memberikan pelayanan yang optimal.

“Mengenang para pendahulu kita, pahlawan dan perintis kemerdekaan, para pendiri Republik Indonesia, mereka dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang mereka lakukan. Karena perjuangan mereka, bangsa Indonesia bisa menikmati hidup sebagai bangsa yang merdeka,” ungkap Bupati Asip pada upacara peringatan Hari Pahlawan, di Alun-alun Kajen Jumat (10/11) kemarin.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa semua yang bisa menikmati hidup, di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang sederajat dengan bangsa lain, bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Menurutnya setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya adalah bangsa Indonesia harus bersatu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya yakni berdaulat, adil, dan makmur. Seperti amanat Bung Karno, bangsa Indonesia harus menghormati jasa pahlawannya. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia.

“Bung Karno pernah menegaskan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia,” kata Asip.

“Hanya dengan revolusi mental yang positif, optimis dan sadar riwayat kita sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan terbuka kita menyelami tantangan dan persoalan yang kita hadapi bersama dengan semangat persatuan di dalam kesetaraan seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi,” tegas bupati. (thd/zal)
Bupati Asip juga menegaskan bahwa saat ini, adalah saatnya bangsa Indonesia menuntaskan perjuangan para pahlawan, untuk membangun bangsa dengan sikap mental positif dan konstruktif. Agar Indonesia menjadi bangsa yang merdeka,maju, berdaulat dan terbuka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menyoal Nalar Radikalisme Keagamaan

“...NOSTALGIA dapat menjadi kekuatan dahsyat, dan seiring perjalanan waktu dapat digunakan untuk tujuan-tujuan berbahaya.” (Alia Alawi dalam buku The Crisis of Islamic Civilization, 2009). Ada...

Pemkot Hibahkan 6 Bidang Tanah ke Polrestabes

SEMARANG - Polrestabes Semarang menerima hibah enam bidang tanah dari Pemeritah Kota Semarang. Tanah yang dihibahkan tersebut sebelumnya dipinjam untuk operasional enam Polsek jajaran...

Kantor Sepi, Nasabah Cemas, Uang Tak Bisa Ditarik

Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Pringsurat, Temanggung, akhir-akhir ini menjadi sorotan  masyarakat, pemerintahan, dan kalangan legislatif. Itu karena bank perkreditan ini, tengah...

Kasus Stunting Masih Jadi Perhatian

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Di kota Salatiga ditemukan kasus stunting (gangguan pertumbuhan anak karena kekurangan asupan gizi) pada anak-anak berjumlah 279 kasus. Jumlah ini hanya...

Akses SMK Warungasem Segera Diperbaiki

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Jalan menuju Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Warungasem Kabupaten Batang, akan segera diperbaiki. Namun jalan tidak diperbaiki secara penuh, hanya di beberapa lokasi yang...

Belajar Kimia-Alkanol dari “Legen”

RADARSEMARANG.COM - KIMIA, sebenarnya merupakan mata pelajaran yang sangat dekat dengan segala sesuatu yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya, bagi sebagian besar peserta...