33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Pendaftar Perangkat Desa Meningkat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL – Selama sepekan terakhir, permintaan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Kendal meningkat. Setiap hari bisa ratusan orang yang mengurus SKCK ke Polres Kendal. Sesuai keterangan, permohonan SKCK didominasi untuk keperluan persyaratan mendaftar seleksi menjadi perangkat Desa.

Banyaknya warga yang mengurus, membuat antrean penuh sesak. Petugas Kepolisian sampai harus menyiapkan kursi tunggu untuk masyarakat. Meski begitu, tak sedikit warga yang harus berdiri lantaran tak kebagian tempat duduk. Para warga harus menunggu sesuai nomor antrean di sekitaran unit pelayanan SKCK.

Salah satu warga, Yusuf Fahmi, 25, Warga Sambongsari, mengatakan, dirinya mengurus SKCK untuk mendaftar seleksi perangkat Desa. Dari proses pendaftaran hingga SKCK diterima, membutuhkan waktu tiga hari. “Saya mencari SKCK mau mendaftar menjadi perangkat desa di Desa Sambongsari,” katanya, kemarin (10/11).

Diakuinya memang harus mengantri cukup lama, namun baginya tidak masalah. Sebab antrean juga sesaui nomor urut kedatangan. Sehingga tidak sampai harus berdesak-desakan untuk mendapatkan pelayanan SKCK.

Kasat Intel Polres Kendal, AKP Suwarno, meningkatnya permintaan SKCK mulai terasa sejak awal November 2017. Menurut dia, setiap hari, anggotanya harus melayani antara 200-300 warga yang mengurus SKCK.

Kendala yang dihadapi, yakni perangkat komputer hanya satu, sehingga pemohon harus rela antre untuk bisa mendapatkan SKCK. “Karena sekarang menggunakan sistem online, sedangkan perangkat komputer hanya satu, sehingga waktunya cukup lama,” tuturnya.

Dia menerangkan, proses pembuatan SKCK memakan waktu tiga hari, karena prosesnya, pemohon harus datang ke unit identifikasi untuk proses sidik jari. Hasilnya baru di dapat keesokan harinya. Setelah dari proses sidik jari, selanjutnya dibawa ke unit Intel.

“Sebenarnya proses foto dan SKCK jadi hanya membutuhkan waktu lima menit. Namun, karena pemohon mencapai ratusan, sehingga prosesnya membutuhkan waktu 1 x 24 jam. Kami mohon maaf jika proses pembuatan SKCK mencapai tiga hari. Hingga kemarin tercatat sudah sekitar 2.400 pemohon yang mengajukan SKCK,” imbuhnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sudah Ada Klarifikasi, Masih Saja Disebar

JawaPos.com – Informasi palsu yang membenturkan TNI dengan Polri kembali muncul. Disebutkan, ada upaya melemahkan posisi TNI yang dilakukan personel Polri dan Badan Intelijen...

Wadahi Desainer Baru yang Belum Punya ‘Nama’

RADARSEMARANG.COM - Industri fashion kian berkembang. Desainer baru pun terus bermunculan. Komunitas Benik Semarang mewadahi para desainer baru untuk mengembangkan diri sekaligus mengenalkan karya-karya...

Batang Siap Sambut Wisman

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang serius mengangkat potensi wisatanya, salah satunya dengan mengajak wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Indonesia untuk mampir ke...

Parenting dalam Satuan Pendidikan

RADARSEMARANG.COM - KELUARGA sebagai lingkungan pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan. Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan  anak adalah peletak dasar...

Jalankan Birokrasi Millenial

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan pemerintah daerah untuk menjalankan birokrasi millenial. Ganjar, meminta kepala daerah dalam keseharian terjun ke media...

Stok Jaring Pengganti Cantrang Kurang

SEMARANG - Peraturan Menteri (Permen) Nomor 2 tahun 2015 tentang larangan penggunaan cantrang dinilai tidak konsekuen. Sebab, hingga kini, pemerintah belum menyiapkan stok alat...