33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Pameran Tematik Dongkrak Penjualan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Kondisi ekonomi yang lesu membuat kondisi pasar ikut lesu. Bagi Global Elektronik, justru menjadi tantangan untuk terus melakukan inovasi, sehingga penjualan tetap stabil.

Managing Director Global Elektronik, Gouw Andy Siswanto, disela-sela pameran HomeTech ke 36, di showroom Jalan Pandanaran Semarang Jumat (10/11)mengatakan menghadapi kondisi ekonomi yang lesu, para pengusaha harus berpikir dan melakukan inovasi. Ini penting dalam upaya menjaga kestabilan penjualan.

Superstore Global Elektronik bekerjasama dengan Sharp menggenjot  penjualan  dengan menyediakan berbagai perangkat elektronik dan ponsel pintar (smartphone). Menurutnya pameran terbukti mampu meningkatkan penjualan.  Secara makro, dunia ritel sedang  lesu, tetapi kelesuan tersebut tidak berdampak pada semua industri.

“Boleh dibilang kelesuan tidak berdampak pada bisnis ritel elektronik, karena kebutuhan perangkat elektronik, terlebih ponsel pintar sudah menjadi kebutuhan pokok, sehingga tidak berdampak pada bisnis Global Elektronik di Semarang,” kata praktisi bisnis ritel elektronik ini didampingi Senior Branch Manager PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), Anton Fatoni.

Guna menghindari dampak kelesuan ekonomi memang tak mudah dilakukan. Andy mengaku, pihaknya gigih menggelar berbagai pameran tematik dan pameran tunggal berkolaborasi dengan perbankan dan multifinance teranyar, demi mendorong konsumen untuk terus berbelanja di Global Elektronik.

“Sebagai retailer kami memancing konsumen untuk lebih spend uang mereka dengan promosi, dan inovasi produk. Selain itu, kami menambah experience bagi pelanggan di toko kami. Global Elektronik saat ini still investing di dua dunia, offline dan online,” ujarnya.

Offline masih dibutuhkan karena masyarakat Indonesia masih suka membeli TV, AC, lemari es dan mesin cuci dengan mengunjungi toko spesialis elektronik, sehingga masih terbuka kesempatan untuk membuka toko-toko baru.

Sharp di pameran kali ini menawarkan harga netto, clearance sale hingga 70 persen, total cashback Rp 100 juta, hadiah cabutan perangkat elektronik dan sepeda gunung, buy one get one free, gratis payung golf, traveling bag dan handuk exclusive” serta  masih banyak lagi. “Masih ada lucky draw, free gift dengan memutar “wheel of fortune” roda keberuntungan,” kata Ketua Penyelenggara pameran tunggal Sharp Tomodachi Expo 2017, Harwiyono.

Saat ini Sharp mengeluarkan active speaker dengan PMPO 22000 watt atau 2 X 60 watt RMS, dengan PMPO yang besar itu, maka daya yang dibutuhkan tidak begitu besar, sehingga setiap masyarakat yang daya listriknya rendah masih bisa menggunakan. Control panel, back handle dancing lights semakin menambah keindahan desain produk ini. Dilengkapi wheels sehingga membuat produk ini mudah dipindahkan. (tya/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Polisi Telusuri Aset Bos RAW

SEMARANG-Penyidik Polrestabes Semarang terus mendalami kasus dugaan penipuan uang milik calon jamaah umrah dan haji plus yang digelapkan oleh bos PT Arminareka yang juga...

Sajikan Suket Teki, Wihaji Tabuh Kendang

RADARSEMARANG.COM BATANG – Lagu langgam Jawa, Suket Teki menggema dalam pembukaan Pekan Olahraga Daerah (Popda) Kabupaten Batang Selasa (6/2) kemarin. Namun ada yang unik...

Diduga Tewas Overdosis Miras dan Pil Koplo

SEMARANG - Warga Tanggul Irigasi (TI) digegerkan dengan tubuh laki-laki tanpa identitas tergeletak tak bernyawa, Jumat (8/9) sekitar pukul 08.30 WIB. Belum diketahui penyebab...

Telkom Fokus Bantu UMKM

SEMARANG – Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM), merupakan salah satu pendukung perekonomian di Jawa Tengah dan DIY. Melihat potensi yang sangat besar pada UMKM...

Sekolah Sawah di Festival Tlatah

MUNGKID— Dusun Ngandong, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, akhir pekan lalu, menyelenggarakan Festival Tlatah Bocah ke-11. Warga setempat antusias menyaksikan kegiatan budaya tersebut. Yang...

Petani Kesulitan Tebus Pupuk Bersubsidi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Belum terdistribusinya Kartu Tani membuat para petani di Kabupaten Semarang kesulitan menebus pupuk bersubsidi. Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto mengungkapkan hingga...