33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Korsleting Dinamo, Bus Terbakar di Tol

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Sebuah bus terbakar saat melintas di ruas jalan tol Tembalang KM 11+200 B/A, Jumat (10/11) sekitar pukul 09.40. Api diduga berasal dari korsleting pada dinamo kendaraan tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang ini menyebutkan, kebakaran bus PO Maju Makmur bernopol AA 1558 DA itu berawal saat bus tersebut melaju dari arah tol Kaligawe menuju tol Srondol. Namun saat melintas di lokasi kejadian, percikan api tiba-tiba muncul dari bagian mesin yang berada di belakang bus tersebut.

“Melihat ada api, sopir langsung menghentikan busnya,” ungkap Humas PT Jasa Marga, Andi Susilo, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dalam posisi berhenti, sambungnya, api sudah membesar dan merambat hingga ke bagian tengah bus. Menyadari api yang mulai merambat ke bagian depan, sopir langsung turun dan meninggalkan bus tanpa penumpang tersebut guna mencari bantuan pertolongan.

Pihak Jasa Marga yang mendapat laporan kejadian itu langsung menuju ke lokasi dengan membawa mobil tangki berisi air yang biasanya dipakai untuk menyiram ruas jalan tol.

Petugas Dinas Kebakaran yang tiba di lokasi berjibaku dengan api pada bus tersebut. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk memadamkan api yang menghanguskan bus tersebut. “Tidak ada korban jiwa, dugaannya karena korsleting instalasi dinamonya,” katanya.

Sementara itu, kecelakaan lalulintas melibatkan sepeda motor dan bus sarat penumpang terjadi di Jalan Walisongo Km 9 Tugu, Jumat (10/11) sekitar pukul 15.00.

Menurut keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, kecelakaan tersebut berawal saat  bus warna hijau bernopol E 7765 H trayek Cirebon – Semarang – Solo meluncur dari arah barat ke timur, atau dari Jakarta menuju Semarang. Saat melintas di tikungan tersebut, tiba-tiba menabrak sepeda motor  Honda Vario 110 cc warna putih bernopol H 3113 W yang dikendarai Miyono.

“Kurang tahu sebabnya kenapa, tiba-tiba bus dari arah barat nyerempet sepeda motor di depannya,” ungkap Tarmuji, warga sekitar.

Setelah menabrak epeda motor, bus tersebut baru berhenti saat menabrak trotoar jalan yang ada di depan sebuah bengkel usaha las besi “Berkah”. “Untung ada trotoar, kalau tidak (tanpa trotoar) bisa nrobos tempat itu. Tidak ada korban, tadi pengendara sepeda motor juga tidak apa-apa,” katanya.

Sopir bus, Wawan Ariawan, warga Jawa Barat mengaku, bus berangkat dari Cirebon dalam kondisi normal. Namun  saat melintas di tikungan jalan yang basah usai diguyur hujan, membuat laju busnya oleng tak terkendali. “Jalannya licin, tapi Alhamdulillah tidak ada korban,” ucapnya.

Di tempat lain, sebuah truk kontainer bernopol B 9395 JR mengalami kecelakaan tunggal di turunan Silayur Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Kamis (9/11) malam sekitar pukul 23.30. Diduga, kecelakaa tersebut disebabkan rem truk yang mengalami gangguan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Sopir truk yang belum diketahui identitasnya hanya mengalami luka di tubuhnya, dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Permata Medika guna mendapatkan perawatan. Kendati demikian, lalu lintas jalan tersebut sempat terganggu, karena kondisi kepala truk yang melintang di jalan, dan berbalik arah menghadap gandengan truk yang ditarik.(tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Waspadai 4 Bencana Terbanyak

DEMAK-Pemkab Demak selalu siaga dalam mewaspadai 4 macam bencana yang kerap melanda wilayah Demak. Yaitu, banjir, orang tenggelam, kebakaran dan puting beliung. Hal ini...

Bidik Oknum Polisi Lain

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Oknum anggota Satlantas Polrestabes Semarang yang diduga melakukan pungutan liar saat menggelar razia telah dibawa ke Polda Jateng untuk diperiksa. Anggota berinisial Bripka...

Diklaim Aman, Bisa Didapat dari Jahe, Kunyit dan Temulawak

RADARSEMARANG.COM - Salah satu khasiat yang cukup menakjubkan dari rempah-rempah adalah zat kurkumin. Seperti kurkumin jahe, kunyit, dan temulawak. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro...

Premi Sun Life Tumbuh 72 Persen

RADARSEMARANG.COM - PERUSAHAAN asuransi jiwa PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) sepanjang 2017 membukukan pendapatan premi Rp 2,9 triliun atau tumbuh 72 persen...

Pemprov Sederhanakan Perizinan Usaha

SEMARANG – Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota menggagas rencana aksi penyederhanaan perizinan usaha. Hal tersebut dilakukan guna mengatasi sistem tata kelola pemerintahan yang berpotensi...

Bulog Desa Bikin Bangga

Senin kemarin saya tengok kampung: di Magetan. Tepatnya ke desa Tegalarum. Masih 16 kilometer dari kota Magetan. Tiba-tiba saya ingin ke makam ibu. Di desa...