33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Gaji 3 Bulan Tak Dibayar, Pekerja Demo Kontraktor

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Puluhan pekerja CV Interior Semarang menggelar aksi demo di depan kantor perusahaan tersebut di Plaza Candi Jalan Sultan Agung, Semarang, Jumat (10/11). Mereka menuntut perusahaan membayar gaji selama 3 bulan yang belum diterima para pekerja.

Perusahaan interior tersebut merupakan kontraktor yang mengerjakan interior di tempat karaoke Venus yang kini sedang dibangun di lantai 2 Plaza Candi. Dalam aksinya, mereka yang berasal dari berbagai wilayah tersebut membawa poster bertuliskan permintaan tuntutan segera dipenuhi.

“Pak Winoto bilang karena belum dibayar sama yang kasih proyek,” ungkap Deny Listyiono, pekerja asal Salatiga.

Winoto merupakan pemilik CV Interior Semarang.  Deny menceritakan, dirinya sudah pernah menagih upah, namun dia (Winoto Sugondo) mengatakan hak mereka tidak bisa dipenuhi karena perusahaan tersebut mengaku tidak memiliki uang untuk membayar.

Deny menjelaskan, para pekerja tidak menerima haknya berupa upah sejak September 2017. Besaran upah pekerja, rata-rata Rp 150 ribu per hari termasuk uang lembur. Para pekerja tetap berharap perusahaan segera menyelesaikan kewajibannya. Sebab, sebagian besar pekerja telah berkeluarga dan harus memberi nafkah. “Kami akan terus menuntut hak kami, bahkan kalau tidak segera dipenuhi akan tidur di depan kantor sampai dibayar,” ancamnya.

Selain pekerja, demo tersebut juga diikuti supplier bahan baku proyek interior dari UD Mitra Usaha Semarang. Menurut salah satu pekerjanya, Agus Suhadi, 48, pihaknya memiliki tagihan sekitar Rp 150 juta ke CV Interior Semarang.

“Selama ini upaya persuasif dan kekeluargaan saya lakukan agar uang pembayaran bisa cair, karena saya juga harus tanggungjawab ke perusahaan saya,” tuturnya.

Pemilik CV Interior Semarang Winoto Sugondo, ketika ditemui menyatakan pihaknya tidak akan lari dari tanggungjwab untuk memenuhi hak pekerja maupun pembayaran kepada pemasok bahan baku.

“Tagihan kami sekitar Rp 3 miliar sulit ditagih dengan alasan yang tidak jelas, sehingga gaji pekerja senilai sekitar Rp 400 juta juga tidak bisa kami bayarkan,” kilahnya.

Menuruntnya, proyek interior karaoke yang berlangsung sejak Mei 2017 tersebut seharusnya selesai pada akhir Oktober 2017, termasuk masa perawatan selama tiga bulan setelahnya.

“Namun berdasarkan hasil audit kami, ketika pekerjaan baru sekitar 95 persen, tiba-tiba kontrak kami diputus dan tidak boleh melanjutkan pekerjaan,” terangnya.

Pihaknya, juga telah berusaha melakukan mediasi sejak tenggat pembayaran, yakni 8 Oktober 2017, namun tidak mendapat tanggapan.

Sementara pihak Venus Karaoke belum dapat memberikan keterangan saat hendak dikonfirmasi oleh wartawan. “Kalau memang kami dinilai wanprestasi, kami siap didenda, tetapi mestinya pembayaran tetap dilakukan,” ujarnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tak Ingin Muspro, Fajar Gandeng Pedagang

WONODRI – Tidak ingin revitalisasi pasar tradisional muspro alias tidak berfungsi karena pedagang enggan menempati bangunan baru, Dinas Perdagangan Kota Semarang, mulai menggelar sosialisasi...

Tak Hanya Memainkan, Tapi juga Merakit Barongsai

Perkumpulan barongsai Sasana Nacha Dharma tak hanya diajarkan atraksi dalam memainkan barongsai. Tapi, juga wajib memiliki skill dalam merakit barongsai. TRIAWANDA TIRTA ADITYA RADARSEMARANG.COM - SASANA...

Badan Pembentukan Perda DPRD Surakarta Studi Banding Penyusunan Raperda ke Wonosobo

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Surakarta melakukan studi banding ke DPRD Kabupaten Wonosobo, Selasa (15/5). Tujuannya untuk mengetahui secara langsung...

Angin Nuklir

Maafkan, saya lagi di sini. Di Kabupaten Somerset. Yang jadi pusat nuklir Inggris --untuk pembangkit listriknya. Saya hanya bisa berdoa untuk keadaan di dalam negeri....

Kelola Sampah Jadi Bermanfaat

SUMOWONO – Desa Mendongan, Kecamatan Sumowono sedang melakukan gerakan pengolahan dan pemanfaatan sampah. Sampah yang ada di Desa setempat, diupayakan untuk bisa diolah kembali menjadi...

Tinggal Tunggu Jadwal

SEMARANG – PSIS Semarang masih menunggu jadwal resmi Liga 2 yang hingga kini belum dikeluarkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi. Namun,...