33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Tempat Sharing Percantik Ruangan Rumah

Lebih Dekat dengan Komunitas Home Dekor Lovers (HDL)

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Sama-sama punya hobi mendekorasi rumah, sekelompok kaum hawa sepakat membentuk komunitas Home Dekor Lovers (HDL). Mereka kerap sharing gagasan mengenai tips dan trik menata setiap sudut ruangan. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

KOMUNITAS HDL masih relatif muda. Berdiri 5 Agustus 2017 lalu, dan baru punya 55 anggota. Meski begitu, ide mengenai mendekorasi ruangan rumah sudah cukup matang. Maklum, nyaris semua anggota punya latar belakang berbeda. Praktis, gagasan mereka jadi lebih variatif.

Penanggung jawab HDL Semarang, Eni Susilo Rahayu, menjelaskan, anggota komunitas ini terdiri atas semua wanita yang sudah memiliki rumah, dan juga gemar mendekorasi setiap sudut rumah mereka.

“Kami masih baru, dan baru sekali menggelar kopdar. Anggota kami datang dari berbagai latar belakang. Ada ibu rumah tangga, pegawai, hingga pengusaha. Selain itu, mereka juga berasal dari daerah di Jawa Tengah bagian utara, misalnya Pati, Pekalongan, Blora, Tegal, Solo, dan daerah lainnya,” ucap wanita yang akrab disapa Inces ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diceritakan, lahirnya HDL berawal dari kegemaran mendekorasi rumah, dan mengunggah ke sosial media seperti Instagram. “Karena banyak yang suka dan saling bertanya, kami memutuskan untuk bertemu dan membentuk suatu komunitas, dengan seorang founder dari Jakarta,” paparnya.

Dijelaskan, dalam mendekor rumah, tidak melulu menggunakan aliran tertentu. Pihaknya selalu mencoba hal-hal baru agar tidak bosan. Mulai dari shabby, minimalis, modern, klasik, hingga ala Eropa.

“Tidak terbatas oleh aliran, bahkan sudut atau ruangan yang kami dekor juga tidak semuanya. Tapi, ketika kami sudah mendekor satu sudut rumah atau ruangan di rumah kami, kami harus mengunggahnya ke sosial media, dan itu juga menjadi satu syarat untuk bergabung di komunitas kami ini,” bebernya.

Ya, mengunggah satu minggu sekali memang menjadi syarat utama ketika akan bergabung dengan HDL ini. Karena dengan begitu, setiap satu minggu sekali, akan ada ide yang terus ada untuk mengatur rumah.

Mengenai kegiatan komunitas, lanjutnya, saat ini masih sekadar kopdar. Dalam kopdar itu ada iuran, dan ada juga tips mendekor rumah, sesuai dengan kondisi dan luas rumah. Ada juga sesi untuk berbagi informasi seputar barang atau pernak-pernik yang mereka gunakan untuk mendekor rumah. Seperti informasi bahan/pernak-pernik yang digunakan untuk mendekor rumah seperti wall paper, dari segi harga, kata Eni, wall paper jauh lebih mahal, dibandingkan dengan wall stiker.

“Karena itu, kami akan lebih banyak menggunakan wall stiker yang dari segi harga jauh lebih terjangkau. Nah, dengan kegiatan dan komunitas ini, kami jadi lebih tahu trik untuk mensiasati memilih bahan dan pernak-pernik mendekor rumah, tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi,” ucapnya.

Untuk kopdar, HDL memang membatasi waktu, seperti tiga bulan sekali mereka akan melakukan kopdar, dan akan kembali bertukar informasi.

“Kami juga memberikan waktu untuk mendekor rumah dan menemukan berbagai informasi lainnya seputar dekor. Bahkan di acara pertemuan, kami kadang mendatangkan ahli desain interior, agar kami juga semakin bertambah informasi seputar dekorasi rumah. Kami berharap, komunitas HDL ini bisa memberikan inspirasi kepada para wanita di rumah untuk mendekorasi rumah agar jauh lebih indah dan nyaman,” paparnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rekrut Calon Anggota Polri di CFD hingga Ponpes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Polda Jawa Tengah terus menggencarkan sosialisasi terkait rekrutmen penerimaan calon anggota Polri 2018. Sosialisasi dilakukan di pusat keramaian Car Free Day...

Gelontor Rp 4,5 M untuk Sekolah Muhammadiyah

RADARSEMARANG.COM,MUNGKID – Bupati Magelang Zaenal Arifin mengapresiasi peran serta Muhammadiyah dalam pembangunan di Kabupaten Magelang. Zaenal berharap, peran serta ormas Islam ini terus digalakkan. Hal...

Blangko Kurang, Pemohon Membeludak

MAGELANG–Masih ada 2,5 persen warga Kota Magelang dari 101.078 wajib pemilik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) belum tergarap. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)...

Pola Makan Buruk, Pertumbuhan Tak Optimal

SEMARANG - Pola makan sehat pada anak masih jarang diperhatikan orang tua. Padahal, jika pola makannya salah, pencernaan anak akan terganggu. Praktis, organ tubuh...

Sudirman Makin Merapat ke Gerindra, PKS, dan PAN

SEMARANG- Tiket untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 tinggal selangkah lagi masuk dalam genggaman Sudirman Said. Tiga partai politik, yakni Gerindra, Partai...

Padukan Corak Batik Berbagai Daerah

RADARSEMARANG.COM - Irma Susanti, perempuan yang tinggal di Gunungpati, Kota Semarang ini, berkomitmen melestarikan batik Nusantara sebagai warisan budaya yang sudah diakui Unesco. Untuk...