33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Pelaku Vandalisme Diberi Sanksi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang berhasil menangkap dua pemuda pelaku vandalisme di sebuah tembok di Jalan Beringin IV Magelang, Kamis (9/11) dini hari.

Keduanya dinilai telah melanggar Perda Nomor 6/2015 tentang Ketertiban Umum, karena tidak mengantongi izin, baik dari pemilik tembok maupun pemerintah. Akhirnya, Satpol PP memberikan sanksi kepada dua pemuda tersebut, untuk mengecat ulang tembok yang dicoret-coret.

“Kami menangkap mereka, karena tidak memiliki izin mencoret-coret atau menggambar di sebidang tembok itu. Mereka juga mengakui kalau tidak pegang izin dari pemilik tembok yang digambar. Mereka kami tangkap berdasar hasil pengintaian tim kami,” kata Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, saat ditemui dikantornya, Kamis (9/11) kemarin.

Singgih menjelaskan, kedua pemuda tersebut bernama Gumilar, 26; dan David Elianto, 26. Keduanya warga Magelang, sehari-hari bekerja di salah satu usaha percetakan.

Singgih menjelaskan, sebenarnya kegiatan mereka bernilai posistif, asal telah sesuai izin, seperti tercantum dalam Perda No 6/2015 tentang Ketertiban Umum (Tibum). Khususnya, menurut Singgih, pada pasal 13. Pasal 13 menyebut bahwa setiap orang/badan dilarang melakukan aktivitas corat-coret, vandalisme, dan atau pengotoran dengan cat, cat warna, dan sejenisnya pada fasilitas umum yang merusak estetika keindahan kota, bangunan milik perorangan/badan tanpa izin pemilik.

“Poin pentingnya adalah izin. Kami akan membiarkan mereka berkreasi kalau memang mengantongi izin. Kecuali, konten dari gambar atau tulisan itu tidak patut, akan kami larang juga. Intinya, kami tidak membatasi kreativitas, terutama kalangan anak muda,” tandas Singgih.

Meskipun keduanya dinilai telah melanggar Perda, menurut Singgih, keduanya tidak akan menerima sanksi berat. Yakni, seperti penjelasan di pasal 37 berupa kurungan paling lama 3 bulan dan/atau denda paling banyak Rp 50 juta.

“Mereka hanya dibina, wajib ikut apel, dan wajib mengembalikan tembok yang digambar ke bentuk semula. Mereka mengakui kesalahannya dan kooperatif. Maka, kami beri sanksi yang bisa membuat efek jera saja. Keduanya juga wajib membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak melakukan hal serupa di kemudian hari.”

Penerima sanksi, Gumilar dan David mengaku menggambar di tembok tersebut, sebagai ekspresi seni. “Sudah beberapa titik yang saya gambar, baik mendapat izin dari pemilik tembok maupun tanpa izin,” ucap Gumilar. Hal yang sama diucapkan David. David mengaku sangat suka seni mural sejak 2008 silam. “Kami buat mural, bukan corat-coret sembarangan. Kadang izin, kadang tidak izin, tapi paling banyak tidak izin.” (cr3/mg13/mg14/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gara-Gara Gempi

Ada tawa. Juga prihatin. Saat saya melihat video itu. Yang tagarnya bernama #garagaragempi menjadi trending topic. Di Twitter. Rabu (21/8). Kelucuannya yang membuat tawa. Prihatin, karena ayah...

209 Atlet Ambil Bagian

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Sebanyak 209 atlet bulutangkis di Kabupaten Wonosobo mengikuti kejuaraan Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XVII Wonosobo 2018, yang bergulir mulai Jumat...

Tularkan Pengabdian Terbaik untuk Institusi Polri

RADARSEMARANG.COM - Leadership yang kuat dari seorang pemimpin, membuat program-program yang telah dicanangkan bisa berjalan efektif. Setidaknya, itulah yang dilakukan oleh Kasatlantas Polres Magelang...

Premiere Avenger Infinity War Tembus 2.500 Penonton

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Hari pertama pemutaran film superhero, Avengers: Infinity War di Cinemaxx Java Supermall Semarang, diserbu penonton. Empat dari lima Cinema yang disediakan,...

TPA Degayu Over Kapasitas

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu yang menjadi satu-satunya TPA  milik Pemkot Pekalongan dinilai sudah tidak mampu lagi menampung debit sampah dari...

Kembangkan Bisnis Sapi Perah

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pertanian saat ini tidak terlalu dilirik oleh warga Desa Jetak, Kecamatan Getasan. Pasalnya, hasil dari sektor pertanian dinilai menjadi faktor utama...