33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Dampingi Warga Manfaatkan Toga

PKU Tim Fikes UM Magelang

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

MUNGKID—Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang melakukan pendampingan dan inovasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) di Desa Sumberrejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Di desa ini, banyak masyarakat memilih toga sebagai obat penyembuh sakit.

Melalui Program Kemitraan Universitas (PKU)— program yang didanai oleh universitas—dosen Fikes UM Magelang, Widarika Santi H, M.Sc., Apt dan Tiara Mega K.,M.Sc, Apt melakukan kegiatan pengabdian. Tepatnya, pemberdayaan masyarakat Kelurahan Sumberejo dalam pemasyarakatan dan penggunaan tanaman obat keluarga sebagai alternatif terapi.

“Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan masyarakat Kelurahan Sumberrejo akan macam tanaman obat keluarga dan pemanfaatannya,” kata Tiara, salah satu dosen Tim Pengabdi.

Menurut Tiara, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui dua tahapan: penyuluhan dan praktik. Pelaksanaan kegiatan berdasarkan kesepakatan dengan pihak Kelurahan Sumberrejo, yang diikuti 38 peserta ibu–ibu PKK.

Tahap pertama, 9 September 2017. Yaitu, pelaksanaan penyuluhan tentang toga disertai pembagian modul tentang pemanfaatan toga, dengan memperhatikan dosis yang tepat serta bagian tanaman yang digunakan sebagai pengobatan. “Materi penyuluhan dari Tim Pengabdi meliputi pengetahuan tentang aneka jenis tanaman obat dan khasiatnya. Serta, pengolahan tanaman obat menjadi bahan minuman seperti jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka,” beber Tiara.

Sedangkan praktik pemanfaatan toga sebagai minuman herbal, dilaksanakan pada 14 Oktober 2017. Materi praktik pada sesi ini, peserta melakukan praktik pengolahan toga sebagai minuman herbal. Masih menurut Tiara, kemampuan peserta dalam penguasaan materi melalui uji prestest (sebelum proses pelatihan) dan postest (setelah pelatihan selesai) dapat dikatakan baik, 85 persen. “Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan dari peserta tentang toga dan khasiatnya. Serta, cara pengolahan toga sebagai minuman herbal, setelah dilakukan pelatihan.”

Pemberdayaan ibu–ibu rumah tangga di Kelurahan Sumberrejo dalam pemanfaatan toga, diharapkan dapat terwujud dengan baik. Yakni, melalui pemberian beberapa contoh tanaman obat yang dapat dibudidayakan di lokasi pengabdian. “Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut, diharapkan UM Magelang turut berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat terutama dalam penggunaan obat herbal sebagai alternatif terapi.”

Kegiatan tersebut, sambung Tiara, juga sebagi upaya mendukung pemerintah dalam mendorong peran aktif masyarakat dalam mengembangan kesehatan tradisional. Dikatakan, secara keseluruhan kegiatan pelatihan dapat dikatakan baik dan berhasil. Ini dapat diukur dari target jumlah peserta pelatihan mencapai 80 persen. “Selain itu, kegiatan pengabdian tersebut selaras dengan visi Prodi Farmasi S1, yakni Farmasi Bahan Alam.” (vie/sct/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berkat Abadi dan Glory Sabet Dominasi Semifinal Anak

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) Berkat Abadi dan Glory mendominasi posisi semifinalis kelompok usia tunggal anak tingkat utama, dalam pertandingan lanjutan Djarum Foundation Kejurkot...

Pemadaman Terkendala Aliran Listrik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebuah pabrik styrofoam yang berlokasi di Lingkungan Idustri Kaligawe (LIK), Kecamatan Genuk, ludes terbakar, Rabu (18/7). Pabrik dan gudang tersebut milik  CV...

Bagikan Piagam untuk Pensiunan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang memberikan piagam penghargaan kepada 143 pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Magelang yang purnatugas pada tahun 2017, di Pendopo...

Modifikasi Bergaya Stance Lebih Diminati

SEMARANG – Gaya modifikasi mobil dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan. Mulai dari bergaya ekstrim, elegan, street racing dan yang lainnya. Namun tahun ini...

Okupansi Hotel Capai 100 persen

SEMARANG - Tingkat hunian hotel atau okupansi hotel di Kota Semarang mencapai 100 persen pada moment tutup tahun lalu. Angka okupansi tahun ini sendiri...

Perawatan Paling Aman ke Spesialis Ortodontis

RADARSEMARANG.COM - MARAKNYA penggunaan kawat gigi atau behel, rupanya tukang gigi pun ikut meraup untung dengan membuka jasa pemasangan behel. Selain itu, masyarakat kini...