33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Bidan Sri Isbandiyah, Pengabdian Tanpa Batas Waktu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BIDAN Sri Isbandiyah bekerja dengan hati nurani. Tak mengenal waktu siang, sore, maupun malam hari,  wanita 60 tahun ini melayani masyarakat dari kampung ke kampung dan tak terhitung. Mulai menangani peristiwa remaja melahirkan bayi hasil hubungan gelap, hingga tengah malam dijemput mobil patroli polisi.

Nenek lima cucu ini sebetulnya telah purnatugas sejak 2013 silam. Namun kebiasaannya menolong orang yang membutuhkan, terutama proses melahirkan, tidak bisa ia tinggalkan. Akhirnya, hingga saat ini, ia masih terlibat aktif praktik mandiri di kediamannya di Wonolopo RT 3 RW 9 Kecamatan Mijen, Semarang.

Tentu selama puluhan tahun mengabdikan diri melayani masyarakat, Isbandiyah memiliki segudang pengalaman. Berbagai kejadian pernah dialaminya. Bidan memang bersentuhan dengan masyarakat di level paling bawah. Kasus-kasus melahirkan pernah ia tangani dengan penuh kehati-hatian.

“Pernah suatu ketika, ada seorang wanita remaja datang periksa pagi pukul 10.00. Dia mengeluh sakit dan berdarah di bagian tertentu. Ternyata setelah saya periksa, dia hamil. Saya tanya jawabnya hamil empat bulan. Tapi saya cek, kok sudah cukup umur kehamilannya. Lalu saya beritahu mbak ini mau melahirkan. Lho, dia malah marah-marah. Saya tanya ‘kamu datang sama siapa? Dia menjawab sama kakak,’. Pukul 11.00, ternyata benar sudah ada tanda-tanda akan melahirkan. Saya minta kapada orang yang disebut kakak tadi, untuk mengambil peralatan bayi, kain dan lain-lain di rumah. Ternyata dia datang dengan membawa peralatan kain yang dibeli dari toko,” ceritanya.

Isbandiyah curiga, namun ia harus segera menyelesaikan tugasnya untuk membantu proses kelahiran bayi tersebut, dan akhirnya lahir dengan selamat. Setelah melahirkan, kecurigaannya terjawab ternyata wanita tersebut melahirkan bayi dan mengaku belum pernah menikah.

“Ternyata dia hamil di luar nikah. Pagi-pagi, bayinya ada yang ambil. Dia mengaku saudaranya yang tidak punya anak. Karena sudah sehat, keesokan harinya wanita yang habis melahirkan itu ganti pakaian dengan mengenakan jins layaknya remaja biasa,” katanya.

Dia mengaku tak habis pikir, peristiwa melahirkan seperti itu dianggap biasa saja. Padahal, melahirkan bagi masyarakat normal menjadi peristiwa yang luar biasa dan patut disyukuri. “Dia biasa-biasa saja. Saya juga enggak habis pikir, bagaimana mungkin dia bisa pintar menyimpan kehamilan selama 9 bulan. Mungkin setiap harinya pada saat hamil perutnya diikat menggunakan kain semacan kendit. Itu terjadi di tahun 2007,” kenangnya.

Namun demikian, Isbandiyah tak membedakan siapa pasien yang datang. Karena siapapun yang membutuhkan pertolongan harus diberikan pertolongan. Ia juga tidak pernah mematok biaya selama melayani warga yang benar-benar membutuhkan. “Niatnya ya menolong bagi yang tidak mampu. Ya, semampunya saja,” katanya.

Dalam kesempatan lain, ia mengaku kaget lantaran tengah malam mendadak didatangi orang membawa mobil patroli polisi di rumahnya. “Saya takut, ada mobil patroli datang tengah malam. Saya dibawa mobil patroli untuk di bawa ke rumahnya dia, melewati kampung-kampung. Ternyata sesampai di rumahnya, kondisi istri orang tersebut akan melahirkan. Bahkan bayinya sudah kelihatan. Ternyata orang yang datang itu adalah seorang satpam, yang meminjam mobil patroli polisi karena istrinya akan melahirkan,” ujarnya.

Meski sudah purna tugas, hingga sekarang ia mengaku masih melayani masyarakat dengan praktik mandiri di rumahnya. “Masih membantu masyarakat secara rutin, merawat lansia, ibu hamil, pengecekan tensi, merawat bayi sehat dan seterusnya. Sebagai seorang bidan harus ikhlas menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Alokasikan Rp 200 M untuk Perbaikan Jalan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN -  Puluhan warga yang tergabung dalam Komunitas Guru Lebahbarang dan persatuan sopir kenek (Personek) serta warga dan anggota Koramil dan Polsek Lebakbarang,...

BPJS Kesehatan Gelar Pemeriksaan Papsmear

SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan KCU Kota Semarang menggelar pemeriksaan pap smear di 14 pabrik. Pemeriksaan ini menyasar para karyawati, bebas...

Pejabat Jalani Tes Urine

MAGELANG - Ratusan pejabat struktural di lingkungan Pemkot Magelang mendadak dites urine usai mengikuti pengarahan Wali Kota Magelang, di Ruang Adipura, kompleks Kantor Wali...

UNBK Lancar Meski Server Sempat Mati

SALATIGA – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada hari ketiga berlangsung lancar. Namun sempat terjadi gangguan, server off line beberapa saat. Hal itu terungkap saat Pj...

Waspadai Ayam Tiren 

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang mewaspadai beredarnya ayam bangkai atau tiren dan daging sapi gelonggongan di sejumlah pasar tradisional Kota Magelang. Dinas Pertanian dan...

LRKI Akan Gugat Perda KTR

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemberlakukan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Semarang menjadi sorotan banyak pihak. Dalam...