33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Berdayakan Pemuda Desa Gerakkan BUMDes

Desa Poncoruso, Kecamatan Bawen

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

BAWEN – Desa Poncoruso akan memberdayakan pemuda Desa, terutama dari karang taruna desa untuk menggerakkan BUMDes yang akan dijalankan. Para pemuda dianggap lebih kreatif dan memiliki banyak inovasi untuk menjalankan usaha Desa, selain karena memang pemerintah desa ingin membuka lapangan pekerjaan untuk mereka.

Menurut  Kades Poncoruso, Haryoko  para pemuda juga lebih memiliki semangat tinggi.  Sehingga mereka dinilai mampu menjalankan BUMDes yang diharapkan dapat mendongkrak perekonomian warga ini.

Kades : Haryoko. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kades : Haryoko. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Saat ini masih melakukan pendekatan. Terutama kepada karangtaruna yang belum bekerja. Saat ini kami memang kesulitan untuk mendapatkan pengelola BUMDes,” ujar Haryoko kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Haryoko menambahkan, BUMDes ini sebenarnya sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Hanya saja, pemerintah desa masih belum menemukan warga yang dengan secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk memulai usaha yang rencananya akan menaungi sejumlah UMKM di Desa ini ketika sudah berjalan nanti.

“Di Desa Poncoruso terdapat sejumlah warya yang memiliki UMKM yang bergerak di bidang pengolahan makanan, seperti pembuatan tahu, tempe serta makanan oleh-oleh seperti wajik, jenang dan beberapa makanan lainnya. Kami harap kalau sudah jalan, BUMDes ini bisa menaungi UMKM yang ada di sini,” kata Haryoko.

Haryoko menambahkan, unit usaha yang akan dijalankan ketika BUMDes sudah jalan diantaranya  ada koperasi simpan pinjam, warung sembako, serta toko yang menjual  kebutuhan pertanian. “Karena memang di sini mayoritas penduduknya adalah petani, jadi kami ingin membuka toko yang menjual bibit, obat-obat pertanian dan kebutuhan petani lainnya,” ujar dia sembari menambahkan bahwa Dana Desa tahun ini difokuskan untuk pembangunan fisik Desa.

Dirinya menegaskan, Pemerintah Desa akan terus memberikan upaya terbaiknya demi meningkatkan kesejahteraan warga. Terutama demi terciptanya pemerataan perekonomian warga desa Poncoruso.  ”Kami akan terus upayakan untuk mencapai kesejahteraan yang merata itu. Termasuk dalam pelayanan, kami akan melakukan dengan semaksimal mungkin,” jelasnya. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Menuju Guru Abad 21: Mau Bergegas atau Tergilas?

RADARSEMARANG.COM - “SAAT ini kita mempersiapkan siswa – siswi kita untuk pekerjaan yang belum ada, menggunakan teknologi yang belum ditemukan, untuk memecahkan masalah–masalah masa...

Jalur Selatan Masih Sepi

KEBUMEN – Memasuki H – 4 Lebaran, belum tampak peningkatan arus lalu lintas yang meningkat secara signifikan di jalur selatan Pulau Jawa. Kondisi ini...

Baliho ”Nyong Sapa Jal” Dibersihkan

WONOSOBO – Sejak dua pekan terakhir, publik Wonosobo dibingungkan dengan merebaknya baliho bertuliskan “Nyong Sapa Jal” yang mendadak terpasang di sejumlah tempat strategis. Baliho...

Harus Manusiawi, Jangan Hanya PAD

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Semarang didorong melakukan evaluasi terhadap pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Semarang selama ini. Pasalnya, banyak pembangunan JPO yang fungsinya...

Prihatin Komik Vulgar, Buat Serial Sarat Pesan Moral

RADARSEMARANG.COM - Geliat komik di Indonesia, Semarang punya seorang komikus yang berusaha berkarya sembari berdakwah. Istilahnya, sambil menyelam minum air. Sembari menyalurkan hobi, ia...

Polisi – Kejaksaan Sorot Pengurusan Sertifikat Tanah

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Aparat kepolisian dan kejaksaan turut melakukan pengawasan terhadap pengurusan sertifikat tanah, utamanya program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) sebagaimana yang digulirkan...