33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Tinggal 4 Persen Penduduk Semarang Belum Tercover JKN

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Saat ini, tercatat ada penambahaan sebanyak 93 ribu warga terjamin biaya kesehatan di Kota Semarang. Total keseluruhan kurang lebih 96 persen dari 1.729.428 jiwa penduduk Kota Semarang telah tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).  JKN tersebut dilakukan menggunakan berbagai program. Termasuk, program terbaru yang dilakukan Pemkot Semarang, yakni program Universal Health Coverage (UHC).

“Saat ini ada penambahan sebanyak 93 ribu peserta baru. Itu ditanggung pemkot untuk masuk JKN dengan pelayanan kelas III. Total keseluruhan 96 persen dari 1.729.428 jiwa,” beber Kepala BPJS Kesehatan Kota Semarang, Bimantoro R, kemarin.

Dikatakannya, melalui program UHC ini membuktikan bahwa peduli kesehatan tidak memandang status ekonomi. “Peserta tidak harus miskin, siapa saja warga Kota Semarang dengan catatan mau ditempatkan di layanan kelas III bisa mendapatkannya,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskannya, sebuah daerah yang menyandang status UHC memiliki standar, yakni minimal 95 persen dari jumlah warganya. Sedangkan di Kota Semarang telah melebihi standar tersebut, karena saat ini telah mencapai 96 persen dari jumlah penduduk Kota Semarang dijamin kesehatannya.

Berbeda dengan imbauan Wali Kota Semarang beberapa waktu lalu, Bimantoro justru menyarankan agar warga mendaftar sebelum sakit, sehingga bisa langsung digunakan.

Menganai adanya kendala membludaknya pendaftar sebagiamana terjadi beberapa waktu lalu, kata dia, sebenarnya bisa dilakukan penataan sistem pendaftaran. Misalnya, lanjut dia, pendafataran dilakukan dengan cara per kecamatan. Hal itu diharapkan bisa mengantisipasi terjadi antrean panjang dan menunggu dalam waktu lama.

“Kami siap membantu pendaftaran di kantor. Asal ada verifikator soal kependudukan,” kata dia.

Lebih lanjut kata Bimantoro, Kota Semarang merupakan kota pertama di Jateng yang masuk kategori UHC. Sehingga hal ini patut menjadi contoh yang sangat baik bagi daerah lain untuk memprogramkan UHC. Hal pertama yang menjadi catatan, menurut dia, adalah Wali Kota Semarang, memanjakan warga dengan jaminan kesehatan. “Tentu ini sangat bagus karena mampu menjangkau pelayanan kesehatan kepada seluruh warga tanpa memandang status ekonomi,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Widoyono, mengakui, sebelumnya, begitu UHC diluncurkan, pendaftar cukup membludak. Hal ini cukup membuat petugas kewalahan. Sehingga saat itu diimbau kepada warga bahwa pendaftaran diutamakan bagi warga yang sedang sakit terlebih dahulu

“Saat ini, sudah normal, jauh lebih baik. Kami sedang membahas kesiapan fasilitas ruang rawat inap atau tempat tidur layanan kelas III di semua rumah sakit di Kota Semarang.  Sebanyak 25 rumah sakit telah bekerja sama dengan Pemkot Semarang, dengan menyediakan ruang kelas III untuk pelayanan kesehatan gratis ini. Totalnya kurang lebih 800 tempat tidur kelas III. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

SMA Pradita Dirgantara Pertama di Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Puluhan siswa perwakilan SMP se Kota Semarang, melakukan audensi terkait dengan pendaftaran SMA Pradita Dirgantara di Aula Gedung B komplek Gubernuran,...

Desak Waskita Tanggung Jawab

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kondisi jalan raya Bojong-Sragi memprihatinkan. Rusak parah. Membuat tak nyaman pengendara, utamanya roda dua. Faktor utama penyebab kerusakan jalan adalah sering...

Wakil Ketua DPRD Yogyo Susaptoyono dan Ketua Komisi III M Yusuf Sakir Terima Penghargaan

WAKIL Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Yogyo Susaptoyono, dan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, M Yusuf Sakir, menerima penghargaan pada Malam Anugerah Jawa Pos...

Lahan Basah Pengelola Parkir

MAHALNYA tarif parkir berjenjang kerap tidak sebanding dengan pelayanan yang didapat konsumen. Selain itu, penghitungan tarif berjenjang juga dinilai tidak transparan. Ketua Lembaga Pembinaan dan...

Melahirkan Banyak Spot yang Instagramable

RADARSEMARANG.COM - Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi, kemajuan Kota Semarang sangat terasa. Sejumlah permasalahan utama, seperti banjir dan rob mulai terpecahkan, dengan...

87 APK Pilgub Diturunkan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sebanyak 87 alat peraga kampanye (APK) yang berhubungan dengan Pilgub Jateng diturunkan satpol PP akhir pekan kemarin. APK yang diturunkan berupa...