33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Bidik Budidaya Singkong Gajah

Desa Ngajaran

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN – Sektor perikanan dan perkebunan menjadi bidikan Pemerintah Desa (Pemdes) Ngajaran Kecamatan Tuntang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Kades Ngajaran Yos Prayitno mengungkapkan hal itu sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh Desa setempat.

Saat ini banyak masyarakat setempat yang memanfaatkan lahan kosong milik mereka dengan tanaman jati. Adapun jenis singkong yang coba di budidaya yaitu singkong gajah. Menurutnya, masa panen tanaman jati yang lama menjadi salahsatu hal mengapa para masyarakat yang notabene sebagian besar merupakan petani sulit untuk berkembang.

“Panennnya 25 hingga 30 tahun sekali, itu kelamaan. Berbeda dengan ketela yang bisa dipanen setiap satu sampai 2 bulan. Disini air melimpah sehingga cocok untuk sistem perikanan,” ujar Yos.

Sehingga lahan bengkok desa akan menjadi sasaran untuk masa percobaan penanaman ketela gajah dan sistem perikanan. Lahan seluas 3000 m2 tersebut pada akhir bulan ini akan disulap menjadi kebun ketela gajah.“Bibit sudah kita beli, dan lahan bengkok itu siap untuk dijadikan percontohan,” ujarnya.

Selain budidaya ketela, sistem tumpang sari dengan penanaman jagung manis juga tengah direncanakan Pemdes setempat.“Satu batang singkong gajah bisa menghasilkan 30 kilo. Warga sini belum pernah menanam singkong itu. Nanti ada sistem tumpang sari dengan menanam jagung,” ujarnya.

Pengadaan bibit singkong gajah saat ini sudah dilakukan Pemdes Ngajaran. Dijelaskan Yos, harga untuk bibit ketela gajah sepanjang 20 cm yaitu Rp 500. Sementara itu, untuk sektor perikanan saat ini sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa warga. Diantaranya yaitu budidaya ikan lele.

Meski begitu, belum semua warga memanfaatkan lahan mereka untuk budidaya ikan. Adapun jenis ikan bidikan Pemdes setempat yang akan dikembangkan yaitu kalper. Nantinya budidaya ikan air tawar tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Air disini melimpah, sistem irigasi juga ada. Namun memang terbentur dengan anggaran. Anggaran desa masih terfokus ke pembangunan infrastruktur. Kita maunya ada sharing dari lembaga lain seperti dinas. Untuk membantu perjalanan perikanan,” katanya.

Desa ngajaran sendiri terdiri dari enam dusun, diantaranya yaitu Dusun Ngajaran, Dusun Nalirojo, Dusun Salakan, Dusun Petet, Dusun Timokerep, Dusun Gentungan. Dengan jumlah total warga kurang lebih 3 ribu jiwa.

Melalui dua sektor tersebut yaitu perkebunan singkong dan perikanan nantinya diharapkan dapat memberikan dampak yang meluas. Diantaranya yaitu munculnya UMKM maupun home industri warga.

Seperti halnya pengolahan singkong gajah menjadi makanan siap saji dan pengolahan ikan air tawar menjadi makanan siap saji pula. “Jati yang kurang berkualitas diganti singkong saja. penjualan singkong sudah ada pengepul. Untuk singkong belum penanaman, baru pengolahan lahan. Pada 2017 ini singkong langsung kita tanam, dan perikanan di 2018 mendatang,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...