31 C
Semarang
Senin, 30 November 2020

Beli HP Pakai Upal

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SALATIGA – Tiga pelaku pengedar uang palsu (upal) ditangkap jajaran Polsek Sidorejo Polres Salatiga, belum lama ini. Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan 27 lembar uang palsu pecahan nominal Rp 100 ribu. Pelaku tertangkap setelah menggunakan uang itu untuk membeli telepon gengam.

Tiga pelaku yang diamankan adalah Catur Ragil, 32, warga Dusun Kupang Kidul Kelurahan Kupang Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang; Heng Hermanto, 45, warga Dusun Tuksongo Desa Kalisari, Tempuran Kabupaten Magelang dan Slamet Waluyo, 34, warga Kampung Kupang Kidul Kelurahan Panjang Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat korban Tri Wahyu Nurcahyono hendak menjual HP merk Oppo A57 warna hitam melalui jejaring media sosial. Info mengenai HP miliknya diposting pada Selasa (3/10) silam.
Malam harinya pada pukul 21.00, korban dapat pesan singkat dari seseorang yang berniat membeli HP miliknya hingga terjadi tawar-menawar. Hingga akhirnya ada kesepakatan harga Rp 2.100.000, dan janjian bertemu dengan pembeli di Jl. Diponegoro Salatiga dekat dengan pintu masuk Perum lembah Hijau.

Korban bersama dua temannya kemudian bertransaksi dengan ketiga pelaku pada pukul 22.47 dan saat bertransaksi pelaku membayar dengan uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 21 lembar.

Keesokan harinya, pada hari Rabu sekitar pukul 11.30 korban makan di rumah makan Bu Toha Tuntang. Kemudian saat berniat membayar makan tersebut, uang pecahan Rp 100.000 ditolak kasir karena uangnya tidak bersinar/tidak menyala saat dicek dengan sinar ulraviolet.

Karena kaget, selanjutnya korban mengeluarkan uang yang disimpannya sebanyak 21 lembar dari hasil penjualan HP dan ternyata semuanya uang palsu.
Sadar telah menjadi korban penipuan, korban lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Sidorejo.

Berdasarkan laporan tersebut selanjutnya unit Reskrim Polsek Sidorejo melakukan penyelidikan. Setelah didapat informasi, pelaku ditangkap dan saat ini terus diperiksa intensif.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubaghumas AKP I Nyomas Suasma menuturkan, dari pemeriksaan para pelaku, uang tersebut tidak dibuat sendiri melainkan dibeli dari seseorang di Jepara. Kini pihak kepolisian terus memburu pelaku utama pembuatan uang palsu ini. (sas/lis)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...