33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Angin Kencang Hancurkan Alun-Alun

Satu Tewas, Sebagian Korban Luka Pemain Voli

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BANJARNEGARA—Edi Tri,  25, warga Banjarnegara tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Siang itu, Edi baru saja lolos dari maut. Ia tidak ikut tertimpa pohon beringin yang tumbang di Alun-alun Banjarnegara, Rabu (8/11) siang pukul 13.00, saat angin kencang dan hujan deras memporak-porandakan kawasan itu.

Seperti diketahui, pohon beringin yang  berusia puluhan tahun, Rabu (8/11) siang, tumbang dan menimpa sejumlah orang di bawahnya. Satu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Korban tewas atas nama Riska Wardana, 16, warga Tribuana, Punggelan.

Edi menuturkan, saat kejadian, ada sekitar 15 orang yang berteduh di bawah pohon tersebut. Sebagian besar para pemain voli. Itu karena di Alun-Alun Banjarnegara,  tengah digelar pertandingan bola voli dalam rangka memeriahkan HUT PGRI.

Sekitar pukul 12.30, kata Edi, hujan deras mengguyur, disertai angin kencang.  Setengah jam kemudian, tiba-tiba pohon raksasa itu tumbang, menimpa orang-orang yang berteduh di bawahnya. ”Kejadiannya sangat singkat,” kata Edi. Sebelumnya, tidak ada tanda-tanda pohon itu akan tumbang.

Saat itu, Edi tengah menunggu giliran tanding voli. Karena gerimis, ia dan beberapa temannya berteduh di bawah pohon tersebut.  “Karena pohonnya besar, jadi saya berteduh di bawahnya selama menunggu giliran tanding,” ucap Edi saat ditemui di RSUD Hj Anna Lasmanah, Banjarnegara, Rabu (8/11) kemarin.

Warga Desa Tribuana, Kecamatan Punggelan, Banjarnegara itu  mengalami luka ringan di bagian kepala. Sedangkan korban lainnya,  Badari, 80,  warga Desa Gemuruh Kecamatan Bawang; serta Eko Setyo, 30, warga Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan, dirujuk ke Siaga Mediak Banyumas.   Satu lainnya,  Tomi, 16, warga Desa Tribuana Kecamatan Punggelan dirawat inap di RSUD Hj Anna Lasmanah.

Andrianto, teman korban yang saat itu juga berada di area Alun-Alun bercerita, angin kencang terjadi sekitar 2-3 menit. Saat itu, ia berteduh di masjid, di sekitar Alun-Alun. Sebagian lainnya, berteduh di bawah pohon beringin. “Anginnya kencang sekali, seperti angin puting beliung.” Ia melihat beberapa temannya yang berteduh di bawah pohon beringin, tidak sempat berlari ketika pohon itu tiba-tiba ambruk.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arief Rahman, menyampaikan, satu korban meninggal dunia dan lainnya mengalami luka berat dan ringan.  Dikatakan,  pihaknya mengevakuasi tiga korban yang mengalami luka parah di bagian kaki.

“Semua personel terlibat mengevakuasi, BPBD, TNI/Polri PMI, MMDC Lazismu, SAR PGRI, Sarkab Pramuka, DPU dan Satpol PP. Ada dua alat berat yakni backhoe dan 1 traktor untuk memudahkan evakuasi,” katanya.

Tumbangnya pohon beringin di Alun-Alun Banjarnegara memantik perhatian warga setempat. Warga berbondong-bondong menonton proses evakuasi. Alat berat didatangkan untuk menyingkirkan pohon tumbang. Selain beringin, pohon di sekitar Alun-Alun juga bertumbangan.

“Kejadiannya cepat sekali, saat angin kencang tiba-tiba terdengar suara dentuman keras,. Ternyata itu berasal dari pohon beringin,” kata Warto, 45, pedagang dawet hitam yang sehari-hari mangkal di lokasi kejadian.

Sementara itu, dari rilis resmi yang dikeluarkan oleh otoritas penanggulangan bencana setempat, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan beberapa pohon tumbang dan baliho ambruk di sejumlah titik.

Pohon beringin di perempatan SMP N 1 Banjarnegara, misalnya, mengalami patah dahan menimpa penjual empek-empek. Satu korban mengalami luka-luka.  Pohon pelindung di depan PKK juga tumbang, menimpa mobil.  Tidak ada korban.

Pohon pelindung di jalan depan BRI Krandegan juga tumbang. Pemandangan yang sama terjadi di depan Kodim. Pohon pelindung di sana bertumbangan. Pohon tumbang juga terlihat di perempatan SPBU, sehingga mengalami kemacetan.

Pohon beringin dan baliho juga terpantau ambruk di perempatan Tugu, menimpa bangunan SD Negeri 4 Krandegan. Juga bbaliho di depan Shinta Motor, baliho di depan Surya Motor, dan baliho Pasar Gayam.

Bencana angin kencang juga membuat sejumlah kerusakan. Atap rumah warga perumahan Gayam dan warga Desa Ampelsari, beterbangan. Satu rumah di Kelurahan Semarang, dikabarkan roboh.

Arief menyampaikan, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono langsung meluncur ke lokasi kejadian dan memimpin evakuasi. Juga sejumlah pejabat lainnya. Seperti  Kapolres, Dandim, Kepala Kejaksaan, dan Ketua DPRD. (ali/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Desak Tutup Perlintasan Kereta Sebidang

SEMARANG – Banyaknya kasus kecelakaan maut di perlintasan Kereta Api (KA) sebidang di Jateng harus menjadi perhatian serius. DPRD Jateng meminta pemerintah bertanggungjawab untuk...

Menyusuri Kehidupan Keluarga SBY Selama Mendampingi Memo di Singapura

Singapura akan terpatri kuat dalam ingatan keluarga SBY. Di sanalah Ani Yudhoyono meninggal setelah empat bulan bergulat melawan kanker darah. DINARSA KURNIAWAN, Singapura — SEJAK Februari lalu,...

Jateng Menuju Wilayah Bebas Korupsi

SEMARANG – Pemprov Jateng terus berupaya mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Bahkan, delapan unit kerja pelayanan...

Tepis Anggapan Wani Piro

TEMANGGUNG—Anggapan wani piro yang berkembang di tengah masyarakat ketika mendaftar rekrutmen anggota Polri, ditepis oleh Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwa. Maesa menjamin, tidak ada...

Truk Terguling di Jalur Tengkorak

PURBALINGGA – Sebuah truk bermuatan bahan baku triplek mengalami kecelakaan tunggal di jalur tengkorak Dukuh Bayeman, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Senin (6/11)...

Belum Semua Syarat Terpenuhi

Ketika melihat atau mengetahui ada sesuatu yang tidak benar, misal mengenai riwayat sekolah DCS ini, bisa disampaikan kepada kami. Lewat surat, ataupun email. Joko Purnomo Ketua...