33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

60 Persen Truk Angkutan Melanggar Tonase

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG–Sebanyak 60 persen dari sekitar 1.000 angkutan barang yang melintas setiap hari di Jembatan Timbang Subah, terbukti melanggar batas tonase. Meski satu muatan sumbu terberat (MST) kendaraan yang diatur Undang-Undang Jalan No 38/2004 hanya 10 ton. Akibatnya, jalan nasional Pantura Jawa Tengah tersebut kerap rusak parah.

Hal tersebut terungkap saat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaktifkan kembali Jembatan Timbang, salah satunya di Subah di Kabupaten Batang. “Namun kini berubah nama menjadi Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), dengan pengawasan yang lebih ketat. Nantinya, kendaraan berat yang melebihi tonase akan diturunkan muatannya, setelah hasil penimbangan melebihi tonase,” kata Kepala Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Subah, Kabupaten Batang, Arif Munandar.

Menurutnya, sebagai jalur utama logistik nasional, jalur pantura memang kerap dilintasi kendaraan logistik yang membawa muatan melebihi ketentuan. “Sesuai dengan surat perintah Dirjen Perhubungan Darat, kami telah resmi memiliki tugas pelaksana Standar Operasional Prodedur (SOP) pada penyelenggara penimbangan kendaraan bermotor di jalan, namun tetap dengan melihat kondisi sosial masyarakat,” ucapnya, Rabu (8/11) kemarin.

Ditegaskan bahwa pihaknya berhak melakukan penindakan tilang apabila terbukti melanggar SOP seperti kelebihan muatan, salah modifikasi kendaraan dengan prosedur uji mutu, buku kir mati, tata cara muat, dan kendaraan laik jalan,” tandasnya.

Diungkapkan pula, bahwa saat mulai dioperasikan, terbukti hampir 60 persen per 1.000 kendaraan yang melintas Jembatan Timbang terbukti melanggar tonase yang ditetapkan, sehingga langsung dapat tilang. Namun saat ini hanya diberikan berupa surat bukti pelanggaran atau tilang saja.

“Hampir rata-rata setiap 1.000 angkutan yang kami timbang, 60 persen terbukti melanggar batas tonase jalan Pantura. Sehingga terpaksa kami tilang sesuai SOP, namun sementara hanya tilang, barang muatan belum bisa kami sita,” jelasnya.

Adapun terkait dengan penegakan hukum menurunkan barang-barang bermuatan lebih, katanya, penegakan hukum tersebut akan disesuaikan dengan kondisi jembatan timbang dan kecukupan sumber daya manusianya.

“Sebenarnya kami ingin menegakkan aturan sesuai dengan SOP. Namun saat ini hanya bisa melakukan sanksi tilang pada pengemudi. Namun tidak menahan angkutan barang, karena terbatasnya SDM dan SDA-nya,” katanya.

Kendati demikian, kata dia, jika nantinya UPPKB Subah sudah memiliki tempat parkir yang luas serta tenaga kerja yang cukup, bisa saja angkutan barang yang melanggar ketentuan tonase akan diberikan tindakan tegas yaitu menahan muatan yang berlebih. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Geliat Driver Ojek Perempuan di Kota Semarang

Dulu driver ojek hanya didominasi kaum pria. Namun kini kaum hawa pun banyak yang menekuni pekerjaan ini. Apalagi setelah marak ojek berbasis aplikasi alias...

Melongok Purwarupa Mobil Listrik Made In Untidar

Universitas Tidar (Untidar) resmi meluncurkan purwarupa mobil listrik Elang Untidar pada gelaran Magelang Fair 2017 di Alun-Alun Kota Magelang yang berlangsung sejak Sabtu (6/5)...

PKPI Tak Lolos Verifikasi KPU

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) terancam tidak ikut Pemilu 2019 di Kota Magelang. Partai yang didirikan oleh mantan Gubernur DKI...

Menang di Provinsi Rp 7,5 Juta, Nasional Rp 10 Juta

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang memberikan penghargaan kepada para atlet berprestasi. Ratusan juta dikucurkan untuk mengapresiasi atlet-atlet yang menjuarai berbagai even tingkat provinsi...

Tawarkan Anggaran Berbasis Lingkungan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Buku berjudul Menuju Green Budgeting yang ditulis Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih dibedah dalam acara “Safari gerakan nasional pembudayaan kegemaran...

PKB Buka Posko Pengaduan

KENDAL-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kendal membentuk Posko Pengaduan Pelanggaran Seleksi Perangkat Desa. Hal itu dilakukan untuk menyikapi berbagai isu yang muncul, yakni adanya...