33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Puluhan Warga Kemetul Blokade Pembangunan Tol

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

UNGARAN–Puluhan warga Desa Kemetul Kecamatan Susukan memblokade pembangunan tol Semarang–Solo ruas Salatiga–Boyolali, Selasa (7/11) kemarin. Blokade tersebut sebagai aksi protes warga setempat terhadap pembangunan ruas tol karena tidak dibuatkan akses jalan menuju sawah mereka. Aksi blokade dilakukan dengan memasang pagar bambu.

Menurut Kades Kemetul, Agus sudibyo, sejak dimulainya pengerjaan proyek tol warga kehilangan akses jalan menuju sawah. Selain itu, tanaman mereka mengalami kerusakan. “Warga juga menemukan indikasi penyerobotan tanah warga oleh kontraktor,” ujar Agus.

Akibatnya, beberapa kendaraan berat tidak bisa masuk ke dalam lokasi proyek pembangunan tol. Dalam aksinya, warga menuntut dibuatkan akses jalan menuju sawah yang tertutup proyek jalan tol. Sedangkan saat ini, warga harus jalan memutar sejauh dua kilometer untuk menuju sawahnya.

Karena itulah, dalam tuntutannya, warga meminta ganti rugi dampak pembangunan jalan tol yang membuat produktivitas sawah seluas 32 hektare di sekitar proyek turun hingga 40 persen. “Kerugian warga mencapai Rp 400 juta akibat gagal panen,” tuturnya.

Kegagalan panenan warga disebabkan kurangnya irigasi dan debu yang merusak tanaman padi. Adanya indikasi penyerobotan tanah terlihat dari batas jalan tol dengan pagar sawah yang ternyata mundur. “Patok yang memasang dari kontraktor, kalau bisa dikembalikan seperti yang seharusnya,” ujarnya.

Akibat penutupan lokasi pembangunan tol sepanjang satu kilometer tersebut, pengerjaan proyek menjadi terhambat. Para pekerja proyek yang sedang menggarap pekerjaan tanah terpaksa meninggalkan lokasi. Sementara pihak kontraktor berusaha mengakomodasi keinginan warga. Ganti rugi pertanian dan penggantian akses jalan sedang dalam proses pembahasan.

Humas PT Waskita Karya, Wisnu Dwi Ananta sebagai kontraktor proyek mengatakan keputusan ganti rugi tersebut harus melalui mekanisme. Dimana pengajuan ganti rugi harus ke Solo Ngawi Jawa (SNJ). “Dari SNJ, baru ke kami. Dan kami pasti akan mengerjakannya,” ujarnya.

Diakuinya, hingga saat ini memang belum turun terkait dana ganti rugi tersebut. Wisnu mengklaim jika belum turunnya anggaran tersebut lantaran surat resmi dari Bupati Semarang belum dia terima. “Sudah ditindaklanjuti, cuma dari pihak pimpinan. Saya ini seksi. Dari induk belum ngasih jawaban ke kami. Sehingga masih dalam proses semua,” katanya.

Terkait mundurnya batas lahan, lanjutnya, pihak kontraktor sudah menegur subkontraktor yang memasang pagar melebihi patok batas tanah. Mereka juga siap membongkar pagar tersebut. Sementara warga akan terus bertahan menutup akses pembangunan jalan tol hingga ada kepastian mengenai tuntutan mereka. Warga siap membuka kembali akses, jika tuntutan mereka diperhatikan. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Pemuda Lintas Agama, Deklarasikan Cinta Damai

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA–Sedikitnya 250 pemuda lintas agama di Kota Salatiga mendeklarasikan Kebhinnekaan dan Kota Salatiga Cinta Damai di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Sabtu sore...

Pulang Kerja, Gadis Cantik Disiram Air Keras

BATANG - Seorang petugas magang bagian apotek di RSUD Batang, Nur Asriyah, 22, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Korban yang...

Tutuk Klaim Libatkan 40 Terdampak BRT

SEMARANG - Meski sempat mendapat penolakan dari paguyuban sopir angkutan kota (angkot) dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang, Bus Rapid Transit (BRT) Trans...

Nikmatnya Durian Ketan di Pinggir Jembatan Batu

Jembatan batu di sebelahku diam Pancuran bambu kecil memercikkan air Menghempas di atas batu hitam Merintih menikam sepi pagi RADARSEMARANG.COM - Potongan lirik lagu Ebiet G. Ade itu...

Guru Jangan Hakimi Siswa

RADARSEMARANG.COM - SESUNGGUHNYA manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam keadaan suci. Namun setelah anak dewasa dan mengenal lingkungannya, terkadang perilaku atau sikap...

PNS Diimbau Tak Gunakan Gas Melon

TEMANGGUNG—Gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) atau terkenal dengan sebutan gas melon, diperuntukan bagi warga miskin. Karena itu, warga berkecukupan seperti Pegawai Negeri...