33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Ngotot UMK Sebesar Rp 2.754.865, Aliansi Buruh Wadul Dewan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Ratusan buruh yang mengatasnakanakan sebagai Aliansi Buruh Kota Semarang mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang untuk melakukan audiensi tentang penentuan besaran usulan upah minimum kota (UMK) Kota Semarang, Selasa (7/11) petang.

Perwajukan buruh ini mendesak kepada wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD untuk memberikan rekomendasi dan usulan besaran UMK dari Serikat Buruh Kota Semarang kepada Wali Kota Semarang untuk diusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah , dengan besaran Rp 2.754.865, yang disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak (KHL) di Kota Semarang ditambah dengan prediksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Tuntutan UMK kami merupakan hasil survei bulan Januari hingga bulan September ini, yang dilakukan oleh seluruh Dewan Pengupahan dari Unsur Buruh. Hasilnya  Rp 2,5 juta dan ditambahkan prediksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi Rp 2,7 juta,” kata Karmanto, perwakilan Aliansi Buruh Kota Semarang, usai mediasi.

Menurutnya, formula perhitungan yang dilakukan pemerintah untuk menetapkan UMK yakni PP 78/2015 sudah tidak relevan lagi digunakan, apalagi bagi kota seperti Semarang dengan UMK yang hanya Rp 2,125 juta pada tahun ini, akan semakin tertinggal dengan UMK kota besar lain seperti Surabaya, Jakarta dan bandung.

“Perhitungan yang dilakukan tidak sesuai dengan KHL yang ada di lapangan, sebelumnya kami telah melakukan survey KHL setiap bulan di tahun ini, dengan terpenuhnya kebutuhan, dan ternyata hasilnya jauh di atas penghitungan yang menggunakan formulasi PP 78,” keluhnya.

Menurut Karmanto, KHL yang dijadikan perhitungan para buruh untuk penatapan UMK, meliputi kebutuhan makan dan minum, kebutuhan sandang kebutuhan perumahan, kebutuhan kesehatan, kebutuhan pendidikan, kebutuhan transportasi, kebutuhan rekreasi dan tabungan. “Kami mengira dengan perhitungan penetapan UMK menggunakan PP 78 tahun 2015 tidak sejalan dengan amanat UUD 1945 dan UU Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003, dimana setiap pekerja atau buruh berhak memperoleh penghasilan yang layak bagi kemanusiaan,”ucapnya.

Perwakilan buruh ditemui  Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wiwin Subiyono, Wakil Ketua Komisi D, Anang Budi Utomo, Anggota Komisi D, Rohaini.

“Dari DPRD akan membuat rekomendasi ke Wali Kota Semarang, intinya kami mendukung dan mempertimbangkan tuntutan dari aliansi buruh,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo.

Menurut Anang, pertimbangan tersebut dilakukan lantaran pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang melebihi laju pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi dan nasional, sehingga perhitungan penentuan UMK dengan aturan lama tidak cocok dengan kebutuhan rakyat.

“Kalau hitungannya masih yang lama, tentu besaran UMK di Semarang akan tertinggal dari kota lainnya, jadi kami mendukung dan akan memberikan rekomendasi agar tuntutan buruh bisa diakomodir,” ucapnya. (den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Waspadai Titik Rawan Banjir dan Longsor

BATANG-Banyak wilayah di Kabupaten Batang terancam bencana banjir dan longsor. Sebanyak lima kecamatan rawan terkena bencana banjir adalah Kecamatan Batang terutama Batang Kota, Kandeman...

Mobil Kadishub Pekalongan Digembok

SEMARANG - Mobil Daihatsu Terios warna hitam berpelat merah G 24 A terjaring operasi penertiban parkir yang dilakukan tim Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang...

Bulan Madu Tunggu Selesai Hukuman 2 Tahun

RADARSEMARANG.COM - Pernikahan adalah momen sakral yang selalu dikenang. Tapi, bagaimana jika momen pernikahan itu digelar di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas)? Setidaknya itu yang...

BSB Village Manjakan Konsumen

SEMARANG – Bukit Semarang Baru (BSB) Village kembali menghadirkan klaster baru yakni Auro Spring. Produk baru tersebut dijual dengan harga yang relatif terjangkau mulai...

Technopreneurship Jadi Tantangan

SEMARANG - Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dikukuhkan Prof Edi Noersasongko, sebagai guru bsar dalam bidang Technopreneur Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Udinus,...

PDAM Perluas Jaringan

UNGARAN –PDAM Kabupaten Semarang melakukan perluasan jaringan ke pelanggan dan meningkatkan pelayanan ke masyarakat. Perluasan jaringan khusus ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Sebanyak 1.500...