33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Terkendala Batas Wilayah Kota

Perubahan Perda RTRW Magelang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG—Rencana DPRD Kota Magelang untuk merevisi dan membuat perubahan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menemui kendala. Sebab, perubahan Perda tersebut mencakup pula detail wilayah perbatasan. Padahal, hingga kini polemik terkait perbatasan Kota Magelang belum tuntas.

“Jika masalah perbatasan antara Kota Magelang dan Kabupaten Magelang belum selesai, sulit rasanya melakukan penyesuaian. Kami sadari, untuk Raperda RTRW agak sulit dibanding Raperda lain yang sudah dibahas,” kata Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno, kepada sejumlah wartawan, Senin (6/11) kemarin.

Budi menjelaskan, soal perbatasan menjadi salah satu syarat penting untuk melakukan revisi Perda Nomor 4 tahun 2012 tentang RTRW di Kota Magelang tahun 2011-2031. Udi—panggilan intim Budi Prayitno—mengatakan, perbatasan menjadi sangat krusial dan penting, karena menyangkut proses rencana detail tata ruang kabupaten/kota (RDTR).

“Proses perizinan penetapan detail tata ruang dalam kawasan perbatasan pun erat kaitannya dengan kewilayahan daerah bersangkutan.” Semisal, kata Udi, ada bangunan di daerah perbatasan, maka bangunan itu menjadi wewenang siapa, untuk mengeluarkan perizinan. “Maka, harus jelas dulu, baru nanti bisa diketok untuk disahkan menjadi regulasi baru.”

Udi menyampaikan, permasalahan perbatasan hingga kini masih tarik ulur.

Padahal, revisi Perda RTRW mendesak dibutuhkan, untuk bisa memetakan wilayah di Kota Magelang. “Jika semua aspek dalam penyusunan Perda Perubahan RTRW sudah terpenuhi, namun soal batas kawasan perbatasan belum beres, maka perubahan Perda tidak akan bisa dilanjutkan,” kata Udi.

Sebab, lanjut dia, pasti akan ada suatu persetujuan yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) jika syarat kesepakatan antarperbatasan sudah selesai. “Karena persetujuan dari BIG juga menentukan.”

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, Pemkot Magelang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) mengusulkan adanya perubahan payung hukum penataan ruang dan wilayah. Revisi tersebut cukup penting, mengingat pertumbuhan kota yang terus berkembang.

Plt Kepala DPU-PR Kota Magelang, Ch Yonas Nusantrawan Bolla mengatakan, perubahan dinamika yang terjadi meliputi banyaknya alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang. Seperti zona industri menjadi pergudangan/perdagangan, dan jasa. Kemudian, penetapan Universitas Tidar (Untidar) sebagai universitas negeri dan kedudukan Kota Magelang sebagai pusat kegiatan wilayah. (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Apresiasi untuk Sosok-Sosok Hebat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Permainan lighting yang menawan, disertai atraksi pertunjukan drum light menandai Malam Puncak Anugerah JAwa Pos Radar Semarang, Jumat (11/5) malam, di Ballroom Hotel...

Desak Usut Keterlibatan Sriyono

“Kami meminta pemberi amplop dari notaris diperiksa semua, jelas ada dugaan ikut berperan, sehingga pungli terus terjadi.” John Richard Latuihamallo - Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI)...

Harga Stabil, Penjualan Naik Signifikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Penjualan elektronik hingga akhir tahun 2017 meningkat signifikan. Hal ini dikarenakan banyak program menarik yang ditawarkan produsen elektronik dalam upaya meningkatkan...

Lima Kelurahan Masih Terendam

SEMARANG - Gejala alam siklon tropis yang dikenal dengan nama Badai Cempaka dan Dahlia belakangan ini menjadi perhatian banyak pihak. Sebab, dampaknya mengakibatkan banjir...

Dewan Minta Dinas Kesehatan Peka

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG  – DPRD Kota Magelang meminta Dinas Kesehatan Kota (DKK) agar lebih peka dalam menanggapi laporan kejadian luar biasa (KLB) wabah demam berdarah (DB)....

Menciptakan Budaya Kerja Industri di SMK

RADARSEMARANG.COM - SESUNGGUHNYA pendidikan merupakan pembudayaan (encultural), suatu proses untuk mentasbihkan seseorang mampu hidup dalam suatu budaya tertentu. Konsekuensi dari pernyataan ini, maka praktik...