33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Saat Nge-DJ Pernah “Ditawar’ Om-Om Rp 6 Juta

Ceicilia Novita Prameswari, Advokat yang Juga Disc Jockey (DJ)

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Dua profesi yang dijalani Ceicilia Novita Prameswari ini cukup unik. Ia tidak hanya seorang advokat, namun juga berprofesi sebagai disc jockey (DJ). Seperti apa?

JOKO SUSANTO

 CEICILIA Novita Prameswari kerap mendampingi perkara hukum baik pidana umum maupun kasus korupsi yang dialami kaum marjinal. Saat ini, ia aktif di kantor Law Office Yosep Parera and Partners. Vita –sapaan akrabnya—telah lulus ujian sebagai pengacara di organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan lulus Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Ia tinggal menunggu penyumpahan di Pengadilan Tinggi (PT) Jateng.

Selain menjadi advokat, gadis kelahiran Semarang, 28 November 1990 ini cukup popular sebagai DJ di Kota Lunpia. Profesi itu ia jalani sejak masih kuliah di Fakultas Hukum (FH) Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang.

Di hiburan malam, Vita populer dengan nama DJ Queen Viee. Ia pernah tampil di sejumlah klub dan kafe, di antaranya Liquid, E-Plaza, SLS Solo, Residance, 123 Novotel, X-Point dan lainnya. Putri bungsu dari 2 bersaudara pasangan Joko Soehardjono dan Maria Sulistyaningrum ini mengaku biasanya ia menggunakan mekanisme kontrak selama 1 bulan dan terkadang sekali event dalam pertunjukannya. Ia juga mengaku merupakan tipikal wanita yang suka musik, sehingga apabila ingin tidur harus terlebih dahulu mendengarkan musik.

Ia mengaku, belajar nge-DJ pada 2013 di RED DJ Jalan Erlangga Semarang selama 3 bulan. Setelah itu, DJ wanita ini tampil perdana di Kafe Vegas Plampitan.  “Saya memang suka dunia musik, makanya daripada joget-joget doang kalau ke klub, mending aku di atas sebagai pemandu musiknya. Dari situlah, saya mulai belajar nge-DJ,” kenang Vita kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (6/11).

Setelah memiliki kemampuan nge-DJ, sejumlah tawaran job pun datang. Apalagi DJ wanita dinilai langka. “Kali pertama tampil cuma diberi honor Rp 300 ribu, waktu itu seneng banget, perlahan ada yang kontrak selama 1 bulan diberi honor RP 750 ribu per hari. Pernah juga sehari tampil di event dapat Rp 1,8 juta bersih, hotel dan sebagainya ditanggung panitia,”kenangnya.

Alumni FH Untag 2015 ini bersyukur dari jerih payah tersebut, honornya bisa ditabung. Ia mengaku bukan tipikal gadis yang mudah menghabiskan duit. Vita juga senang setiap tampil menggunakan kostum bebas.

Dia mengaku pernah memiliki pengalaman tak terlupakan saat tampil nge-DJ tanpa didampingi sahabatnya. Saat itu, ada seorang pria dewasa alias om-om datang langsung ke hadapan panggung DJ. Tanpa rasa sopan, om-om itu langsung ‘menawar’ dirinya Rp 4 juta hingga naik menjadi Rp 6 juta dengan isyarat jari.

“Awalnya aku ndak ngeh tentang tawaran itu, baru saya tanya MC. Ternyata bapaknya itu kalau mabuk memang suka nawar-nawar cewek. Di situlah aku sampai drop dan jengkel. Usai acara aku langsung merenung, ternyata dunia malam sampai mengerikan begitu,”kenangnya.

Perlahan-lahan ia mulai bisa menerima hidup di dunia hiburan malam. Baginya terpenting saat manggung, harus bisa mengontrol saat ada tawaran minum (alkohol, Red), karena ia memang berpegang teguh saat di atas panggung tidak akan pernah minum. Namun begitu usai acara, untuk menghormati fans biasanya ia bersedia minum walau sedikit, dan tetap selalu mengontrol agar tidak sampai mabuk.

“Kalau tampil di panggung, kemudian mabuk pasti musik yang akan didengerkan ndak pas dan pasti berantakan. Makanya, kalau diajak minum, saya menolak halus. Kalau dikasih minum botol atau gelas kecil saya katakan nanti saja usai acara, yang penting tetap jaga keramahan dengan pengunjung,”katanya.

Bukan hanya itu saja, pengalaman lain yang dirasakan Vita adalah pernah ada razia Polisi Militer (PM) di klub tempatnya perform, hingga semua aktivitas musik langsung berhenti, dan semua pengunjung kalang kabut. Sama juga ketika ada razia Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, saat itu juga lampu langsung dinyalakan.

Ia mengaku, setiap kali tampil, sekitar 1 jam. Dalam dunia malam, diakuinya, pandangan negatif dari masyarakat memang selalu ada. Sehingga ia selalu berpedoman dalam hidup tetap selalu berbuat baik. Ia menilai, sebenarnya, setiap orang tidak perlu jadi DJ sekalipun, juga banyak tercebur dalam dunia narkoba, termasuk hamil duluan, sehingga menurutnya semua tetap kembali kepada individunya.

“Nanti dilihat saja ending-nya. Saya sampai sekarang juga masih steril, sekalipun masyarakat banyak mengecap buruk tentang DJ. Tapi wajar saja namanya kerja dunia malam secara refleks pasti ada tanggapan negatif, terpenting semua kembalikan ke individu masing-masing,”tandasnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siapkan Rp 1 M Untuk Ahli Waris

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Dinas Sosial, memberikan santunan kematian kepada ahli waris sebesar Rp 1,9 miliar. Santunan kematian yang diberikan kepada...

Harga Beras Naik Jelang Natal

KENDAL - Harga beras di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir. Kenaikan harga hampir disemua jenis beras, berkisar Rp 1.000 hingga Rp...

Top Skor Liga Libanon Merapat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perburuan pemain untuk menghadapi putaran kedua Liga Indonesia terus dilakukan oleh tim PSIS Semarang di masa bursa transfer saat ini. Tim...

Tanggap, Tanggon, Trengginas

MAGELANG–Semakin tingginya intensitas hujan yang berpotensi terjadinya bencana alam, baik banjir maupun bencana alam lainnya, membuat satuan Kepolisian Resort Magelang Kota bersiap.  Seluruh jajaran...

Fokus Budidayakan Padi Organik

TUNTANG – Desa Asinan, Kecamatan Tuntang, dorong masyarakat untuk menghasilkan padi organik. Bukan tanpa sebab, padi organik dinilai dapat memberikan manfaat kepada orang yang...

Cegah Sabotase, Cek Rel Kereta Api

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat pada masa liburan Natal dan Tahun Baru ini. Untuk memastikan...