33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Ratusan Tumpeng Dikirab, Gunungan Diperebutkan

Tradisi Saparan di Lereng Merbabu

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Tradisi Saparan di lereng gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, masih begitu kuat. Ratusan warga, secara swadaya, membuat tumpeng sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

RATUSAN tumpeng milik warga dikirab dan didoakan bersama-sama. Prosesi arak tumpeng dan ingkung, dipimpin oleh seorang seniman bernama Agus Merapi. Membawa dupa, Agus berada di depan. Di belakangnya, ratusan ibu berjalan sembari membawa aneka gunungan tumpeng nasi dan sayuran.

Arak-arakan melewati jalan utama yang menghubungkan Magelang-Boyolali sampai perbatasan wilayah Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Warga lantas kembali lagi menuju kampung yang berada di kaki gunung Merbabu.

Usai diarak, tumpeng dan inkung yang jumlahnya sekitar 300-an itu, diletakkan di pertigaan jalan desa untuk kembali didoakan. Selesai doa, nasi tumpeng dan ingkung dimakan bersama-sama. Sedangkan untuk gunungan, direbutkan oleh warga, terutama anak-anak.

Kepala Dusun Sanden, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Padi, 33, mengatakan, tradisi Saparan digelar selama dua hari. Ada sekitar 300 ingkung, nasi tumpeng, dan jajan pasar. Saparan merupakan tradisi warga yang sudah dilakukan sejak nenek moyang. Malamnya, warga menggelar pertunjukan kesenian tradisional, Tayub. Panitia juga mendatangkan ledek dari Wonosobo.

Padi menyampaikan, tradisi Saparan digelar sebagai rasa syukur warga atas melimpahnya hasil panen sayur-sayuran yang selama ini menjadi penghasilan utama masyarakat setempat.

“Ini salah satu wujud syukur warga atas melimpahnya hasil tanaman sayuran. Karena setiap hari, sekitar 8 ton sayuran hasil panen warga, baik sayur wortel, kobis, tomat, cabai, dan sayuran lainnya,” katanya.

Kata Padi, mayoritas warga merupakan petani. Mereka menaman sayuran seperti wortel, kobis, kacang, cabai, dan tomat. “Warga kami ada sekitar 500 orang jiwa, dari 183 Kepala Keluarga (KK), mayoritas petani sayuran.”

Seniman yang juga pelaku ritual, Agus Merapi menambahkan, ritual Saparan sekaligus memperingati erupsi Merapi pada November 2010 silam. Harapannya, dengan kirab ini, selain menjaga tradisi, juga mengingatkan warga pada alam. Sebab alam telah memberikan manfaat besar bagi warga. “Melalui ritual ini, kita mengingatkan warga agar tetap menjaga dan melestarikan alam.” (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Perda Perdes dan Kades Akan Direvisi

DEMAK-Badan Legislasi (Baleg) DPRD Demak bersama pemkab sepakat merevisi Perda Nomor 6 dan Perda Nomor 7 tentang perangkat desa (perdes) dan kepala desa (kades). Ketua...

Perawatan Paling Aman ke Spesialis Ortodontis

RADARSEMARANG.COM - MARAKNYA penggunaan kawat gigi atau behel, rupanya tukang gigi pun ikut meraup untung dengan membuka jasa pemasangan behel. Selain itu, masyarakat kini...

Peminat Angkutan Laut Makin Minim

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, dua tahun belakangan penumpang moda angkutan laut mengalami penurunan. Diperkirakan, penumpang mulai beralih ke angkutan...

Rumah Ludes Dilalap Api

MAGELANG –Suhadi, 77, warga Kampung Jambon Wot RT 06 RW 06 Cacaban, Magelang Tengah, Kota Magelang harus kehilangan rumahnya akibat habis dilumat si jago...

Sisipkan Pesan Keberagaman dan Kesetiaan

SEMARANG – Sekuel kedua film Ayat-Ayat Cinta (AAC) akhirnya resmi diluncurkan setelah AAC 1 pada tahun 2007 lalu. Film AAC 2 yang diangkat dari...

Flank Dilawan dengan Flank

BEKASI – Kekalahan menyakitkan di laga perdana babak 8 besar dari Martapura FC perlahan mulai dilupakan penggawa Persis Solo. Mereka kini fokus menatap dua...