33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Ratusan Tumpeng Dikirab, Gunungan Diperebutkan

Tradisi Saparan di Lereng Merbabu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Tradisi Saparan di lereng gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, masih begitu kuat. Ratusan warga, secara swadaya, membuat tumpeng sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

RATUSAN tumpeng milik warga dikirab dan didoakan bersama-sama. Prosesi arak tumpeng dan ingkung, dipimpin oleh seorang seniman bernama Agus Merapi. Membawa dupa, Agus berada di depan. Di belakangnya, ratusan ibu berjalan sembari membawa aneka gunungan tumpeng nasi dan sayuran.

Arak-arakan melewati jalan utama yang menghubungkan Magelang-Boyolali sampai perbatasan wilayah Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Warga lantas kembali lagi menuju kampung yang berada di kaki gunung Merbabu.

Usai diarak, tumpeng dan inkung yang jumlahnya sekitar 300-an itu, diletakkan di pertigaan jalan desa untuk kembali didoakan. Selesai doa, nasi tumpeng dan ingkung dimakan bersama-sama. Sedangkan untuk gunungan, direbutkan oleh warga, terutama anak-anak.

Kepala Dusun Sanden, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Padi, 33, mengatakan, tradisi Saparan digelar selama dua hari. Ada sekitar 300 ingkung, nasi tumpeng, dan jajan pasar. Saparan merupakan tradisi warga yang sudah dilakukan sejak nenek moyang. Malamnya, warga menggelar pertunjukan kesenian tradisional, Tayub. Panitia juga mendatangkan ledek dari Wonosobo.

Padi menyampaikan, tradisi Saparan digelar sebagai rasa syukur warga atas melimpahnya hasil panen sayur-sayuran yang selama ini menjadi penghasilan utama masyarakat setempat.

“Ini salah satu wujud syukur warga atas melimpahnya hasil tanaman sayuran. Karena setiap hari, sekitar 8 ton sayuran hasil panen warga, baik sayur wortel, kobis, tomat, cabai, dan sayuran lainnya,” katanya.

Kata Padi, mayoritas warga merupakan petani. Mereka menaman sayuran seperti wortel, kobis, kacang, cabai, dan tomat. “Warga kami ada sekitar 500 orang jiwa, dari 183 Kepala Keluarga (KK), mayoritas petani sayuran.”

Seniman yang juga pelaku ritual, Agus Merapi menambahkan, ritual Saparan sekaligus memperingati erupsi Merapi pada November 2010 silam. Harapannya, dengan kirab ini, selain menjaga tradisi, juga mengingatkan warga pada alam. Sebab alam telah memberikan manfaat besar bagi warga. “Melalui ritual ini, kita mengingatkan warga agar tetap menjaga dan melestarikan alam.” (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkot Kerepotan Pindah PKL Barito

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pembongkaran kios Pedagang Kaki Lima (PKL) dan hunian liar di tiga kelurahan di sepanjang Jalan Barito terus berlarut-larut. Saat ini, masih...

Apresiasi untuk Perempuan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Distributor resmi kendaraan Mitsubishi Motors di Indonesia PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dan PT Sun Star Motor Wonosobo...

Kurator Mulai Dimintai Keterangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Laporan pidana terhadap dua petinggi perusahaan jamu legendaris asal Semarang yang sudah pailit di tangan pengusaha jamu asal Sukoharjo, Bambang Hendrianto...

Modal dari Tabungan, Omzet Rp 1 Juta per Hari

Saat ini, Ricky Sanjaya dan Kevin Dendy tengah menimba ilmu di Jakarta. Namun sejak awal tahun ini, ia membuka bisnis kuliner bola ubi kopong...

Mundur Jika Tidak Dapat Kursi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Semarang Suryanto optimistis mampu membawa Hanura memperoleh kursi di DPRD Kota...

Evaluasi Rekomendasi Normalisasi Sungai

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) berjanji mengevaluasi terbitnya sejumlah rekomendasi normalisasi sungai di wilayah gunung Merapi. Hal itu dilakukan pascabencana longsor...