33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Pengawasan Harus Diimbangi Kemudahan Pelaporan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN – Pengawasan terhadap penyelenggaraan Pilgub Jateng juga harus diimbangi dengan mudahnya pelaporan pengawasan partisipatif. Hal itu dikatakan oleh Mantan Ketua Bawaslu Jateng, Juhana saat menjadi pembicara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di The Wujil Resort Ungaran, Senin (6/11).

Menurut Juhana saat ini peran pengawas partisipatif telah diberikan ruang yang luas. Hal tersebut tercermin dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 menyebutkan, bahwa partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan Pilkada.

“Jajaran pengawas Pemilu perlu konsen ketika sosialisasi dan ketika melaksanakan pengawasan. Intinya kemudahan mekanisme pelaporan harus diwujudkan,” katanya.

Mudahnya akses untuk melakukan pelaporan hasil pengawasan, diharapkan masyarakat tidak merasa direpotkan ketika hendak lapor. Hal itu akan berdampak dimana laporan kepada pengawas pemilu akan lebih mudah mengalir apabila ditemukan sebuah pelanggaran dalam Pilgub. Meski begitu, dalam pengawasan partisipatif oleh masyarakat juga harus didasari pemahaman ketentuan.“Diantaranya yaitu ketentuan syarat formil dan syarat materiil,” katanya.

Menurut Juhana, saat ini pengawas pemilu sudah memberikan akses yang terbuka kepada pengawas partisipati untuk memberikan pelaporan terkait temuan adanya pelanggaran dilapangan.“Bentuknya dengan call centre atau bisa juga dengan aplikasi tertentu yang dibangun pengawas Pemilu,” tuturnya.

Menurutnya, dalam hal pengawasan yang paling mendasar yaitu masyarakat. Selain sebagai pemberi suara, masyarakat memiliki peran sebagai pengawas di dalam pelaksanaan setiap pemilu tak terkecuali Pilgub Jateng. Dimana Pilgub Jateng merupakan pesta demokrasi yang akan digelar pada 2018 mendatang.

“Karena masih ada kendala bahwa jumlah pengawas yang terbatas. Di tingkat Desa/Kelurahan hanya ada satu dan Kecamatan ada tiga orang pengawas, sementara potensi pelanggarannya cukup terbuka,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, selain pelajar dan mahasiswa, ikut dihadirkan pula unsur perwakilan organisasi massa serta perwakilan masyarakat disabilitas. Salah satu peserta sosialisasi dari unsur masyarakat disabilitas yang juga Ketua Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia Kabupaten Semarang, Slamet Riyadi.

Slamet mengatakan ketika harus memilih dengan kuota kecil pihaknya mengaku tidak bermasalah dengan alat bantu pencoblosan bagi pemilih tuna netra.“Dengan itu, tanpa didampingi oleh siapapun kita bisa,” ujarnya.

Dalam hal ini kesulitan yang kerap terjadi dilapangan yaitu ketika memilih wakil rakyat dengan jumlah ratusan, bahkan jumlah partai yang banyak selama ini tidak ada bantu yang memandu tentang itu.

Dengan adanya kesulitan tadi, menurutnya, itu yang menjadikan warga disabilitas dan pemilih tuna netra tidak hadir dalam Pemilu. “Maka sudah selayaknya, penyelenggara Pemilu memikirkan hal itu,” ujarnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Minat Baca Masih Rendah

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Minat baca masyarakat di Jawa Tengah saat ini terhitung masih rendah. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi...

Pensiunan Kini Bisa Cicil Rumah di KPR

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pensiunan kini juga dapat menyicil rumah melalui sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal tersebut diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat dari berbagai lapisan...

Lomba Mewarnai Rambu Lalu Lintas Pecahkan Muri

KAJEN-  Tertib berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini. Sehingga angka kecelakaan, utamanya yang disebabkan human error bisa ditekan. Banyak cara yang dilakukan untuk mengenalkan...

Polisi Masih Kumpulkan Bukti

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dugaan kasus pencabulan yang terjadi di sebuah SD di Semarang Barat masih dalam penyelidikan Polrestabes Semarang. Petugas Perlindungan Perempuan dan Anak...

Gelandang Sriwijaya Curi Perhatian

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS kembali kedatangan pemain anyar. Gelandang Sriwijaya FC, Hapit Ibrahim telah merapat di latihan rutin tim berjuluk Mahesa Jenar di Lapangan...

Dorong Prioritas Pembangunan dan Tingkatkan Capaian Kinerja

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Magelang membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah 2017. Pembahasan di tingkat pansus masih terus...