33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Jateng Zona Merah Banjir-Longsor

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – DPRD meminta Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/kota lebih waspada menghadapi musim penghujan. Sebab, saat ini 30 daerah di Jateng rawan bencana baik bencana banjir maupun longsor. Dewan meminta upaya antisipasi sejak dini agar bisa meminimalisir atau bahkan bisa menekan korbannya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan Pemprov harus memetakan benar-benar daerah rawan bencana. Dengan begitu, antisipasi bisa dilakukan sejak dini. “Jateng masuk zona merah banjir dan longsor, ini harus menjadi perhatian serius,” katanya dalam Dialog Bersama Parlemen Jawa Tengah dengan tema “Pengendalian Banjir di Jawa Tengah” di Hotel Pandanaran, kemarin.

Ia menambahkan, bencana banjir saat ini terus mengalami pergeseran dari tahun ke tahun. Dulu banjir sering terjadi di daerah bawah atau cekungan, tetapi sekarang justru menyebar. Salah satu penyebabnya karena sumber resapan air yang mulai berkurang akibat pembangunan yang semakin gencar. “Harus ada upaya yang konkret agar bencana banjir dan tanah longsor tidak menjadi tradisi di Jateng,” tambahnya.

Dia tak menampik jika Pemprov maupun kabupaten/kota terus berupaya mengatasi persoalan tersebut. Diantaranya dengan membangun embung sebagai penampung air serta pengerukan sungai agar bisa menampung debit air sebagaimana mestinya. Tetapi berbagai upaya itu masih belum maksimal, mengingat kesadaran masyarakat akan sadar bencana juga masih minim. “Masyarakat harus diajak agar bisa sadar bahaya bencana, misalnya dengan jangan membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Air (PUSDA-PA) Jateng, Prasetyo Budi Yuwono mengaku sudah memetakan daerah rawan bencana. Setidaknya ada 30 daerah yang rawan banjir maupun longsor. Mulai dari Cilacap, Kebumen, Perworejo, Solo Raya sampai Demak dan Semarang. “Sebagian besar karena sedimentasi sungai yang tinggi. Makanya kami terus melakukan upaya dengan pengerukan dan memperbanyak kawasan resapan air,” tambahnya.

Ia menambahkan, perubahan tata guna lahan juga menyebabkan banjir dan bencana tanah longsor. Ia mengajak masyarakat tidak tutup mata melihat berbagai kondisi bencana yang terjadi. Masyarakat harus bisa menjaga dan melestarikan alam secara bersama. “Kami juga mengajak untuk resik kali dan memperbanyak drainase, sehingga resapan air banyak dan bisa menyerap air lebih besar,” tambahnya. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tunggakan PBB Rp 5,3 Miliar

SALATIGA - Nilai Pajak Bumi dan Bangunan-Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Salatiga yang belum tertagih hingga saat ini mencapai Rp 5,3 miliar. Tunggakan tersebut...

73 TKI Akhirnya bisa Pulang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 73 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jateng yang sempat ditahan di Malaysia akhirnya bisa pulang ke Tanah Air, Sabtu (31/3)...

PKB Ajukan Sembilan Kader

MUNGKID—Proses pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di DPC PDI Perjuangan mencapai klimaksnya dini hari kemarin. Hal itu ditandai dengan bergabungnya DPC PKB...

Ruwat Pasar Rejowinangun Agar Usaha Pedagang Lancar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Arak-arakan ruwat Pasar Rejowinangun berlangsung meriah Minggu (30/7) kemarin. Kegiatan yang diikuti 59 komunitas seni dan budaya di Magelang ini dimulai dengan...

Sepuluh Puskesmas Layani Tes IVA

UNGARAN – Sebanyak sepuluh puskesmas di Kabupaten Semarang disiapkan untuk melayani tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Hal tersebut untuk mencegah berkembangnya kanker...

Laporkan Penyidik ke Propam

SEMARANG - Penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Semarang Selatan dilaporkan oleh lembaga bantuan hukum Peradi Semarang ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah....