33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

GIF Berbau Pornografi Kesalahan Operator

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Baru-baru ini publik di media sosial (medsos) ramai menyoal adanya konten gambar animasi GIF di WhatsApp (WA) Sebetulnya WhatsApp telah lama menyediakan konten gambar GIF ini sebagai pendukung fasilitas tambahan untuk chatting. Tujuannya agar memudahkan komunikasi pengguna dan lebih ekspresif.

Namun belakangan ini fitur tersebut diketahui menyediakan konten berbau pornografi dan dianggap meresahkan warga. Pengguna tinggal mengetik kata kunci, misalnya menuliskan kata ‘sex’, maka akan muncul berbagai macam gambar bergerak dalam format GIF yang berbau seks’. Gambar tersebut langsung bisa dibagikan ke pengguna WA lain atau ke grup WA.  Hal ini mendapat respons masyarakat secara beragam. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diminta tegas dan cepat menindaklanjuti kasus tersebut dengan pemblokiran.

“Kominfo sebaiknya tegas, langsung blokir. Kalau mereka ingin membuka lagi, silakan ke Indonesia biar mereka paham hukum di negara kita,” kata Pakar Teknologi Informasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Sholichul Huda, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (6/11).

Dikatakanya, Kominfo pastinya memang hanya memantau lalu lintas dan fitur dari WhatsApp. Artinya, berhubungan dengan konten, biasanya mereka bertindak kalau ada laporan, karena mereka tidak mengawasi operasional WhatsApp sampai detail. “Kecuali kalau itu tampak mencolok pasti akan ditegur atau diblokir karena melanggar Undang-Undang Pornografi. Ya, ini pasti kesalahan operatornya sendiri,” ujarnya.

Penyelesaiannya, kata Huda, Kominfo bisa segera melakukan tindakan tegas. WhatsApp perlu ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. “Permasalahannya, konten ini sebetulnya kan sudah ada lama dan tidak menjadi masalah. Karena selama ini jarang orang memakai WhatsApp sampai menemui animasi porno. Begitu ada yang tahu langsung disebarkan lewat WhatsApp dari grup ke grup,” katanya.

Dikatakannya, sebetulnya konten seperti GIF tu dipandang pornografi bagi negara Asia, tetapi bagi negara pembuat WhatsApp sendiri itu bukan masalah. “Ini untuk pembelajaran semua pembuat aplikasi medsos, sebaiknya yang dibuat bisa diterima oleh adat semua masyarakat di dunia. Saya yakin dia membuat konten itu karena ingin menang dalam persaingan merebut pengguna medsos lainnya. Mereka tahu, bahwa konten itu tidak baik untuk anak, sehingga fiturnya di sembunyikan,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo seharusnya segera melakukan tindakan cepat. “Kemenkominfo harus segera menutup konten-konten yang membahayakan bagi generasi bangsa ini,” katanya.

Dia mengimbau agar para orang tua lebih berhati-hati mendampingi anak-anaknya di tengah era teknologi seperti saat ini. “Kewajiban orang tua untuk dapat mengawasi dan mengadakan pendampingan terhadap anak-anak yang bermain gadget. Orang tua harus bisa memantau konten-konten yang dibuka oleh anaknya. Termasuk memberikan pemahaman kepada anaknya. Selain itu juga para guru untuk memberikan arahan dan pembelajaran bagi siswanya,” pesannya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Semarang, Nana Storada mengatakan,  pihaknya masih terus mengikuti perkembangan dan arahan dari Kemenkominfo. “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang atau provinsi, serta Kemenag untuk memberi sosialisasi terhadap para siswa. Tujuannya, agar siswa dapat memilah informasi di era digitalisasi untuk kegiatan positif,” katanya.

Pihaknya mengaku mendorong Kemenkominfo untuk secepatnya bertindak sebagaiman yang telah disampaikan di sejumlah media. “Sekali dilihat bisa tersimpan di handphone anak-anak. Karena itu, agar orang tua dan guru di sekolah mengecek dan meminta membersihkan file-file tersebut apabila ada yang menyimpan,” ujarnya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

6.500 Mahasiswa Unnes Pelatihan Bela Negara

SEMARANG-Sebanyak 6.500 mahasiswa baru 2017 Universitas Negeri Semarang (Unnes), siap mengikuti Pelatihan Bela Negara selama tiga hari di Kompleks Rindam IV Diponegoro, Magelang. Mereka...

Hadapi Pilkada Tak Perlu Tegang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Masyarakat diminta untuk tidak tegang dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Jateng. Bahkan, masyarakat diharapkan untuk bersuka cita...

Pramuka Diminta Inovatif

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dilantik sebagai ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Batang, Bupati Batang Wihaji meminta pramuka harus inovatif. Apalagi saat ini teknologi sudah luar...

Pesta Miras, 8 Pemuda Diciduk

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Delapan pemuda yang asyik pesta minuman keras di simpang tiga Jalan Sriwijaya dan Jalan Tarumanegara Kota Magelang diciduk patroli aparat gabungan,...

Flyover Dremolen Dipantau

SLEMAN—Pengerjaan berbagai proyek infrastruktur mulai tol hingga flyover,  ditargetkan selesai pada H-7 Lebaran. Tujuannya, agar para pemudik bisa nyaman melakukan perjalanan. Penegasan itu disampaikan oleh...

Tri Handayanto Jadi Korban Pelampiasan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Taufik Al Hakim, terdakwa kasus penganiayaan hingga menyebabkan warga Pekunden, Semarang Tri Handayanto meninggal dunia diancam pasal berlapis di Pengadilan Negeri...