Bupati Ingatkan Bahaya Degradasi Patriotisme

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

WONOSOBO–Bupati Wonosobo Eko Purnomo membuka secara resmi Pendidikan Kader Bela Negara bagi calon peserta seleksi masuk Polri di aula Villa Oemah Nduwur Andongsili Mojotengah, Senin (6/11) kemarin. Hal itu sebagai tindak lanjut MoU atau nota kesepahaman antara Pemkab dengan Polres.

Bupati Eko Purnomo dan Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan menyematkan tanda pelatihan dan menyerahkan pakaian latihan kepada para peserta. Turut hadir, Waka Polres Kompol Umi Mariyati dan Wakil Ketua DPRD, M Albar.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Didik Wibawanto menyampaikan, kegiatan Pendidikan Bela Negara merupakan sosialisasi bagi calon peserta seleksi masuk Polri yang terpilih melalui seleksi oleh Tim Polres Wonosobo, beberapa waktu lalu.

Tercatat, ada 410 pelamar dan hanya diambil 60 orang. Dari 60 peserta yang lulus seleksi, satu di antaranya mengundurkan diri, karena diterima kerja di tempat lain. “Sehingga hanya diikuti oleh 59 orang, yakni 42 putra dan 17 putri. Semuanya rata-rata usia SMA.”

Dikatakan, kegiatan Pendidikan Bela Negara untuk meningkatkan kembali pemahaman tentang ketahanan bangsa bagi peserta. Juga menangkal ancaman tantangan gangguan dan hambatan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Bupati Eko Purnomo menyampaikan, kegiatan tersebut perlu dilakukan, mengingat bahaya degradasi patriotisme di kalangan masyarakat— termasuk di kalangan generasi muda—merupakan ancaman yang cukup serius.

“Hal ini harus diantisipasi dan ditangani dengan baik. Jika tidak, akan memunculkan kerusakan moral di tengah masyarakat dan terpecahnya persatuan dan kesatuan bangsa.” Bahkan, sambung bupati, tidak hanya akan kehilangan harga diri, namun juga kedaulatan bangsa. (ali/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -