33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Teh Herbal, Hilangkan Dahak, Atasi Gangguan Pernapasan

Inovasi Empat Siswa SMP Kebon Dalem, Hadirkan Teh Ji’dias

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Empat siswa SMP Kebon Dalem Semarang mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah, atas inovasinya menghadirkan Teh Ji’dias atau Teh Biji Adas. Keempatnya adalah Monica Putri, Florencia Cindy, Denny Setiawan dan Jasson. Seperti apa ?

AFIATI TSALITSATI

Biji adas merupakan salah satu tanaman yang kerap digunakan sebagai obat herbal atau obat tradisional. Kandungan antioksidan alami yang terkandung di dalamnya, dipercaya mampu menginduksi penyakit kanker, arterioskerosis hingga penuaan dini, yang disebabkan kerusakan jaringan karena oksidasi.

Monica menjelaskan, dari sejumlah buku referensi yang dibaca, kandungan lainnya yang ada di biji adas adalah cineole dan anetol, dapat menghilangkan dahak sehingga memperlancar saluran pernapasan. “Dengan demikian, beragam penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan seperti batuk hingga bronchitis dapat diatasi dengan mengonsumsi biji adas,” tutur Monica, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Oleh karena itulah, keempat remaja ini terdorong untuk membuat produk herbal berupa teh dari biji adas. Pemilihan teh untuk dipadukan dengan biji adas, karena budaya konsumsi teh masyarakat Indonesia yang tinggi. “Selain praktis, tinggal diseduh dengan air panas, sudah langsung bisa dinikmati,” sambung Florencia.

Dalam proses pembuatannya, cukup sederhana. Bahan utama, yakni biji adas tersebut ditumbuk hingga halus, sebelum kemudian dimasukkan ke dalam tea bag celup. Penggunaannya, cukup diseduh dengan air panas. Penambahan gula batu juga bisa dilakukan, untuk menambah cita rasa teh tersebut.

Kepala SMP Kebon Dalem, Sr Theresia Ratna Dewi PI mengungkapkan bahwa sekolahnya selalu mendukung siswa dalam upaya mengembangkan bakat dan ekspresi di bidang seni maupun akademik.

“Kami mendorong siswa agar mengangkat kearifan budaya lokal. Bisa dilihat dari penelitian yang dilakukan siswa. Di antaranya mengenalkan dan mengolah rempah-rempah khas Indonesia, untuk dimanfaatkan bagi kebaikan bersama,” paparnya.

Sebagai sekolah riset berkarakter choice, pihaknya berharap kepada para siswa bisa mengembangkan kreasi, imajinasi serta bakatnya. “Kami berharap dapat terus mendukung dan mengembangkan talenta serta bakat anak didik di berbagai bidang. Selain itu, bisa membentuk mental dan kepribadian yang percaya diri,” pungkasnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nelayan Kendal Masih Gunakan Pukat Harimau

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Meski sudah tidak ada yang menggunakan alat tangkap ikan cantrang, beberapa nelayan Kendal masih menggunakan pukat harimau. Hal ini karena pukat harimau...

RSJ Buka Layanan Rehabilitasi Napza

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof dr Soerojo Magelang meresmikan pengembangan layanan baru. Yakni layanan kesehatan jiwa, rehabilitasi napza dan rehabilitasi psikososial...

Terinspirasi Influencer dan Role Model

Pewarnaan rambut kini telah menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung penampilan secara keseluruhan. Trennya pun bergulir tiap musim. Kali ini giliran nuansa natural...

Dari Pegawai Bank ke Komisi Yudisial

RADARSEMARANG.COM - PELAKSANA tugas (Plt) Koordinator Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Wilayah Jawa Tengah, Feri Fernandes memiliki kisah yang sangat menginspirasi dalam perjalanan karirnya. Walaupun...

Sambut Imlek, Tay Kak Sie Bagikan Angpao

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Ribuan warga lanjut usia (lansia) kurang mampu di wilayah Kota Semarang, Minggu (4/2) kemarin, mendatangi Klenteng Tay Kak Sie untuk menerima angpao dan...

SMK Teuku Umar Lepas 182 Wisudawan/Wisudawati

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - SMK Teuku Umar Semarang melepas 182 siswa- siswi  pada acara  wisuda dan perpisahan yang dihadiri oleh para wisudawan dan orangtua di...