33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Sentra Industri, Basis Identitas Budaya

Oleh : Djawahir Muhammad

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KAWASAN industri di Semarang, Tangerang, Bekasi atau kota-kota lain, umumnya menampilkan factory (pabrik) berskala nasional, berbeda dengan sentra-sentra industri yang menampilkan produk unggulan berskala lokal. Di Pekalongan ada sentra industri batik di Pekajangan, Jepara punya sentra industri kain lurik di Desa Troso, atau sentra industri ukir di Desa Ngabul. Sedang Semarang memiliki sentra industri pengasapan ikan di Kampung Bandarharjo, industri kain batik Semarangan di Kampung Metesih, Kampung Batik, dsb.

Salah satu sentra industri di kota Semarang adalah industri tahu, tempe, dan tauge (kecambah) yang terletak di Kelurahan Tandang, Semarang Timur. Mungkin karena kampung dan nama produknya berawal dengan huruf  T, orang banyak menyebutnya dengan singkatan 5T, yakni Tandang, Tempatnya Tahu, Tempe, Tauge!

Djawahir Muhammad
Djawahir Muhammad

Ya, di Kampung Tandang salah satu kampung koeno di Semarang sebagian penduduknya berprofesi sebagai perajin tahu-tempe. Kampung yang wilayahnya sekarang disatukan dengan Kampung Jomblang ini, mempunyai sungai di tengahnya, hingga dapat dipakai sebagai salah satu tempat mencuci kedelai. Arus air yang mengaliri di sungai tersebut memang tidak terlalu besar, sehingga banyak perajin yang membuat sumur untuk mencuci kedelai. Tanah di sini rata-rata terdiri atas bongkahan pasir atau padas, hingga airnya jernih. Produk tahu, tempe, dan tauge dari Tandang telah lama beredar di semua pasar tradisional Semarang, termasuk produk turunannya, tempe gembus yang banyak dijajakan sore hari oleh penjual gorengan atau makanan kecil. Rasanya gurih, lembut, dan kebul-kebul enak disantap dengan sebatang dua batang lombok setan, mendampingi menonton sepakbola di televisi.

Lain Tandang lain pula karakter Kampung Bustaman. Di kampung warisan Kanjeng Kiai Kertoboso Bustam alias Kiai Terboyo yang padat penduduk ini, bau prengus kambing tercium dimana-mana. Maklum, kampung kambing ini memang pusat pengolahan masakan daging kambing seperti sate, gule, tongseng dan bumbu-bumbunya yang bisa dipesan utuh atau sebagian. Maksudnya, orang bisa memesan atau membeli bumbunya saja, dagingnya saja, atau masakan lengkap yang siap santap semisal gule Bustaman. Ditanggung halal, lekker alias maknyus!.  Meskipun popular sebagai kampung kambing, di sentra industri pengolahan makanan ini penduduknya memiliki musala dan pengaturan MCK yang modern, bantuan dari Bank Dunia. Kampung Bustaman juga menjadi museum hidup yang menjadi objek penelitian berbagai lembaga yang menaruh minat pada kebudayaan lokal Kota Semarang.

Sentra industri lain yang layak diperhatikan adalah sentra industri kaleng yang lokasinya terletak di sepanjang Jalan Ciliwung, kira-kira panjangnya mencapai 4 – 5 km. Bila disambung dengan bermacam-macam kios perajin atau PKL yang lain, panjang sentra perajin di Barito ini diperkirakan 4-5 km panjangnya. Bermacam-macam produk industri kaleng dibuat disini. Bahkan ada segala macam kompor, knalpot motor, tong sampah, dsb. Bahan bakunya pun berasal dari berbagai sumber, mulai tong aspal, drum minyak, serta lembaran – lembaran seng yang bekas maupun baru. Berbagai bentuk kreativitas dihasilkan oleh tangan-tangan terampil disini, tak kalah dengan buatan pabrik dari luar negeri.

Sentra industri Bugangan, Tandang, Bustaman, Bandarjo, serta pusat-pusat pengembangan industri kecil dan industri menengah dengan tiap-tiap spesifikasinya merupakan basis  identitas budaya warga Kota Semarang, sebagaimana Kota Kudus dengan kerajinan ukir, Kota Pekalongan dengan kerajinan batik, Banjarnegara dengan keramik Kasongan, atau Wonogiri dengan jamu gendongnya. Ya, ada relasi yang signifikan antara profesi (mata pencaharian individu maupun sosial) dengan proses terbentuknya identitas kolektif, sehingga relasi itu perlu dipertahankan. Manfaatnya adalah agar identity of kind mereka terawat dan terjaga. Dengan kata lain, identitas personal, identitas sosial, bahkan identitas sebuah bangsa, akan lenyap jika individu dan masyarakat mulai melupakankan kearifan lokalnya, sesuatu yang tentu tidak kita harapkan. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...