33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Jembatan Timbang Subah Kembali Dibuka

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG – Jembatan timbang Subah Batang kembali dibuka mulai 31 Oktober kemarin pasca terbongkarnya kasus pungutan liar dua tahun silam. Namun untuk saat ini pengelolaan jembatan timbang diambil alih oleh Kementrian Perhubungan.

Nama jembatan timbang juga diubah menjadi Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB). Pembukaan secara serentak dilakukan juga dilakukan di 26 jembatan timbang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dilakukan.

“Dari total 26 jembatan timbang yang ada di Indonesia, semuanya sudah di fungsikan kembali oleh Kementerian Perhubungan. Di wilayah Jawa Tengah sendiri, ada dua jembatan timbang yang dikelola oleh UPPKB yaitu di Subah Kabupaten Batang dan UPPK  Wanareja Kabupaten Cilacap,” ujar Kepala UPPKB Subah Batang Arif Munandar saat ditemui di kantornya.

Dibukanya kembali UPPKB jelas Arif, sebagai wujud pengawasan atau penegakan hukum terhadap angkutan besar yang membawa muatan lebih dari ambang batasan maksimal. Kembali dioperasikannya UPPKB wilayah Subah diharapkan dapat menertibkan muatan dan mengurangi angka permasalan kendaran di jalan, sehingga beban pantura Batang juga bisa lebih terkontrol.

UPPKB selaku pihak pemantau dan pengawasan juga akan melakukan tindakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Yang fungsinya lebih besar dari sebelumnya, seperti penindakan tilang kelebihan muatan, salah modivikasi kendaraan dengan prosedur uji mutu, buku kirnya mati, tata cara muat, dan kendaraan laik jalan.“Karena dibawah Kemenhub, tuga kami juga lebih beda lebih kompleks dalam penindakan angkutan barang yang tidak sesuai SOP,” jelas Arif.

Namun Arif menambahkan, bahwa penegakkan hukum seperti menurunkan barang barang bermuatan lebih, akan disesuaikan dengan kondisi jembatan timbang dan jumlah sumber daya manusianya. Disamping petugas yang belum banyak juga area jembatan timbang yang sempit.

“Sesuai dengan surat perintah Dirjen Perhubungan Darat dan kami telah mempunyai tugas pelaksana SOP pada penyelenggara penimbangan kendaraan bermotor di jalan dengan melihat kondisi sosial masyarakat ,” katanya lagi.

Dalam pelaksanaan tugasnya, kata Arif, pihaknya akan dibantu oleh personel Polres Batang. Dimana nanti, para pelanggar akan dikenakan tilang oleh anggota Kepolisian dan kemudian diserahkan ke Pengadilan terkait berapa besaran biaya yang akan ditanggung oleh angkutan yang melanggar muatan.

Terkait pungli, Arif menegaskan bahwa tidak akan ada kejadian serupa terulang. Hal terserbut diantisiapsi dengan pergantian banyak personel dari sebelumnya. Serta kini lembanganya yang tidak berada di bawah Provinsi, tidak ada lagi beban dalam Pemasukan Daerah seperti sebelumnya.

“Yang jelas, dalam penindakan tidak akan ada Pungli lagi di Jembatan Timbang. Jika truk kelebihan muatan, antara 5 persen hingga 20 persen, maka petugas akan langsung menilang,” tandasnya. (han/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Begal Bersenpi Rampas Motor

SEMARANG - Tindak kejahatan perampasan di jalan raya kembali terjadi di Kota Semarang. Komplotan begal sebanyak tujuh orang merampas sepeda motor di Jalan Pandanaran....

Disabotase PJII Lapor Polisi

SEMARANG – Merasa disabotase, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Tengah bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) melaporkan aksi perusakan puluhan kabel fiber...

Ganti Ban, Sopir dan Kernet Tewas

MUNGKID - Kecelakaan tunggal yang melibatkan truk pasir AA 1962 FB terjadi di jalur Muntilan - Dukun. Tepatnya di Jalan Talun kilometer 1 Dusun...

AZ Diketahui Jarang di Rumah

TEMANGGUNG–Petugas kepolisian kembali menggeledah rumah terduga teroris berinisial AZ (bukan AS seperti diberitakan kemarin, red) alias Fauzan alias Fauzan Mubarok yang ditangkap satuan Detasemen...

Gasak 21 Motor Lewat Situs Jual Beli

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tiga pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor berhasil diringkus aparat Polsek Pedurungan. Selama satu tahun beraksi, para tersangka berhasil membawa kabur...

JNE Dukung Promosi Pariwisata

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – JNE sepakat bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata mengenai Co-Branding Wonderful Indonesia/Pesona Indonesia. Kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan wujud...