33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Angkat Potensi Desain Komunikasi Visual

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Lulusan jurusan atau program studi desain komunikasi visual (DKV) memiliki tantangan yang besar dalam dunia kerja. Padahal peluang dalam dunia kerja terbuka lebar. Mereka pun unjuk gigi dalam acara Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia (KMDGI) di UTC Hotel, Kamis (2/10).

Ketua Panitia Acara KMDGI, Stefanus Agusta Cahyandra mengatakan acara yang digelar dua tahunan tersebut diisi dengan berbagai acara seperti workshop dengan mengundang 20 pembicara profesional di bidang desain dan komunikasi visual. Selain itu juga digelar pameran karya video dan instalasi terkait DKV, exhibition serta screening. “Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiwa DKV se-Indonesia. Disini kita juga melakukan diskusi hingga memamerkan karya, total saat ini ada 47 karya yang dipamerkan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menerangkan saat ini adalah kesempatan mahasiswa DKV untuk unjuk gigi di dunia kerja. Pasalnya potensi yang ada sangat besar, terlebih masuk dalam pasar bebas yang membuat peluang cabang karya dari jurusan DKV bisa bersaing. “Kreativitas kita saat ini dibutuhkan untuk bersaing dalam bekerja, atau bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri dengan mewujudkan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Sementara itu, Prasetyo Reza salah satu peserta pameran dari Jurusan DKV Stikom Surabaya mencoba mengangkat potensi kuliner yang ada di kawasan Dolly. Kawasan bekas lokalisasi tersebut sangat jarang dikunjungi wisatawan karena image negatif yang selama ini terlanjur melekat. “Kami coba gambarkan toples kerupuk berkuran besar yang di dalamnya adalah makanan. Disitu kami gambarkan semua proses pembuatan kuliner disana. Harapannya tentu image negatifnya bisa hilang,” tambahnya.

Menurut dia, desain toples kerupuk khas warteg yang diusung bisa menggambarkan citra kuliner, Di dalam toples kerupuk tersebut, pengunjung pun bisa melihat proses pembuatan kuliner yang ada di kawasan Dolly yang sangat higienis dan sehat. “Dengan diangkatnya UMKM disana, kami harap angka prostitusi di Dolly tidak akan tumbuh kembali, karena warga punya penghasilan tetap,” tandasnya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Notaris-PPAT Rutin Berikan Uang Pelicin

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) ternyata rutin memberikan uang pelicin kepada Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Nasional pada Kantor Agraria dan Tata...

Kaligrafi TKW

Oleh: Dahlan Iskan Beredar luas: video TKW yang ahli menulis kaligrafi huruf Mandarin. Seseorang minta saya menulis di disway.id: benarkah itu? Seseorang itu adalah orang yang...

Ribuan Warga Lakoni Tradisi Perang Lumpur

UNGARAN–Ribuan warga Desa Sendang Kecamatan Bringin terlibat perang lumpur, Jumat (22/9) kemarin. Tradisi tahunan yang bernama Popokan tersebut dilakukan di persawahan dan jalan-jalan desa...

Hendak Tawuran, Pelajar Bawa Pedang

MUNGKID— Giat patroli Polsek Salam di Dusun Gatakan, Desa Gulon, Kecamatan Salam, pada Selasa (3/10) sore berhasil menggagalkan aksi tawuran antarpelajar. Sejumlah pelajar dari...

20 Anggota TNI AD Naik Pangkat

Sebanyak 20 personil TNI dan 8 PNS TNI-AD mengikuti pelantikan kenaikan pangkat reguler BA/TA dan PNS di halaman Kodim 0707 Wonosobo, Senin (3/4) kemarin....

Warna-Warni Nusantara SMAN 1 Pringsurat

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Hari Kartini diperingati SMAN 1 Pringsurat Temanggung dengan berbagai kegiatan yang menarik selama 2 hari. Tidak sekadar mengenakan pakaian adat, namun...