33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Membumikan Ajaran Buddha

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

MUNGKID–Magelang menjadi tuan rumah Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) Nasional X Tahun 2017, mulai 2 November hingga 5 November 2017. Sebanyak 1600 peserta dari 32 provinsi, ikut berpartisipasi mengikuti 12 cabang lomba.

Di antaranya, membaca Dhammapada, membaca Paritta, membaca Sutra/Mantra/Liam Keng/Dokyo Syodai, dan Dhammadesana Bahasa Indonesia. Juga membaca Dhammadesana Bahasa Mandarin, Dhammadesana Bahasa Inggris, Seni Kaligrafi, Solo Vokal Putri, Solo Vokal Putra, Paduan Suara, Cipta Tari Kreasi Buddhis, dan Barongsai. Ajang STG memperebutkan Piala Presiden.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saiffudin hadir secara khusus membuka kegiatan rutin tiga tahunan itu. Menag Lukman mengatakan, tujuan ajang STG, bukan hanya prestasi semata. Namun, ada yang lebih penting, yakni bagaimana membumikan Dharma ajaran Buddha. Dikatakan, STG adalah upaya umat Buddha untuk lebih mengakrabkan diri dengan kitab sucinya, Tripitaka.

“Hakikat STQ ini harus dipegang teguh, sehingga Buddha Dharma bisa dihayati, diresapi dan diamalkan,” kata Menag Lukma saat memberikan sambutan pembukaan STG Nasional ke-X, di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Kamis (2/11) kemarin.

Menag berharap, umat Buddha, khususnya generasi muda mampu mewariskan nilai ajaran agama Buddha yang luhur dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, STG tahun ini mengambil tema “Melalui Swayamvara Tripitaka Gatha Kita Wujudkan Revolusi Mental Umat Buddha Indonesia yang Bhinneka”. Lukman menganggap, tema tersebut sangat relevan dengan kegiatan STG.

“Revolusi mental menjadi bagian tak terpisahkan (dari STG), karena ajaran Buddha hakikatnya bagaimana manusia bisa kembali ke jati diri kemanusiannya. Dan sesungguhnya, itulah esensi revolusi mental.”

Meski bukan umat mayoritas di Indonesia, Lukman mengapresiasi umat Buddha telah secara nyata berkontribusi mewujudkan Indonesia yang rukun dan harmonis. “Umat Buddha ikut merawat kedamaian di negeri ini,” ucapnya.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha (LPTG), Arief Harsono menambahkan, STG diselenggarakan untuk meningkatkan Bhakti (penghormatan) dan Saddha (keyakinan). Serta kecintaan umat Buddha terhadap Kitab Suci Tripitaka.

Ia memandang, acara ini penting dan harus berkelanjutan. Tujuannya, agar generasi muda umat Buddha semakin tangguh, memiliki kompetensi, dan toleran.

“Tantangan era globalisasi telah membuat kita larut dalam sekulerisme arus zaman yang begitu dahsyat. Anak-anak muda perlu dibimbing dan diarahkan, sehingga tidak terbawa arus yang menyesatkan,” ujarnya.

Perwakilan Panitia Pelaksana Jawa Tengah, David Hermanjaya menambahkan, peserta yang mengikuti STG berusia 19 tahun ke atas. Pihaknya mengusulkan, penyelenggaraan STG tiga tahun mendatang, usia 17 tahun bisa mengikuti.

Pantauan koran ini, kegiatan dibuka dengan defile kontingen peserta lomba dari seluruh Indonesia. Masing-masing kontingen menampilkan kekhasan daerahnya.

Kemudian ditampilkan tari kreasi dari Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia dan Majelis Niciren Syosu Buddha Dharma Indonesia. (put/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Permintaan Elektronik Naik 75 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Permintaan elektronik di Atlanta Elektronik menjelang Natal dan Tahun Baru meningkat hingga 75 persen dari hari biasa. Ini dikarenakan banyak konsumen...

Luncurkan Single Mailbox

RADARSEMARANG.COM - NAMA Dylla Fadylla sudah cukup akrab di telinga pecinta dangdut. Pemilik ayam geprek ‘Waroeng Mundhut Dhewe’ di bilangan Undip Semarang ini sudah...

Pengelolaan Terminal Bulupitu Masih Rancu

PURWOKERTO - Meski pengelolaan Terminal Bulupitu Purwokerto yang masuk kategori tipe A sudah diserahkan pusat per 1 Januari 2017 lalu, namun sampai saat masih...

Prostitusi Liar Rusak Citra Kopeng

UNGARAN – Praktik prostitusi terselubung membuat citra buruk Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Hal itu menjadikan wilayah tersebut sulit berkembang sebagai desa wisata. Kepala...

Dana ZIS Untuk Warga Produktif

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 40 persen dari dana zakat infaq dan shodaqoh (ZIS) yang dikelola Baznas akan digunakan untuk program pemberdayaan warga kurang mampu...

Apri Kusbiantoro, Komikus Jogjakarta yang Melambung di Eropa

Torehan gambar Apri Kusbiantoro sebagai komikus sudah menembus Eropa. Karyanya diterbitkan di Belanda, Belgia, dan Jerman. Dia punya ciri khas dengan rilisan original artwork. DRIAN...