33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Kiai Jangan Dijadikan Alat Legitimasi Pilgub

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN –Kiai dan santri diharapkan tidak dijadikan alat legitimasi elit politik jelang Pilgub Jateng 2018 mendatang. Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ungaran Samsul Ridwan mengatakan, jelang momen pilkada, para santri dan kiai kerap dimobilisasi untuk mendukung calon tertentu.

“Jangan mengeksploitasi nilai-nilai egaliter pada sosok kiai dan santri untuk mendulang suara pada untuk Pilkada serentak 2018 maupun Pemilu serentak 2019,” ujar Samsul, Kamis (2/10).

Dikatakannya, pesantren, termasuk kiai dan santri, selalu menjadi objek politik menjelang perhelatan politik baik Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada), maupun pemilihan umum dan pemilihan presiden. “Kadang-kadang foto bareng kiai dieksploitasi, seolah-olah kiai mendukung si A, si B, sehingga nama kiai tercemar,” ujarnya.

Sebaliknya, ia meminta penyelenggara pemilu untuk memberdayakan entitas pesantren agar menjadi subjek pemilu. Ketua Sekretariat Nasional Perlindungan Anak (Seknas PA) ini mengapresiasi langkah jajaran Bawaslu Jawa Tengah yang telah menggandeng pesantren sebagai bagian dari pengawasan partisipatif dalam menghadapi tahun politik ini.

Seperti diketahui, Bawaslu Jawa Tengah Rabu (1/11) menggelar kegiatan ‘Sosialisasi Pengawasan Pesantren : Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018’ di Hotel Wujil Ungaran. Kemudian pada Kamis (2/11), Panwaslu Kabupaten Semarang juga menggelar Sosialiasi Pengawasan Partisipatif untuk Pemilihan Gubernur 2018 dan Pemilu 2019 di Hotel C3 Ungaran. Salah satu peserta dalam sosialisasi adalah dari kalangan pesantren di Kabupaten Semarang.

“Kegiatan-kegiatan semacam ini diharapkan bisa menjadi media untuk menyadarkan pada pesanten agar tidak mau menjadi objek, tapi sebagai subjek,” katanya. Selain itu, komunitas santri dan pesanten harus mulai cerdas terhadap politik. (ewb/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...