33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Kawanan Perampok Panik karena Teriakan Korban

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KEBUMEN—Kawanan perampok yang menyatroni SMPN 1 Petanahan pada Rabu (1/11) dini hari lalu, dipastikan tidak sempat membawa barang berharga dari ruang kepala sekolah. Pelaku keburu panik ketika Kasno, 57, penjaga sekolah yang memergokinya berteriak minta tolong, meski sudah dilukai.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi hanya menemukan sejumlah barang bukti milik para perampok. Di antaranya, lakban, sepasang sandal, dan tali yang digunakan untuk mengikat tangan korban.

Informasi dari Polres Kebumen mengungkap bahwa pelaku leluasa masuk karena dua penjaga sekolah tengah terlelap tidur. Dwi Susanto, misalnya, tidur di ruang kepala sekolah. Dwi lantas dibangunkan oleh satu dari tiga pelaku. Ketiganya mengenakan penutup wajah.

Saat terbangun, Dwi sempat berteriak minta tolong. Korban lantas ditarik ke lantai dan dibekap mulutnya menggunakan lakban. Tangannya diikat dengan tali. Dwi diancam bakal dibunuh jika berteriak. Berhasil melumpuhkan Dwi, pelaku leluasa mengacak-acak lemari kepala sekolah, dengan linggis. “Dengan linggis pula, pelaku mencoba mencongkel brangkas,” kata Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto, Kamis (2/11) kemarin.

Saat itulah, Kusno, penjaga sekolah yang tidur di ruang UKS terbangun. Ia mendengar suara gaduh di ruang kepala sekolah. Kusno lantas masuk ke ruang kepala sekolah. Ketika Kusno mengecek ruang kepala sekolah, pelaku memergokinya. Kusno pun dianiaya, karena Kusno berteriak-teriak minta tolong.

Kata AKP Willy, teriakan Kusno membuat para pelaku panik. Setelah menganiaya Kusno, pelaku langsung kabur. “Olah TKP yang berlangsung sejak pukul 03.30 hingga 09.00 pagi, berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya lakban dan tali yang digunakan untuk menyekap korban,” kata Willy Budiyanto. Hingga saat ini, Polres masih menyelidiki pelaku perampokan.

Selain mengamankan lakban dan tali yang digunakan untuk menyekap korban, Polres juga menemukan sepasang sandal yang diduga milik salah satu perampok. Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, ditemukan di sekitar TKP. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Merapi Erupsi, Siswa Dipulangkan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Warga Dusun Babadan Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang yang berada di lereng Gunung Merapi berteriak histeris, berlari dan kumpul di...

Tingkatkan Kompetensi Guru Nahdlatul Ulama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG -  Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Jawa Tengah terus tingkatkan kompetensi guru NU baik negeri maupun swasta. Semakin kompeten,...

Berhenti Jadi Kontraktor, Pilih Otak-atik Motor

Catra Bintang Nararia sudah mapan bekerja sebagai kontraktor pelaksana. Namun ia memutuskan meninggalkan pekerjaannya tersebut, dan justru memilih mengotak-atik motor. Yang menarik, ia fokus...

Kuncinya Bekerja dari Hati

RADARSEMARANG.COM - Dunia perhotelan merupakan hal yang baru bagi General Manager The Wujil Resort and Conventions Ungaran, Miyana Harikna. Namun, dari tangan dinginnya, sejak...

Bioedukasi Off to Online

RADARSEMARANG.COM -PERKEMBANGAN teknologi dari Offline ke Online (off to ol) membawa dampak signifikan terhadap proses pembelajaran Biologi. Sehingga pembelajaran Biologi  tidak tergerus perkembangan zaman...

Pimpin Apel Kenakan Sarung

RADARSEMARANG.COM, CILACAP – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memimpin apel GP Ansor dan Banser se- Kabupaten Cilacap dalam rangka Harlah ke-92 NU, di Alun-alun Majenang,...