33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

RSUD Layani Pasien Cuci Darah 

Miliki Unit Hemodialisa, Tidak Perlu ke Semarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DEMAK-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Kalijaga Demak secara resmi telah mengoperasikan unit hemodialisa. Sudah ada beberapa pasien gangguan gagal ginjal yang telah menjalani terapi cuci darah di unit hemodialisa tersebut.

Demikian disampaikan Direktur RSUD Sunan Kalijaga, dr Deby Armawati, SpM di sela penandatanganan kerjasama pelayanan hemodialisa antara RSUD Sunan Kalijaga dengan BPJS Kesehatan, kemarin.

Menurut dr Deby, saat ini 4 mesin hemodialisa dioperasikan. Untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pasien, unit tersebut akan ditambah hingga 11 mesin hemodialisa. “Alhamdulillah, 4 unit mesin sudah beroperasi dan telah melayani beberapa pasien,” katanya.

Unit ini ditangani oleh konsultan, yaitu dr Lestariningsih (ahli penyakit dalam) dari RSUP dr Kariadi Semarang. Sedangkan, untuk penanggung jawab unit adalah dr Diana (ahli penyakit dalam) serta dr Tri Uni dokter umum bersertifikat sebagai pelaksana.

Sekda Pemkab Demak, dr Singgih Setyono MMR mengatakan bahwa dengan adanya konsultan di unit hemodalisa tersebut, maka standar pelayanan dan pengoperasian unit ini dapat dipenuhi. Dengan demikian, pelayanan terhadap pasien dapat dilakukan lebih optimal, berjalan efektif dan efisien.

“Mari pelayanan dokter dan perawat ditingkatkan. Jaga kepercayaan pasien. Adanya unit hemodialisa ini merupakan upaya pemerintah daerah khususnya RSUD mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata dr Singgih.

Pelayanan hemodialisa dinilai penting karena penderita gagal ginjal sekarang mirip fenomena gunung es. Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang, dr Bimantara menyampaikan, bahwa penderita gagal ginjal meningkat terus. Bahkan, BPJS mencatat penderita gagal ginjal ada sekitar 22 ribu kasus setiap bulan. Banyaknya penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah juga tampak di RSUP dr Kariadi Semarang. Dengan kondisi seperti ini, pelayanan BPJS terhadap pasien gagal ginjal pun juga meningkat.

”Dengan adanya unit hemodialisa di RSUD Sunan Kalijaga ini, maka pasien gagal ginjal dari wilayah timur Kudus-Demak dan sekitarnya bisa menjalani cuci darah di rumah sakit ini. Tidak perlu jauh jauh ke Semarang lagi,” katanya.

Menurut dr Bimantara, banyaknya pasien gagal ginjal sekarang ini dimungkinkan pola hidup yang salah atau justru terapi obat yang membawa pasien mengalami gagal ginjal. Sebab, 33 persen pasien yang dilayani BPJS adalah mereka yang telah mengalami gagal ginjal kronis (katastropi). “Untuk pelayanan hemodialisa ini, pendataan pasien harus pakai teknologi finger print (pemindai sidik jari) sehingga pelayanan lebih optimal,” jelasnya. Penggunaan finger print ini dinilai penting untuk menghindari klaim BPJS yang tidak sesuai kenyataan. Misalnya, pasien tidak datang untuk cuci darah tapi justru diklaimkan ke BPJS. (hib/sct/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tewas Terlindas Truk Kontainer

SEMARANG – Seorang pejalan kaki tewas terlindas truk kontainer saat melintas di Jalan Kaligawe KM 05, tepatnya depan Indo Marko, pada Senin (2/10) sekitar...

Ganjar Pecat 9 Pejabat Korupsi

SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah menandatangani sembilan surat pemecatan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam tindak pidana korupsi. Dua di...

Tingkatkan Umur Bambu, Kaca dan Besi 3 Kali Lebih Lama

RADARSEMARANG.COM - Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan produk Sufoting 5 in 1 berbahan dasar limbah silica geothermal Dieng. Selain membuat berbagai material bertahan...

Kelulusan Ditentukan Sekolah

DEMAK - Ujian nasional (unas) sekolah dasar diawasi ketat oleh para guru dengan sistem silang. Mereka berasal dari guru SD dan MI. Kepala Dinas Pendidikan...

Transaksi AITE 2018 Lampaui Target

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Asosiasi Muslim Pengusaha Haji dan Umrah RI (Amphuri) Jateng dan DIJ mencatat transaksi sebesar Rp 4,2 miliar selama penyelenggaraan pameran Amphuri...

Dispendukcapil Cuma Libur 2 Hari

RADARSEMARANG.COM, BANJARNEGARA-Pemudik bisa memanfaatkan kesempatan mengurus administrasi kependudukan saat kembali ke kampungnya, Banjarnegara. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapill) Kabupaten Banjarnegara, Imam Kusharto...