33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Ribuan Makam Diterjang Proyek Tol

Hingga Kini, Pembebasan Belum Kelar 

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

KENDAL—Pembangunan jalan Tol Semarang-Batang di ruas Kendal masih banyak kendala. Selain pembebasan yang belum rampung, juga kendala menerjang pemakaman. Sehingga pihak PT Waskita harus mencari lahan pengganti dan memindahkan makam-makam yang ada.

Dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) sedikitnya ada lima makam di Kendal yang dilintasi jalan tol. Dengan jumlah yang mencapai ribuan makam.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermades) Kendal, Subaidi, mengatakan lima tempat pemakaman umum itu tersebar di beberapa wilayah. Yakni di Kecamatan Kaliwungu dua Tempat Pemakaman Umum (TPU). Yakni TPU Desa Sumberjo dan Desa Nolokerto. Selain itu, Kecamatan Brangsong ada dua TPU juga, yakni Desa Penjalin dan Desa Kertomulyo. Sedangkan satu makam lainnya berada di Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

“Total luasnya, sekitar 6.780 meter persegi. Tapi hal itu bukan kewenangan kami untuk relokasi ataupun pembebasannya. Kami hanya menerima laporan dan pemberitahuan saja,” kata Subaidi, Rabu (1/11) kemarin.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang, Tendy Hardiyanto mengatakan dari data yang dimiliki, ada sembilan bidang TPU di Kendal yang dirterjang proyek tol Batang-Semarang. Hingga kini, makam -makam yang ada di TPU itu, belum dipindah. “Karena tanah pengganti belum selesai. Jadi masih dalam proses,” katanya.

Tendy mengaku sudah berupaya mencari lahan pengganti tanah tersebut. Namun hingga kini pembeliannnya masih belum rampung. “Harapan kami, akhir 2017 ini sudah selesai sehingga perpindahan makam bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Humas PT Waskita selaku pelaksana pembangunan tol di Seksi V, Totok Suharto menambahkan beberapa makam yang terkena proyek tol Batang-Semarang dikenal sebagai makam keramat. Di antaranya adalah makamnya Mbah Sekiah dan Sumeto Kadi, yang ada di TPU Dukuh Penjor Desa Nolokerto Kaliwungu.

“Sudah ada tanah pengganti makam itu. Tapi warga tidak ada yang berani memindahkannya. Jika memang sampai batas waktu, warga tidak berani memindah makam itu, dan menyerahkan pada kami, maka kami yang akan memindahkan,” kata totok.

Sedangkan Humas PT Waskita Karya Pembangunan Tol Seksi IV, Agus Setiawan, mengatakan, pembangunan tol di seksi IV menerjang lebih dari 3.000 makam. Ia mengaku proses pemindahan ribuan makam tersebut hingga kini belum selesai. “Tapi beberapa makam sudah dipindahkan oleh keluarganya yang masih hidup,” katanya.

Dia menerangkan, progres pembangunan fisik hingga awal September 2017 mencapai 47,935 persen yang meliputi seksi empat dan lima. “Sementara pembebasan lahan yang sudah dibayarkan menurut BPN sekitar 61 persen. Kami melakukan pekerjaan untuk lahan yang sudah dibayar saja,” tandasnya.

Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Mohammad  Sugeng, mengatakan, di Desa Sumberejo, tol menerjang pemakaman di Dukuh Suking masuk wilayah RW 02. Jumlah makam yang dilintasi jalan tol kurang lebih 774 makam. Dia mengatakan, belum tahu persis berapa jumlah makam yang sudah dipindahkan.

Namun, data yang ia terima dari panitia pemindahan makam, baru 71 jenazah yang sudah di pindahkan. “Panitia pemindahan makan terdiri atas RW, RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan ahli waris. Mereka yang berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Musyawarah untuk memindahkan jenazahsudah dilakukan beberapa kali,” pungkasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Haflah Maulidurrasul Bersama Habib Umar Muthohar

Ikutilah Haflah Maulidurrasul Muhammad SAW tahun 1439 H bersama Habib Umar Muthohar. Acara diselenggarakan Jumat (1/12), pukul 05.30 (bakda Subuh) bertempat di Plaza Bawah...

BPSMB Harus Sentuh Industri Kecil

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD meminta agar Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) bisa menyentuh industri kecil. Dengan begitu, produk Industri Kecil Menengah (IKM)...

Tantangan Sekolah dalam Pengembangan PPK

RADARSEMARANG.COM - Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah dimilikinya jiwa nasionalis pada peserta didik sebagai salah satu...

Sungai Bogowonto Dibersihkan

WONOSOBO - Sejumlah petugas kebersihan dibantu relawan dan aparat bergotong royong membersihkan Sungai Bogowonto, Sapuran, Sabtu (2/9). Selain bersih-bersih, mereka juga memasang larangan membuang...

Menghindari Mal Praktik Keagamaan

RADARSEMARANG.COM - TAKMIR Masjid di kampung-kampung menjadi sibuk dan semarak di bulan Ramadan seperti ini, termasuk di kampung saya. Namun bedanya, Ramadan kali ini...

Masyarakat Ikut Berperan Aktif Dukung TMMD

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Bukan hanya kaum pria saja yang bersama sama bekerja membangun sejumlah sasaran fisik yang sudah menjadi target dari Kegaiatan TMMD Reguler...