33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Kecele, Awak Angkutan Mogok Kerja

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MUNGKID— Sejumlah awak angkutan kota jurusan Magelang-Muntilan, Rabu (1/11)  melakukan aksi mogok kerja. Mereka kecele dengan adanya rencana aksi mogok masal yang ternyata tidak jadi dilaksanakan.

Catatan yang dihimpun koran ini, beredar  informasi  akan terjadi unjuk rasa, merespon penolakan transportasi berbasis aplikasi online yang beroperasi di daerah tersebut, pada Rabu (1/11) kemarin.  “Iya hari ini (kemarin) mogok (operasional). Karena salah persepsi saja, miskomunikasi,” jelas Koordinator Paguyuban Angkutan Magelang-Muntilan (PAMM), Rahardi, Rabu (1/11).

Menurutnya, sejak Selasa (31/10) malam,  beredar informasi bahwa salah satu perkumpulan angkutan, berencana  unjuk rasa, menolak transportasi berbasis aplikasi online yang selama ini masih beroperasi di kabupaten dan Kota Magelang.

Untuk menghindari kesalahpahaman dan ekses di lapangan, PAMM memutuskan untuk sementara berhenti beroperasi. “Ternyata, unjuk rasanya tidak jadi. Anggota yang sudah telanjur tidak berangkat sejak pagi, akhirnya mogok sekalian,” kata Rahardi.

Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Magelang, Muh Irianto, membenarkan hal tersebut. Menurut Irianto, mogoknya angkutan pedesaan jurusan Magelang-Muntilan, karena miskomunikasi.   “Karena sebenarnya tidak ada aksi unjuk rasa, dan tidak ada instruksi untuk mogok operasional hari ini,” katanya.

Organda Kabupaten Magelang meminta angkutan umum tidak melakukan aksi. Meski sebagian besar awak angkutan—utamanya  yang beroperasi di wilayah pinggiran—sangat merasakan dampak munculnya transportasi berbasis aplikasi online.

“Sudah hampir lima bulan ini, awak angkutan yang melayani wilayah perbatasan mengalami pengurangan pendapatan yang sangat drastis, bisa sampai lebih dari 50 persen. Dengan kondisi seperti itu, Organda tidak mengimbau ataupun tidak melarang jika memang awak angkutan mau melakukan aksi mogok.”

Sejauh ini, DPC Organda Kabupaten Magelang telah berusaha membawa aspirasi para awak angkutan umum, baik di tingkat pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Kita sudah ketemu dengan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang. Kami meminta agar dinas bisa memediasi kami supaya bertemu dengan bupati dan Ketua DPRD untuk mengomunikasikan hal ini,” kata Irianto. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tujuh Rumah Ludes Terbakar

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kebakaran terjadi di Desa Brambang, RT 1 RW 7,  Kecamatan Karangawen, Senin (14/5) malam. Setidaknya tujuh rumah ludes dilalap si jagi...

Integrasi Imtaq dengan Materi Peluang

MATEMATIKA adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Salah satu manfaat mempelajari matematika dalam penerapan kehidupan sehari-hari adalah menyelesaikan masalah dengan menggunakan...

Perempuan Rawan Diperalat Jaringan Narkoba

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kasus penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan. Sebab, kasus ini terus menyerang ke berbagai kalangan mulai orangtua hingga anak di bawah umur. Bahkan, fenomena sekarang...

Edarkan Pil Koplo, Dua Pelajar SMK Diringkus

SEMARANG–Tim elang Polrestabes Semarang ringkus dua pemuda saat melakukan patroli di wilayah Semarang Barat. Keduanya yang berinisial RDO dan RB, warga Kedungpane itu, digelandang...

Mythophobia, Penghambat Keterampilan Berbicara

MELAKUKAN kesalahan adalah manusiawi. Tetapi ada orang yang tak berani menyatakan atau melakukan sesuatu karena takut salah. Begitu juga dalam kegiatan pembelajaran. Sering kita...

Abu Pasar Kaliwungu Dilabfor

KENDAL—Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran pasar pagi Kaliwungu. Hal itu untuk...